Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
LAMARAN


__ADS_3

" Yank. ini Sabun, handuk dan yang lain nya " Ucap Lili di depan Pintu Toilet


" Sebentar Yank, ini lagi tanggung " jawab Reno di dalam kamar mandi


" eum.. " Lili berdiri di depan pintu sambil menunggu Reno


" Mana Yank " Reno membuka Pintu kamar mandi sedikit Ia mengeluarkan tangannya Agar bisa mengambil Handuk dan lainnya dari Lili


Lili membulatkan kedua bola mata nya ketika Reno hanya mengeluarkan tangannya saja " Ini " Setelah memberikan Perlengkapan Mandi Untuk Reno, Lili langsung pergi meninggalkan Kamar mandi


Lili benar-benar langsung gelagapan ketika Sudah menjauh dari kamar mandi baru kali ini ia Melayani seorang pria " Ya ampun kenapa ini jantung, Kenapa dia malah Dad dig dug kaya gini " Gumam Lili " Lupakan Lili kamu tidak boleh melihat itu " Lili menggelengkan kepalanya ia mencoba melupakan apa yang ia lihat barusan


~ DI RUMAH


Meisya duduk di taman dengan bibi Vina dengan di temani Jus Mangga permintaan Meisya " Bagai mana kesehatan Cucu Bibi, apa dia sehat? " tanya Bibi Vina


" Alhamdulillah.. sehat Bi " Jawab Meisya


" Syukurlah, semoga Cucu Bibi Sehat Samapi lahiran nanti ya "


" Amin bi. Oh iya bagai mana dengan keadaan Paman? " Tanya Meisya yang Khawatir Karena semalam penyakit paman Ibram kambuh lagi


Bibi Vina berubah menjadi sendu " Paman mu sudah baikan, Tapi Bibi khawatir jika penyakit Paman mu itu kambuh lagi "


Meisya mengelus lengan Bibi Vina " Kita doakan yang terbaik Buat paman ya Bi, Setiap penyakit pasti akan ada obatnya "


Bibi menganggukkan kepala. Meisya sudah tau penyakit Paman Ibram Awalnya Meisya kaget mendengar Penyakit Paman Ibram Siapa yang sangka jika Paman Ibram saat ini sedang sakit parah Bahkan Bibi Vina tidak memberitahukan kepada Lili ataupun Adam " Jaga rahasia ini ya Nak, Bibi percaya kepadamu Jika kamu bisa memegang rahasia ini " Itulah yang di ucapkan Bibi Vina kepada Meisya waktu itu


" Apa tidak di coba untuk berobat ke luar negri Bi? " tanya Meisya


" Paman mu yang tidak mau, Bibi sudah membujuk Paman mu tapi Paman mu malah Kekekeuh menolaknya. Paman hanya ingin menghabiskan sisa umurnya bersama kita " Lirih Bibi Vina


Meisya bisa merasakan bagaiman perasaan Bibi Vina saat ini, bibi Vina pasti sangat sedih dengan Kondisi Paman Ibram.


" Bibi. bibi yang sabar ya semoga Kita mendapatkan jalan keluarnya "


" Iyah Nak. bibi berharap ada keajaiban Dari Allah Untuk kesembuhan paman mu "


" Amin.. "


Meisya melirik jam yang melingkar di tangan nya " Bibi ini sudah sore Meisya permisi dulu ya mau Menyiapkan keperluan Mas Adam dulu, Sebentar lagi Mas Adam pasti Samapi rumah " Pamit Meisya


" Iyah sayang. Bibi juga mau melihat Paman mu di kamar apa dia sudah bangun apa belum " Bibi Vina pun langsung berdiri dan Berjalan ke arah Kamar Paman Ibram

__ADS_1


Sedangkan Meisya ia juga pergi ke kamarnya untuk Menyiapkan keperluan sang suami, Ini Sudah menjadi Rutinitas Meisya untuk Menyiapkan semua kebutuhan Adam


Dan benar saja Adam pulang dengan tepat waktu " Halo Sayang " Adam memeluk Meisya dari belakang dan mengecup Pundak Milik Meisya


" Mas.. mandi Dulu " Tegur Meisya Kepada sang suami


" aku merindukan mu Sayang, Bagai mana jika kita mandi bersama Hem.. "


Meisya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya " Baikan Suamiku, Aku ikut bersama mu " Jawab Meisya memutarkan tubuhnya lalu mengalungkan kedua tangannya di Leher Adam


Adam yang mendapatkan sambutan hangat dari sang istri tidak menunggu lama Ia langsung membawa sang istri ke Dalam kamar mandi dan....


