Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
JIKA MENINGGALKAN ADALAH JALAN YANG TERBAIK KENAPA TIDAK


__ADS_3

Setalah Meisya beres membersihkan Kamar mandi Meisya segera Turun untuk ikut sarapan karena perutnya yang sudah keroncongan


" Pagi Bibi " Sapa Meisya kepada Bibi Vina yang sedang duduk di Sopa


Jika bibi Vina Sudah duduk di sopa berati orang-orang sudah pada berangkat ke kantor " Loh sayang, kata Adam katanya kamu masih istirahat " Ucap Bibi Vina


Meisya tersenyum hambar Istirahat dimana, di kamar mandi pikir Meisya " Iyah Bi, Tadi Mas Adam menyuruh aku untuk istirahat karena tadi sempat keram perut " jawab Meisya bohong


" Oh begitu, tapi sekarang sudah tidak apa-apa kan? "


" Sudah ko bi. ini Meisya mau ngisi dulu perut soalnya anak Meisya sudah demi ingin di isi Hehehe.. "


Bibi Vina Mengerutkan kening nya " Tadi kata Adam dia sudah membawakan makanan untukmu ke kamar dan sekarang makanan nya sudah Bibi kasih ke Penjaga untuk sarapan mereka "


Meisya semakin bingung dengan ucapan Bibinya, bagai mana mungkin Suaminya bisa setega iti kepada dirinya " Ah ia bi, Meisya lupa heheh " Meisya menggaruk kepala yang tidak gatal


" Yaudah mungkin kamu sudah laper lagi maklum kalo lagi hamil pasti Hamong laper " Ucap Bibi Vina


" ia bibi " Jawab Meisya Yang langsung ke dapur dan mencari makanan yang ada di dapur apa saja yang penting bisa mengganjal perut nya " Ah aku ingat ada mie instan " Gumam Meisya


Akhirnya Meisya pagi ini sarapan dengan mie instan dengan lahap dirinya memakan mie instan itu tanpa tersisa " Alhamdulillah.. " Ucap Meisya Mengelap bibir nya pakai tisu


Setelan sarapan Meisya mencuci bekas makan miliknya lalu pergi ke taman untuk menyiram tanaman di sana


" Eh Lo " Panggil Lili


Meisya tidak menghiraukan panggilan Lili karena ia pikir Lili sedang memanggil salah satu pelayan


" Lo budeh ya " Keluh Lili yang membanting kan selang di tangan Meisya


" Lili Apa-apan sih kamu! " kesal Meisya


" Lo yang Apa-apan Gue panggil malah diam aja " bentak Lili


" Li. ada apa dengan kamu? kenapa kamu membentak ku hanya karena aku tidak menyadari kamu yang sedang memanggilku? " Tanya Meisya kepada Lili


" Alah alasan aja Lo. nih Cuciin pakaian gue yang bersih terus Setrika Yang rapih Bajunya akan gue pakai nanti malam " Ucap Lili Melemparkan baju miliknya ke arah Meisya


Meisya mematung ia kaget karena Lili berubah menjadi wanita yang kasar bahkan selama Berteman baru kali ini Lili membentak dirinya. Meisya jadi ingat dengan kenangan dirinya bersama Lili yang sangat Manis bahkan tidak akan bisa Meisya lupakan


" Meisya kamu pasti bisa " Ucap Meisya kepada dirinya sendiri " Auh.. " Lagi-lagi perut Meisya merasa keram. Meisya duduk di kursi sebentar lalu mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit


Setelah merasa enak Meisya langsung mencuci pakaian milik Lili. Meisya tidak menepis pikiran tentang Lili yang membencinya Meisya berfikiran positif agar dirinya tidak ikut membenci Lili


Setelah usai Meisya pergi ke kamar untuk membaringkan Tubuhnya Karena ia merasa lelah sekali


Jam sudah menunjukan jam Empat sore, Adam pulang ia melihat istrinya yang sedang tidur " Bangun " Ucap Adam namun Meisya tidak kunjung bangun juga. dengan Kasar Adam menarik tangan Meisya yang terkena air panas


