
Pagi hari
Lili sedang sarapan di meja makan dengan kedua orang tua nya, Iya kedua orang tua Lili datang untuk menjadi pengganti kedua orang tua Adam " Sayang... Papah lihat Kamu sangat sedekat dengan laki_laki yang kemarin.?" tanya papah Ibram
" Iyah mamah juga sependapat dengan papah " Balas Mamah Vina sambil mengoleskan selai di atas roti
Lili berhenti menyendoki nasi goreng ke mulut nya " Eum itu..."
" Jujur saja tidak apa-apa nak "
Lili melihat ke arah Papah dan juga mamah nya, ia sakit takut karena ini pertama kali nya di interogasi oleh kedua orang tua nya, apa lagi lili takut jika kedua orang tua nya tidak bisa menerima latar belakang Keluarga sang kekasih yang sangat sederhana
" Dia Rafa, Aku baru pacaran dengan nya beberapa bulan ini " Ucap ragu lili sambil menunduk " Tapi papah sama mamah tenang saja Aku pacaran juga atas restu kak Adam ko " kata lili menekankan kata restu agar kedua orang tua nya yakin
Papah Ibram menatap sang putri " Jika kakak mu sudah merestui nya maka bawah lah laki_laki itu ke hadapan papah, papah ingin tau seberapa gentle nya laki_laki mu itu "
Jika Adam sudah merestui nya maka tidak perlu di meragukan lagi tapi tetap saja keputusan Ada di papah ibram " Eum.. tapi "
__ADS_1
" Tapi kenapa sayang.?" tanya mamah Vina
" Tidak apa-apa mah, nanti lili akan sampaikan kepada Reno jika papah ingin bertemu " Balas lili
Papah ibram mangut_mangut lalu melanjutkan sarapan nya dengan tenang
Sedangkan di sebuah hotel, Adam baru saja bangun dari tidur nya, ia menatap sang istri dengan lekat lalu Tersenyum ketika mengingat kejadian semalam yang sangat berkesan bagi dirinya, Adam mengelus pipi cantik milik sang istri " Selamat pagi istriku " Sapa Adam yang melihat Sang istri sudah mulai membuka mata nya
" Pagi juga suamiku " balas Meisya dengan senyuman manis nya
" Eump... " Bi** meisya langsung di sosor oleh Adam, Meisya pun membalas ciu** sang suami
" Apa boleh aku mengulanginya lagi.?" tanya Adam dengan suara paruh nya
Meisya menganggukkan kepala nya, Meisya tidak ingin munafik kalo dirinya ingin mengulang Perci** dengan sang suami apa lagi sentuhan Adam yang sangat memabukkan buat dirinya " Lakukanlah mas "
Tanpa menunggu lama Adam pun melanjutkan aksinya, Adam membalikan tubuhnya sehingga tubuh meisya berada di atas " Bergerak lah sayang "
__ADS_1
Meisya bergoyang seperti striptis di atas sana, tubuh yang elak elok dan dua gundukan yang ikut bergoyang membuat Adam semakin gila di buat nya " Uh... sayang " Adam merem** bo** milik sang istri lalu memaju mundurkan agar semakin Dala*
" Mas.. ini sangat menusuk " Racau Meisya yang masih setia bergoyang di atas sana dengan Des** yang sangat indah
Adam mengambil Alih stir nya " Plak... " Adam memukul Boko** milik sang istri karena saat ini sedang bergaya menung***
" Uh mas.. cepat dan tekan mass.. Uh... iya.. begitu... terusss mass..... "
semakin menantang Adam pun meremas boko*** milik sang istri " Bareng sayang..."
Adam langsung berganti gaya, kini kaki meisya sudah berada di bahu Adam agar cairannya masuk semua, Adam mempercepat gerakan nya hingga akhirnya " Aaaaahhhhh...." Des** mereka berdua bersamaan
" Terimakasih istriku cup " Adam mengecup kening sang istri
" Sama_sama suamiku " Adam memeluk sang istri dengan hangat
" Mas aku ingin ke kamar mandi "
__ADS_1
" Tahan dulu sayang, kita tunggu beberapa menit lagi agar cairan yang aku semburkan masuk terlebih dahulu kedalam perut mu " Kata Adam sambil mengelus perut rata sang istri