Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
TIGA BULAN KEMUDIAN


__ADS_3

TIGA BULAN KEMUDIAN


Sudah tidak bulan usia pernikahan Kanza dan juga Fadil, pernikahan mereka cukup adem bahkan mereka semakin mesra semenjak Kanza di nyatakan telah hamil, Iya saat ini Kanza telah hamil empat minggu, kehamilan Kanza di sambut bahagia oleh pihak keluarga bahkan mereka Sangat bahagia


Sepertinya saat ini Daddy mengadakan Barbeque di rumah nya, Ia mengajak anggota keluarga untuk merayakan kehamilan Kanza padahal Kanza dan Fadil tidak seheboh Daddy.


" Mari semuanya kita bersulang untuk menantuku yang sedang hamil saat ini " Ucap Daddy yang mengacungkan gelas miliknya


" Selamat ya kak, Akhirnya keinginan memiliki cucu terkabul juga hehhee... " Ucap Ibu Lili


" Terimakasih Adikku sayang " balas Daddy


" Kakakku sangat manis jika sedang bahagia seperti ini "


" Lalu Jika dia sudah bahagia memangnya tidak manis? " Tanya Mommy


" Hm... Jangankan manis kecut yang ada Hahaha... "


 " Ya begitulah Kakak mu " Balas Mommy


Fadil begitu perhatian kepada Kanza, Fadil rela tidak makan sebelum istrinya yang makan terlebih dahulu.


" Aaaa sayang " Fadil menyuapi daging untuk Kanza


" Terimakasih Habby " Entahlah semenjak Kanza hamil, Kanza begitu manja kepada sang suami membuat suaminya pun gemes di buatnya


Mommy yang melihat interaksi Anak dan menantunya cukup senang karena mereka begitu saling mencintai dan saling menyayangi, di awali dengan perjodohan membuat Mom tidak yakin jika putra nya bisa secinta itu kepada Istrinya bahkan Mom pikir jika rumah tangga putranya itu tidak akan hangat tapi ternyata Mom salah, sekarang terlihat jelas jika putranya lah yang tidak bisa jauh dari menantinya.


" Kamu tahu kenapa dulu aku menjodohkan bandel dengan Kanza? " Tanya Mom kepada Ibu lili


" Kenapa? "


Mom tersenyum " selain Kanza baik cantik tapi aku suka dengan kepribadiannya dan aku yakin dia bisa berubah putraku yang awalnya dingin dan jadi hangat, mungkin kamu juga tahu bagaimana kepribadian Fadil, anak itu terlalu cuek kepada wanita bahkan wanita pun banyak yang takut dengannya tapi setelah dengan Kanza, putraku menjadi hangat dan bisa bergaul dengan yang lain seperti saat ini "


" Iyah, Bahkan Fadil jarang sekali ikut berkumpul seperti ini dia lebih memilih untuk kerja-kerja dan kerja Bahkan aku Sampai heran kenapa baterai anak itu selalu full untuk bekerja hahaha.. " Timbal Lili" aku begitu melihat jelas perubahan dari Fadil dan aku juga bahagia untuk kamu karena selain bisa menggoyangkan dan porak porandakan hati Fadil, Kanza juga sudah berhasil menghidupkan keluarga kita " lanjut Lili


" Kamu benar, Aku cukup bersyukur memiliki menantu sepertinya, kamu juga tahu kalau saat ini dia sudah menjadi Nona Muda Lee tapi dia sedikitpun Tidak berubah masih sama seperti dulu "


" Itulah keistimewaan Kanza dari situ benar-benar baik dari hati dan tidak mengada-ngada " Timbal Lili " Mari kita bersulang untuk kebahagiaan kita dan untuk kebahagiaan anak-anak kita "


Mom dan Ibu Lili mereka bersulang lalu mereka lanjutkan pembicaraan mereka dari satu ke satunya lagi.


Tidak hanya ada anggota keluarga yang ada di sana tapi Lixi dan Marlo juha ikut hadir karena menurut Daddy mereka pantas untuk di jadikan keluarga.


