Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
TANTE SARI


__ADS_3

Kanza duduk lesehan seperti yang lain karena saat ini mereka sedang membuat Kue akar kelapa " Mom ini pasti enak " Ucap Kanza


" Tentu, kamu mau coba? Ada tuh yang sudah jadi " Kata Mommy yang langsung menawarkan Kanza


Kanza tersenyum malu. " Nanti saja Mom, Sekarang aku lagi mau makan rujak " Jawan Kanza


 " Rujak? "


 " Iyah, tadi aku beli di jalan " Jawab Kanza


" Non, ini rujak nya " Kata Bibi yang memberikan Mangkuk kepada Kanza


" Terimakasih Bi. " Ucap Kanza yang langsung mengambil mangkuk dari tangan bibi


Saudara Daddy yang merasa tidak suka karena melihat Kanza yang begitu dimanja oleh Mommy dia langsung memutarkan kedua bola matanya " Baru hamil berapa bulan saja sudah banyak ngerepotin orang apalagi kalau hamilnya sudah besar bisa-bisa rumah ini riuh gara-gara ngurusin orang yang lagi hamil satu " Sindir saudara Daddy


Kanza yang tadinya akan memakan rujak ia langsung menaruh kembali sendok di dalam mangkuknya dan ganja pun langsung menoleh ke arah yang bersuara.


Mommy yang melihat perubahan ekspresi sang menantu ia langsung mengelus lengan sang menantu dengan " Kenapa menantuku harus merepotkan? yang ada Kami senang ketika ada menantuku di sini " Balas Mommy


Tante Sari memang memiliki mulut yang pedas dan Bahkan ia juga merasa iri karena Kanza telah menikah dengan Rafa yang awalnya Tante Sari ingin sekali Jika Rafa menikah dengan ponakannya.


" Kamu itu selalu saja membela menantumu itu, Jika dia sangat merepotkan nggak usah kamu tutup-tutupi lagian apa sih hebatnya dia "


Kanza ingin menjawab ucapan Tante Sari namun ucapannya terhenti oleh Amira " kakak iparku itu memang hebat Bahkan dia ini adalah Nona muda yang memiliki saham yang sangattttt besar dan Bahkan dia ini juga adalah donatur pertama di yayasan kami " Kata Amira " Jadi wajar saja jika kami juga memanjakan dia karena tanpa kakak iparku ini yayasan yang sedang aku urus saat ini tidak mungkin memiliki bangunan yang begitu mewah " lanjut Amira yang sudah merasa gatal ingin menjawab semua ocehan Tante Sari


" Cih.. paling juga itu uangnya Rafa kalau Bukan uang Rafa uang siapa lagi dia kan hanya pegawai cafe biasa " Kata Tante Sari yang tidak ingin kalah " seharusnya kamu itu ya hati-hati dengan menantumu itu bisa-bisa dia itu menjadi lintah darat dan terus menghisap uang dan kekayaanmu " Lanjut Tante Sari sambil tersenyum sinis kepada Kanza


Amira yang sudah geram ia langsung mengeluarkan handphonenya dan membuka artikel tentang Kanza lalu memberikan handphone miliknya kepada Tante Sari " Nih baca siapa Kakak iparku ini "


Tante Sari Yang penasaran pun ia langsung membaca artikel yang diberikan oleh Amira, kedua bola mata Tante Sari Solah akan loncat ketika melihat siapa Kanza sesungguhnya, bahkan Tante Sari tidak menyangka Jika ternyata wanita yang sering iya hina itu adalah seorang Nona muda dari keluarga yang sangat terpandang di Korea.