" Auh.. sakit " Keluh Meisya merintih ketika Adam menarik tangannya yang masih merah


* Makanya jangan manja " ucap Adam


Meisya menatap Adam dengan lekat " Sebenarnya Apa salahku kepadamu Mas, sehingga kamu tega kepadaku heum? " Tanya Anisa yang menahan air mata nya " Jika aku ada salah Tegur aku bukan begini cara nya "

__ADS_1


" Sudahlah Jangan banyak omong, siapakah Air panas untukku "


" Jawab Dulu pertanyaanku Mas. Apa salahku kepadamu sehingga kamu berubah seperti ini! " Teriak Meisya tidak tahan lagi


Wanita mana yang tidak tahan jika di diami dan di acuhkan oleh suaminya apa lagi Adam berubah menjadi Pria yang kejam.


Adam menarik tangan Meisya lalu mendorong tubuh Meisya ke atas tempat tidur " Salah kamu adalah, Kesalahan kamu adalah Menutupi penyakit Paman Ibram. Andai saja kamu tidak menutupinya mungkin Paman Ibram saat ini masih berada di sini " ucap Adam dengan sorot mata yang seperti ingin membunuh


Deg...


Jadi ini yang membuat suaminya Marah besar " jadi gara-gara ini? "


" Kamu tau kan bagai mana aku menyayangi paman Ibram Bahkan Paman Ibram sudah aku anggap ayah kandungku sendiri, Tapi kenapa kamu sebagai istriku kamu malah menutupi semuanya, Kenapa!!! " teriak Adam


Meisya memilih diam, Ia tidak ingin Membela diri karena memang dirinya salah telah menutupi penyakit paman Ibram dari suaminya " Maafkan aku Mas hiks..."


" Maaf mu tidak akan mampu mengembalikan Paman Ibram " Ucap Adam yang meninggalkan Meisya sendirian di kamar dengan keadaan menangis


Adam menyayangi Paman Ibram memang sudah seperti kepada Ayahnya sendiri makanya Adam marah besar kepada Meisya istrinya sendiri, ia merasa di bohongi oleh Meisya andai saja Jika Meisya bilang kepada dirinya jika Paman Ibram sedang sakit mungkin Adam akan membawa Paman Ibram Untuk berobat kemanapun Samapi paman Ibram sembuh tapi apa daya Dirinya telah di bohongi oleh istrinya sendiri.


Meisya menekuk kakinya ia menangis ia tidak menyangka jika kebohongannya akan mengakibatkan luka di hati suaminya andai saja waktu Itu Meisya memberitahu suaminya mungkin suaminya tidak akan Sekasar ini dan Meisya juga mengerti kenapa Lili berubah menjadi Jahat bahkan Meisya merasa tidak kenal dengan Lili yang sekarang.


" Aku harus minta Maaf kepada Lili " Ucap Meisya


Meisya menghapus air mata nya Ia langsung mencari Lili " Lili " Ucap Meisya ketika Meisya melihat Lili sedang duduk di Sopa dekat kamar nya


Dengan Lirikan Tajamnya Lili Memalingkan Wajahnya ke arah lain " Lili aku mau minta maaf kepadamu " ucap Meisya Yang sudah duduk di samping Lili


" emang nya Lo punya salah apa sama gue? "


Lili tersenyum miring dengan tatapan masih Ke Tv " Lo baru sadar dengan kesalahan Lo, kemarin kemana saja Hah! Lo Itu sahabat Gue tapi kenapa Lo tega nya membohongi maslah sebesar ini? " ucap Lili menatap Meisya dengan tajam " Apa Lo masih panas di sebut sahabat hah!! "


" Aku benar-benar Minta Maaf Li "


" Maafmu tidak akan membuat Papah hidup kembali. Dan jika Lo ada di posisi gue apa Lo akan terima permintaan Maaf dari orang yang sudah berkhianat? " Tanya Lili di depan wajah Meisya


Meisya tidak menjawab Meisya menyadari kesalahan nya makanya ia memilih untuk diam Dari pada Membalas perkataan Pedas Lili


" jika Lo ingin Gue maafin. Lo pergi dari rumah ini karena dengan gue liat Lo Kemarahan gue semakin meledak " Ucap Lili " Dan satu lagi. percuma Lo masih di sini karena kak Adam juga tidak akan pernah Memaafkan kesalahan Lo, dari pada Lo di sini hanya di jadikan babu " Lili langsung meninggalkan Meisya


Sedangkan Meisya menatap kepergian Lili. Ucapan Lili benar-benar menusuk ke hatinya, Meisya tidak menyangka Jika Sahabatnya sendiri Yang memintanya untuk meninggalkan rumah dan Juga suaminya.