...#SKIP...


Sore sudah berganti Malam, Malam ini Semua orang sedang berkumpul mengelilingi Api Unggun, Ada yang memainkan Gitar, ada yang bernyanyi dan ada juga yang membakar jagung


Jreng....


Di hidup ini


Telah kusinggahi banyak cinta


Namun tak pernah aku temui cinta


Lili langsung menoleh kearah suara, Lili merasa kenal dengan suara nya, Benar saja Lili langsung membulatkan kedua bola mata nya ketiak melajang siapa yang sedang bermain Gitar


Hal hebat kurasakan


Kini dicintai seseorang


Yang ku pun mencintai


Itu sempurna


Takkan siakan dia


Belum tentu ada yang seperti dia


Satu dunia tahu aku bahagia


Banyak pasang mata saksinya


Senyum mengambang di Wajah Lili ia merasa Jantung Cinta lagi dengan pria yang sedang memegang Gitar, Suara yang sangat enak di dengar bahkan Lili Samapi terpesona...

__ADS_1


Lili mengayunkan kepalanya ke kanan dan Kiri ia benar-benar Menikmati irama lagu yang di bawakan oleh kekasih nya itu


Dalam diamku


Kupanjatkan selalu doa untuknya


Jodoh bukan soal sempurna


Namun yang mampu tangguh tuk bertahan


Dan berjuang.....


Prok.. prok.. prok...


Orang-orang memberikan tepuk tangan untuk Reno mereka Mengagumi suara Reno yang begitu Indah


Reno tidak langsung kemabli ke samping Kekasih nya ia malah berdiri Dan mengambil Mik " Selamat malam semuanya " Sapa Reno


*malam... " jawab Mereka serempak


" Terimakasih kepada Bapak panitia yang sudah mengijinkan saya berada di depan ini Dan Mohon Maaf jika kegiatannya saya Potong sebentar. Di malam ini Saya ingin kalian semua menjadi saksi "


Lili mengerutkan kening nya ia bingung dengan ucapan Kekasih nya itu " Apa yang akan di lakukan oleh Reno " Batin Lili bingung


" Lili Mungkin aku bukanlah Pria yang romantis bahkan aku sengat kaku ketika sedang bersama dirimu, Namun aku bersyukur karena telah bertemu dengan dirimu, Wanita Tomboi yang selalu Apa adanya bahkan Kamu tidak pernah Menunjukan ada manis-manis tapi aku tetap Menyukaimu bahkan aku sangat Menyayangi mu "


Lili mulai meneteskan air mata kedua tangan Menutupi mulut Miliknya


Reno berjalan ke arah Lili lalu berjongkok " Di sini di depan teman dan juga rekan kerjaku aku ingin mengucapkan " Marry me " Reno membuka kotak kecil yang berwarna merah " Sayang Aku tau Aku bukan pria yang di inginkan oleh mu tapi Aku janji kalo aku akan selalu membahagiakan mu dan mencintai mu sampai akhir hayat ku "


Reno sangat Tau diri dirinya saat ini masih menjadi pegawai Biasa bahkan Jika di bandingkan dengan Lili mungkin Lili lah yang paling tinggi kedudukan nya Namun Reno tidak ingin pesimis ia Akan membuktikan jika dirinya bisa membahagiakan Lili dengan kerja kerasnya


* terima.. Terima... terima... * Orang-orang Berteriak agar Lili menerima Lamaran Reno


Lili tidak menyangka jika Reno akan melamar dirinya Di sini bahkan Reno melamar dirinya di depan semua Rekan kerja nya " Aku tidak bisa berkata-kata yank hiks.. "


" Yes Or No " Kata Reno


Lili menganggukkan kepalanya " Yes.. "


* Hore... " seru mereka sambil memberikan tepuk Tangan


Reno dangan Repleks Memeluk Lili lalu memutarkan tubuhnya, Reno sangat bahagia ketika lili mendengar Jawaban dari Lili

__ADS_1


" Terimakasih sayang. Terimakasih " Reno mengecup kening Lili lalu memeluk Lili kembali


__ADS_2