Amira dan Marlo berdiri dengan saling bergandengan tangan di depan anggota keluarga


" Eh eh.. ada apa ini? " Tanya Daddy

__ADS_1


" Om, Tante. Maafkan aku karena aku sudah lancang, Om tante, Aku ingin menikah dengan Amira " Ucap Marlo dengan serius


Uhuk....


Fadil tersedak dengan makanannya karena Marlo yang tiba-tiba meminta ijin untuk menikahi Adiknya " Apa ada yang aku lewatkan? " Tanya Fadil kepada sang Istri


Kanza tersenyum lalu mengedipkan sebelah matanya " Oh Tuhan, kenapa di saat seperti ini. Aku malah semakin jatuh cinta kepadamu Sayang " Fadil langsung memeluk kanza dengan mesra


" Jelaskan Apa yang di maksud oleh mu itu? " Tanya Daddy. Sebenarnya Daddy sudah tahu apa niat Marlo namun Daddy ingin tau sejantan apa calon menantunya itu.


" Iyah Daddy, Mom. Tolong restui kami untuk menikah. Kak Marlo kemarin sudah melamarku dan sekarang aku ingin meminta restu kepada kalian semua terutama Mom Dan juga Daddy "


Plak...


" Ibu, sakit " Keluh Aulia yang mendapatkan pukulan pelan dari sang Ibu


" Kamu lihat itu? Kemarin ponakan laki-laki ku yang menikah dan sekarang Ponakan perempuan ku yang akan menikah, laku kamu kapan? " Keluh Ibu Lili " Ibu itu sudah tidak sabar ingin segera memiliki cucu seperti mereka " keluh Ibu Lili


" Is ema- ema, yang di tanya itu pasti nikah nikah dan nikah " Keluh Aulia


Aulia langsung berdiri dan langsung menggandeng tangan Lixi untuk berjalan ke dekat Amira dan Marlo " Aku tidak ingin kalah juga " Bisik Aulia di telinga Amira


" Apa yang ingin kamu lakukan?" bisik Lixi heran


Aulia tersenyum " Halo semuanya, perkenalkan pria yang ada di samping ku ini adalah kekasihku yang akan menjadi suamiku di masa depan, jadi aku mohon untuk memberikan restu kalian kepada kami " Ucap Aulia


Lixi mempererat genggaman tangan Aulia lalu ia tersesat " Maaf semuanya karena sudah membuat kalian semua terkejut, Tante, Om. Saya Lixi, Saya adalah pria yang tidak tau diri yang sudah mencuri hati anak Om dan juga Tante. Tidak ada yang bisa saya janjikan kepada Tante dan juga om terutama kepada Aulia sendiri karena saya tidak ingin mengumbar janji, karena janji mudah di ucapakan tapi belom tentu bisa di lakukan, namun saya akan melakukannya dengan tekad dan juga pembuktian agar Aulia tetap nyaman dengan saya dan agar om dan Tante percaya kepada saya jika saya benar-benar serius dengan anak Om dan juga Tante " Ucap Lixi panjang lebar membuat orang-orang di sana terdiam dan mendengarkan ucapan Lixi


" Apa dia sedang pidato? " Tanya Fadil kepada Istrinya


" Bisa jadi " Balas kanza yang langsung mengulum senyumannya


" Seharusnya dia tidak bekerja di perusahaan milikku kalo begitu " Timbal Fadil " Apa aku keluarkan saja dia? "


Kanza langsung melirik kearah Suaminya, Bisa-bisanya Suaminya mau mengeluarkan orang yang sudah setia dengan perusahaan miliknya " Jangan ngadi-ngadi deh Habby " keluh Kanza heran


Prok.. prok.. prok...


Daddy dan yang lainnya langsung bertepuk tangan atas keberanian kedua pasangan yang ada di hadapannya itu.


Ibu Lili merasa terharu dengan perkataan Lixi, ia baru pertama kali melihat putrinya di gandeng oleh seorang pria, Ibu lili pikir jika putrinya itu tidak normal.