Meisya berdiri lalu ia masuk kedalam kamar, Meisya melihat Kesetiap Penjuru kamar Meisya mengingat bagai mana pas pertama kali Dirinya masuk kedalam kamar, Adam membawa dirinya dengan begitu bahagia bahkan Adam Samapi Memangku dirinya " Semua itu hanya tinggal kenangan " Gumam Meisya menghapus air mata nya


Malam ini Adam dan Lili Akan hadir di Pembukaan Usaha Lili, Adam tidak mengajak Meisya bahkan Meisya sendiri tidak tau Jika malam ini adalah Malam pembukaan Usaha Lili


" Loh ko kamu masih di sini sayang " Tegur Bibi Vina


" Memangnya Meisya harus kemana BI? " Tanya Meisya Bingung


" Pasti Adam lupa memberitahu kamu ya, Yasudah cepat Dandan dan Kita pergi ke pembukaan Usaha Lili yang Baru " Ucap bibi Vina


" Tapi bi "

__ADS_1


" Sudah jangan tapi-tapian ganti nanti kita telat " Tegur Bibi


Meisya dengan pasrah ia Menganti pakaian nya dengan gaun yang cukup cantik apa lagi Gaun itu memperlihatkan Perut Meisya yang sudah mulai buncit


Sesampainya di tempat Acra Meisya melihat Suaminya yang sedang menggandeng Adik nya Di depan " ayo kita ke sana " ajak Bibi


Meisya tersenyum " Bibi saja. Aku tunggu di sini " Tolak halus Meisya. Meisya sadar jika kehadiran Dirinya Tidak di inginkan oleh Suami dan juga adik iparnya


" Yasudah kalo begitu Bibi ke depan dulu ya " Meisya mengangguk paham


Adam melihat keberadaan sang istri bahkan dirinya ingin marah karena sang istri menggunakan gaun yang cukup seksi yang memperlihatkan Leher jenjang miliknya " Sepertinya dia ingin cari gara-gara " gumam Adam melihat Meisya dengan tatapan tajam nya


Acara berlangsung meriah Namun Adam ataupun Lili tidak ada Yang menyapa Meisya. Meisya hanya duduk seorang diri sedangkan Bibi Vina sibuk dengan teman-temannya


Jam Dua belas Malam cara pun telah usai namun Adam sudah tidak melajang keberadaan sang istri di sini " Keman dia " Gumam nya menari keberadaan Meisya " Apa sudah pulang kali ya " Adam pun memutuskan untuk pulang ke rumah Dan mencari keberadaan Istrinya


" Mei... Meisya " Panggil adam Namun nihil ia tidak menemukan Istrinya di kamar " Kaman dia " Adam berniat ingin menari ke tempat lain namun ia malah menemukan selembar kertas dengan Tumpukan Black Card yang pernah ia berikan kepada istrinya bahkan Handphone milik Meisya juga ada di sana " apa ini "


Teruntuk suamiku


Malam ini Mas sangat tampan dan juga gagah dengan stelan jas yang cukup bagus, aku melihatmu berdiri di depan dengan senyum yang sangat manis dan terlihat Jika Mas Bahagia Malam ini. Aku senang karena Mas sudah tersenyum kembali Aku ikut bahagia melihatnya Walaupun Mas tidak sedikitpun memberikan senyuman Mas untukku.


