Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
Bab 22


__ADS_3

Diego yang melihat pesan nya sudah di baca ia mencoba menghubungi Meisya kembali namun bukan nya di angkat melainkan suara operator " Ah sial kemana dia pergi, kenapa sampai sekarang dia belum memberikan kabar kepadaku, aku ini suami nya tapi dia malah jadi seenak nya " geram Diego " Awas saja jika nanti dia sudah pulang, aku tidak akan tinggal diam, aku ingin dia menjadi penurut kembali seperti dulu " Diego juga sudah mencoba mencari Meisya kepada lili namun bukan jawaban yang ia dapat melainkan makian yang lili lontarkan kepada Diego


Lili sudah tau tentang masalah sahabat nya itu, karena Adam memberitahu nya, agar jaga_jaga ketika Diego bertanya kepada lili, lili bisa mencari alasan dan tidak memberitahu keberadaan Meisya


Awalnya lili sangat khawatir karena no teman nya itu tidak aktif, namun hati dia jadi tenang ketika sang kakak memberikan kabar kepadanya


PAGI HARI


Pagi ini Adam bangun lebih awal, ia memandang wajah polos milik Meisya, sesekali ia tersenyum di kala ia ingat bagai mana kejadian semalam " Ternyata kamu sangat buas sayang, orang lain tidak akan pernah mengira kamu bisa sebuas itu dengan wajah polos mu ini, tapi aku suka dengan kebuasan mu "


Semalam ketika Adam sudah membaringkan tubuh Meisya di tempat tidur, ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri sisa_sisa pelampiasan tadi, namun ketika ia berdiri di cermin ia tersenyum melihat banyak nya jejak yang di tinggalkan oleh Meisya, Dari bawah perut sampai leher terlihat jelas cap yang di berikan Meisya

__ADS_1


Adam menc** kembali Melon yang tidak terbungkus milik Meisya karena semalam Meisya tidak menggunakan pakaian " eum.." Suara paruh milik Meisya ketika Adam sudah meng** pucuk melon itu


Meisya terbangun karena ia merasakan kalo ini bukan mimpi " Ka...kakak sedang apa.?" tanya Meisya langsung mendorong Adam lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya


" Ah.. kamu jagat sayang "


" Kakak yang jahat bukan aku, apa yang kakak lakukan kepadaku hiks.."


" Eh ko malah kamu yang nangis.? seharusnya aku yang menangis dan meminta pertanggungjawaban dari mu " kata Adam pura_pura marah


Tanpa aba-aba Adam langsung membuka kaos yang ia kenakan " Apa yang Kakak lakukan " tegur Nya

__ADS_1


" Lihat lah, ini ulah siapa.? ini semua ulah mu" kesal adam


Meisya menutup mulut nya dengan kedua tangan nya " Ti..tidak mungkin itu kelakuan ku, aku tidak pernah menjadi macan tutul, bahkan dengan suami ku pun, aku tidak pernah sebuas itu, bahkan aku hanya bisa diam saja " kata polos Meisya


Adam bukan nya kesal mendengar jawaban Meisya ia malah tersenyum puas ternyata wanita nya hanya melakukan nya kepada dirinya saja, tidak dengan suami nya " apa benar yang kamu katakan barusan ?" tanya Adam sambil membelai wajah Meisya


" Iyah, jadi mana mungkin aku melakukan itu kepada kakak, kakak jangan ngada_ngada "


" kalo kamu tidak percaya lihat lah, tubuhmu saat ini "


Dengan reflek Meisya melihat tubuhnya " Aaaahhhhh" teriak Meisya yang melihat dirinya tidak menggunakan sehelai benang pun

__ADS_1


" Hiks.. apa yang sudah Kakak lakukan kepadaku " Meisya langsung menangis histeris


" Is apa begini cara menghadapi anak bocah yang sudah merasakan enak nya pisang tanduk " Kesal adam,. siapa yang menggoda duluan malah dirinya yang kena getah amukan Meisya


__ADS_2