Dengan kasar Tante Sari memberikan handphone kepada Amira " ini paling buat buatan kamu saja agar aku mau menyukainya, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyukainya karena dia telah merebut hak milik orang lain " Tante Sari langsung meninggalkan dapur dengan wajah yang marah


Amira menggelengkan kepalanya ya benar-benar tidak habis pikir dengan tantenya itu bisa-bisanya berkata seperti itu kepada kakak iparnya Untung saja di sini tidak ada Rafa coba kalau ada bisa habis Tante Sari di marahin oleh Rafa " Is kok aku gedek banget ya sama Tante Sari " Kesal Amira


Kanza langsung mengelus lengan Amira " sudah jadi lawan lagi orangnya sudah tidak ada " Kata Kanza


" kamu itu seharusnya bales dong omongannya ya jangan diam aja jangan mau kamu diajak sama orang yang seperti itu " Keluh Amira

__ADS_1


" Amira, Kanza itu bukan seperti kamu jika marah langsung ia balas begitu saja, Mommy cukup paham dengan sikap Kanza yang lebih memilih diam dari pada menjawab, karena Kanza tidak ingin orang lain memandang dirinya itu sebagai Nona Muda tapi Kanza itu menginginkan orang menilai dia itu seperti orang biasa saja " Ucap Mommy yang begitu paham dengan menantunya " Sudah jangan kamu pikirkan lagi omongan Tante Sari, dia memang begitu orangnya jika ada sesuatu hal yang tidak bisa ia dapatkan pasti saja dia akan selalu mencari gara-gara "


Kanza menganggukkan kepalanya " Iyah Mom " Jawab Kanza


" Ayok lanjutkan lagi makan rujaknya Bukannya tadi kamu ingin makan rujak kasihan cucu Mommy pasti dia sudah tidak sabar ingin makan rujak " Ucap Mommy


" Iyah Mom "


Mommy membuang nafasnya pelan ia tidak habis pikir kepada saudaranya itu yang terus saja tidak bisa menerima jika ponakannya itu tidak bisa menikah dengan Rafa, lagian yang akan menikahkan Rafa Bukannya dia tapi kenapa dia yang malah kesal.


Amira melihat ganja yang sedang menikmati rujak ia langsung menelan air ludahnya " Kanza, sebetulnya rujak yang kamu beli itu enak sekali Boleh aku mencoba? " Tanya Amira


" Kamu mau? " Tanya Kanza


" Boleh? "


Kanza tersenyum " Tentu Boleh dong masa nggak, atau Kamu mau yang baru tadi aku beli beberapa bungkus kok takutnya ada yang mau " Kata Kanza


" Nggak usah cari yang susah, yang ini aja nggak apa-apa ko, toh kita juga udah biasa makan bareng " Kata Amira ya langsung mencoba rujak di mangkuk milik Kanza


Mommy yang melihat Putrinya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya " jangan terlalu banyak kasihan cucu Mommy, kebahagiaannya cuma sedikit Lagian Apa susahnya sih kamu ngambil ke depan sana " Tegur Mommy


" Aku malas ke depannya Mom, Lagian ini aku juga cuman makan sedikit ko " Amira memanyunkan bibirnya


" Noh tuh denger Mom "


" Memangnya tadi kamu sarapan Apa? " Tanya Mommy


" Tadi aku sarapan Nasi goreng kampung pake kemangi Mom, beh rasanya enak banget " Jawab Kanza


Hups..


Amira Hampir saja tersedak gara-gara mendengar jawaban Kanza " Hah!! nasi goreng kampung pakai kemangi? makananmu itu aneh-aneh sekali Kanza tidak bisakah kamu makanan-makanan Yang elit gitu, ya ampun apakah kakak ku sudah jatuh miskin sampai kamu aja Makanya cuman itu aja? " Tanya Amira


 " Hus.. kalau ngomong itu suka ke mana aja, orang ngidam memang begitu kalau makan pasti menginginkan hal-hal yang aneh nanti juga kalau kamu sudah hamil kamu akan merasakannya " Tegur Mom


Kanza tersenyum "Benar yang di bilang mommy, mungkin bawaan dedek bayinya makanya aku suka makan makanan yang seperti itu walaupun terlihat sederhana tapi nikmat " Balas Kanza


CK.. CK.. Ck..