Mas Maafkan aku jika aku sudah membuat Luka di hati Mas, Aku benar-benar Minta Maaf tapi Aku tidak berniat untuk menutupi semaunya Dari Mas. Setiap aku ingin cerita kepada Mas, Mas pasti bilang Mas capek ingin istirahat kalo tidak Mas Bilang Jika Mas masih sibuk dengan kerjaan Mas tapi aku tidak akan menyalahkan Mas Mungkin Akunya saja Yang tidak peka dan tidak tau situasi saat itu


Mas. Aku pergi Terimakasih atas semuanya Aku bahagia karena Mas mengijinkan aku untuk masuk kedalam kehidupan Mas Selam ini, Semoga dengan kepergianku Luka yang Aku Berikan kepada Mas Akan lekas sembuh Dan Tolong Sampaikan permintaan Maaf ku kepada Lili. Aku kembalikan semua pemberian Mas Tidak ada yang aku ambil Termasuk pakaian yang pernah Mas berikan, Semoga kebagian selalu menyertai Mas dan Juga Lili ♥️


By: Meisya


Adam meremas kertas yang ia baca tadi, Adam tidak menyangka Jika Meisya akan pergi membawa Calon anak mereka bahkan Meisya tidak membawa handphone ataupun kartu Kredit yang pernah ia berikan


" Apa lagi rencana mu Hem.. apa dengan kamu pergi Semuanya akan baik-baik saja " Kata Adam membuang kertas ke Semarang Arah


Di sebuah Hotel Meisya sedang meringkuk Menangisi semaunya. Ia Meisya memilih untuk istirahat di hotel Malam ini karena ia bingung harus pergi kemana malam-malam begini, Meisya pergi dari rumah hanya membawa Baju dan juga Uang tabungan miliknya ketika ia masih menjadi seorang Model. Tidak ada yang Meisya bawa dari rumah Adam bahkan semua Kartu kredit dan juga Handphone pemberian Adam tidak Meisya bawa karena Meisya tidak ingin kepergian nya menjadi bahan omong di keluarga itu.


" Jika dengan cara ini membuat luka Mu sembuh Aku tidak Masalah Mas walaupun aku harus mengorbankan perasaan ku sendiri Asal Kamu kembali bahagia dan ceria seperti dulu lagi Hiks.. " Meisya meneteskan air mata nya Ia berharap Jika dirinya pergi akan membuat suami dan adik iparnya kembali seperti dulu


Tidak ada rasa sakit hati Di hati Meisya ia sudah melupakan semuanya Bahkan Meisya sudah memaafkan Semua perlakuan Adam dan Juga Lili, Meisya malah menyalahkan dirinya sendiri tentang kepergian Paman Ibram, Andai saja Meisya Jujur kepada Lili atau pun Kepada Adam mungkin Saat ini Paman Ibram masih baik-baik saja.


~ KEESOKAN HARINYA


Meisya bangun dari tidur nya sebelum ia pergi Meisya berniat mengisi perutnya terlebih dahulu karena ia Merasakan laper mungkin karena semalam dirinya menangis tiada henti


Hari ini Meisya berniat untuk pergi ke salah satu Desa, Meisya berniat akan tinggal di sana Tapi sebelum itu Meisya mengambil Uang Kes di ATM untuk biayaya hidupnya Nanti. Meisya sengaja mengambil Uang kes dengan cukup lumayan banyak di Kota agar tidak ada yang tau Dimana ia tinggal Nanti.


Di Rumah Adam. Adam kesiangan Ia langsung mandi bahkan ia meluapkan sarapannya karena ia sudah telah


" Ada apa dengan kakak mu itu, kenapa terburu-buru sekali "


" mungkin kesiangan dan istrinya lupa untuk membangunkan nya " jawab lili cuek


" Tidak biasanya Meisya seperti itu "


" setiap orang pasti akan berumah Mah, tidak mungkin ia akan selalu baik " jawab lili lagi

__ADS_1


Bibi Vina menatap Putrinya tidak biasanya Lili menjawab dengan ketus apa lagi menjelek-jelakkan Meisya sebagai sahabat nya " Ada apa kamu dengan Meisya, Sepertinya Kamu sedang tidak baik-baik saja "


" aku? " Tunjuknya kepada dirinya sendiri " Aku baik-baik saja " jawab Lili.


__ADS_2