" Oke, Aku putuskan jika kalian akan menikah di hari yang sama, jam yang sama dan tanggal yang sama " Ucap Daddy


Membuat Aulia dan juga Amira langsung memeluk pasangan mereka masing-masing karena terlalu bahagia.


" Eh.. eh.. lepaskan, Nikah dulu baru peluk-peluk " Tegur Ayah Reno

__ADS_1


Aulia dan Amira langsung melepaskan pelukan mereka, aura kebahagiaan mereka begitu terpancar membuat yang lainya juga ikut bahagia.


" Ibu, Ayah " Panggil Aulia yang masih menggenggam tangan Lixi


Ibu lili langsung memeluk Aulia " Putri Ibu " ibu Lili melonggarkan pelukannya lalu ia menatap putrinya dengan lekat " Selamat ya sayang "


Aulia menganggukkan kepalanya " Ayah dan Ibu sudah merestui kalian jadi jangan sia-siakan kepercayaan dari kami " Menepuk pundak Lixi


" Baik Om " Jawab Lixi


Acara barbeque terus berlangsung sampai tengah malam Ternyata bukan hanya merayakan kehamilan Kanza saja melainkan merayakan kebahagiaan Aulia dan juga Amira Yang sebentar lagi akan menikah dengan pria yang menjadi pilihan mereka.


Semua terlihat bahagia bahkan semua tertawa ada yang mendoakan ada juga yang menggoda kedua pasangan itu dan ada juga yang meledek apalagi Fadil ya awalnya tidak mengetahui tentang hubungan kedua adiknya membuatnya ketinggalan berita.


Ting...


Handphone milik Kanza berbunyi,Kanza langsung membuka pesan yang masuk ke dalam Handphone miliknya, Kanza membulatkan kedua matanya lalu..


Prang...


Kanza menjatuhkan handphone miliknya


" Sayang kamu kenapa? "


Kanza tidak bisa berucap apa-apa ia menutup mulutnya dengan air mata yang sudah berlinang di pipinya " Hei hei.. sayang ada apa? " Sontak saja yang awalnya riuh dengan kebahagiaan seketika hening melihat Kanza yang terlihat shock


Fadil mengambil handphone milik sang istri lalu ia memeluk sang istri ketika Fadil tau apa pesan yang masuk ke handphone istrinya.


" I..tu tidak benarkan Habby hiks.. " Kanza menangis histeris di pelukan suaminya


Daddy yang melihat menantunya menangis histeris ia langsung mendekat dan mengambil Handphone milik kanza, siapapun pasti akan Shock ketika mendapat kabar jika Kakek nya telah di bunuh oleh keluarga nya sendiri.


Pesan yang di kirim oleh Ha-na yang berisi Vidio pembantaian Rumah tuan Lee bahkan Ha-na mengirim foto Tuan Lee yang sudah tidak bernyawa.


" Bawa Istrimu ke dalam, Ini biar daddy yang tangani " Ucap Daddy dengan tegas


Ketika Fadil Berniat membawa Kanza ke kamar, Kanza malah pingsan membuat orang-orang yang ada di sana Khawatir dengan keadaan Kanza Apa lagi saat ini Kanza sedang hamil.


Mommy langsung mengikuti Fadil kedalam kamar " Nak, jaga istrimu ya, dia saat ini sedang shock dan akan membutuhkan kamu di samping nya "


" Tapi Mom, Aku harus ikut bersama Daddy "


Mom membuang Napasnya pelan " Tidak perlu, Kamu percayakan semuanya kepada Daddy mu, kamu juga tau betul bagaimana Daddy mu " ucap Mommy


Fadil mengepalkan kedua tangannya ia benar-benar marah apa lagi melihat istrinya sampai tidak sadarkan diri.


Kanza telah di periksa oleh Dokter, dan kata Dokter kandungan Kanza baik-baik saja hanya saja jangan membuat Kanza stres karena itu bisa mempengaruhi kehamilannya.

__ADS_1


Daddy dan Ayah Reno mereka langsung terbang ke korea dengan helikopter. Daddy tidak mengijinkan Fadil ikut karena Saat ini yang di butuhkan Kanza adalah suaminya.


__ADS_2