__ADS_1


Amira langsung berdecak " percuma kamu menjadi istri Sultan jika makananmu seperti itu, nanti jika aku hamil terus aku ngidam aku akan meminta sesuatu yang menguntungkan untukku ya contohnya mobil baru rumah baru kalau nggak aku minta berlian yang harganya selangit Hahhahah... "


" Itu Mah Bukan ngidam namannya, tapi memanfaatkan keadaan " Ucap Mommy dan juga Kanza bersamaan


" Biarin Wekkk.. Kan Ayahnya gak akan tau jika aku manfaatkan hahhaha... "


" kalau ngidam itu jangan yang aneh-aneh Nanti anaknya juga kelakuannya akan aneh sepertimu " Tegur Mommy " dan Mommy yakin jika Calon Anaknya Kanza akan tumbuh menjadi Anak yang sederhana dan berbakti kepada kedua orang tua "


" Amin... "


Hari sudah mulai siang, Kanza masih membantu Mommy untuk membuat Kue padahal Mommy sudah melarang Kanza untuk ikut membantu tapi Kanza tetap saja Kekeh ingin bantu.


" Hai Kanza " Sapa Rina ponakan Tante Sari


" Hai juga Rina " Sapa Balik Kanza. Rina usianya lebih muda dari Kanza Tiga Tahun namun entahlah dia selalu memanggil Kanza dengan sebutan nama.


" Katanya kamu sedang hamil? "


" Iyah " Jawab Kanza mengelus perut Kanza pelan


" Oh, tapi yakin nggak tuh anaknya Rafa? Ups.. " Rina langsung menutup mulutnya lalu meninggal Kanza dengan senyuman sinis


Kanza yang sudah naik pitam ia menarik napas dalam-dalam agar emosinya tidak terpancing oleh wanita ular itu. Kanza cukup yakin jika dia ke sini adalah perintah Tante Sari karena kalau bukan tetesan yang mengajak dia ke sini tidak mungkin Rina akan datang apalagi Rina saudara jauh.


" Is Awas kamu ya " Gumam Kanza sebal


Rina masuk ke dalam dan dia pun menyapa setiap orang yang ada di dalam rumah bahkan Rina pun tidak segan-sekian untuk bergelayut manja di lengan Mommy.


" Tante apa kabar Aku tuh udah rindu banget loh sama Tante? "


" Tante Baik-baik saja, kalau rindu Kenapa tidak datang? Padahal tante senang loh kalau kamu datang Jadi ada yang bantuin tante beres-beres rumah hehehe.. "


" Is.. Tante pikir aku Upik abu apa " Keluh Rina sebal. "masa aku yang cantik ini malah disuruh beres-beres rumah sih " Keluh Rina


" Hahhaa.. Tante hanya bercanda saja kok mana mungkin Tante membiarkan kamu beres-beres rumah, Tante juga kan banyak pelayan di rumah "


" Heheheh.. iya aku tau jika Tante tidak mungkin melakukan itu kepadaku yang cantik ini, Oh iya Tante Kak Rafa Mana? " Tanya Rina sambil mencari keberadaan Rafa


" Rafa masih di kantor Lagian kenapa kamu nanya kepada Tante tanyalah kepada istrinya, Kanza pasti akan lebih tahu daripada Tante "

__ADS_1


" Is.. Tante mah suka gitu, tante tahu sendiri kan kalau kakak Kanza itu kurang suka sama aku jadi Mana mungkin aku nanyain nya sama Kak Kanza " Ucap Rina yang langsung merubah wajahnya menjadi sedih seolah-olah dialah yang menjadi korban


" Ya harap di maklum aja kalau menantu tante seperti itu Lagian istri mana sih yang mau melihat suaminya ditanyain orang wanita lain, Dan kamu harus bersikap dewasa Rafa itu sudah memiliki istri jadi lebih baik kamu mencari pria lain yang bisa membahagiakan kamu jangan mengharapkan cinta dari seseorang yang sudah memiliki orang lain " Mommy cukup tau betul Bagaimana sifat Rina yang masih mengharapkan Rafa menjadi miliknya padahal Mommy selalu memberikan pengertian kepada Rina agar Rina mencari pria lain.


__ADS_2