
Di rumah Lili baru saja sampai namun ia tidak menemukan siapa-siapa bahkan sepi " Kemana orang-orang rumah Apa mereka sedang tidur siang " gumam Lili
Lili menaruh tas nya di sopa lalu ia pergi ke kamar orang tuanya " Mah, pah " Lili yakin jika mereka berada di kamar tidak mungkin mereka pergi karena ini hari Minggu
" Masuk "
Lili masuk kedalam kamar kedua orang tau nya, benar saja Mereka ada di dalam sedang istirahat " Mah, Papah kenapa? sakit lagi? " tanya Lili kepada Bibi Vina
" Iyah, penyakit papah kamu kambuh lagi. Kamu pulang sendiri, Reno tidak mampir? " Tanya Bibi Vina
" Tidak mah, Tadi kak Reno langsung pulang " jawab Lili yang berjalan kearah tempat tidur dan duduk di samping Paman Ibram
Paman ibram yang merasa ada yang duduk di samping nya lambung bangun " Putri papah sudah Pulang " Lirih Paman Ibram pelan
" Iyah Pah, Lili baru sampai Ini aja Lili belum mandi langsung ke Seni " jawab Lili " Papah sakit apa? kenapa Papah Sakit lagi "
" Papah mu sudah tua makanya sering sakit-sakitan " Bukan Paman Ibram yang menjawab melainkan Bibi Vina yang ikut duduk di samping Suami dan juga putrinya
" Papah harus sembuh biar bisa menghadiri pernikahan Lili, Jika Papah sakit kata gini bagai mana Papah akan menjadi wali, bukanya Papah ingin menyaksikan Lili menikah dengan kak Reno " Ucap Lili agar Paman Ibram semangat untuk sembuh
" Apa maksud pembicaraan mu Nak, Apa Nak Reno Sudah melamar mu? " Tanya Bibi Vina yang di balas anggukan oleh Lili
" Selamat ya sayang "
" makanya Papah harus sehat agar bisa menjadi wali di pernikahan Lili "
" Iyah Nak, Papah akan sembuh demi kamu " jawab Paman Ibram pelan
Lili membaringkan tubuhnya di samping Paman Ibram lalu ia memeluk paman Ibram " Pah, mah, Kata Kak Reno ia akan membawa Bunda ke sini satu Minggu lagi " ucap Lili
" Baiklah, Nanti Mamah sendiri yang akan menyiapkan nya Sayang " jawab bibi Vina
Bibi Vian bisa bernapas lega akhirnya putrinya akan menikah juga, Bukan apa-apa saat ini kondisi Paman Ibram semakin memburuk bahkan Paman Ibram hari ini mengeluh seluruh badannya terasa sakit, Bibi Vian takut jika sang suami tidak bisa menyaksikan acara pernikahan putrinya semata wayangnya.
__ADS_1
" Kenapa mamah nangis? " Tanya Lili kepada Mamah nya
" Mamah tidak nangis sayang, Mamah hanya bahagia karena kamu akan menikah dengan Nak Reno, Kalo kamu sudah menikah Kami sudah bisa tenang dan Bisa bepergian lagi seperti kemarin " Elak Bibi Vina
" Hem.. Mamah cengeng, Lihat tuh Pah. Mamah cengeng sekali masa ia karena aku mau nikah sampai menangis kaya gitu " ledek Lili
Paman Ibram tersenyum pelan Jujur saja saat ini dirinya merasa lemah sekali bahkan tubuhnya terasa sakit dan Ngilu apa lagi Lili menaruh kepalanya di dada Paman Ibram, Namun paman Ibram juga tidak mungkin menyuruh Lili untuk bangun dari dada miliknya bisa-bisa Lili curiga jika saat ini kondisi tubuhnya sedang tidak baik-baik saja.
Lili bangun dari pelukan Papah nya " Mah, Pah, Apa aku boleh meminta sesuatu? " Tanya Lili Serius
" Apa sayang "
" Aku minta sama papah dan Mamah untuk tidak memberatkan Kak Reno nanti. Aku tidak ingin Kak Reno mundur dari pernikahan ini hanya karen Papah dan Mamah memberikan sarat yang berat untuk kak Reno "
" Apa Ini kemauan Nak Reno ? "
Lili Menggelengkan kepalanya " Bukan Mah, Hanya saja kita tau sendiri bagai mana kerjaan Kak Reno, Kak Reno masih karyawan biasa tidak mungkin Kak Reno Bisa memenuhi keinginan kalian " Ucap Lili. Lili tidak ingin setelah ia menikah Reno malah banyak hutang untuk memenuhi keinginan kedua orang tuanya
" kamu tenang saja, Papah dan mamah tidak akan memberatkan Nak Reno, Paling nanti Kita akan meminta Pesta meriah di atas Kapal pesiar Hahaha " Bibi Vina tersenyum apa lagi melihat Putrinya yang sudah melotot
" hahaha.. lagian kamu ini sayang Bisa-bisa mempunyai Pikiran Jelek terhadap Kita "
" Yakan Aku tau Betul bagai mana Mamah yang menginginkan pernikahan yang cukup meriah untukku "
" Dengar, Mamah dan papah tdia akan memberatkan Nak Reno, Kalian menikah sesai kemampuan Nak Reno saja " jawab Bibi Vina
Ini adalah sarat dari Reno kepada Paman Ibram, Malam itu Reno bersedia menikah secepat mungkin asalkan Paman Ibram dan Bibi Vina bisa menerima Keputusan Reno Yang tidak akan menerima biyaya sepeserpun dari Keluarga Lili, Reno akan menikah sesuai dengan kemampuan nya sendiri Dan Awalnya kedua orang tua Lili tidak setuju tapi akhirnya mereka setuju dengan sarat yang di berikan oleh Reno
Adam dan juga Meisya baru saja sampai di rumah mereka juga tidak melihat keberadaan orang-orang rumah '' Aku menaruh ini dulu ya Mas '' Ucap Meisya Yang langsung berlalu ke dapur
Sedangkan Adam ia pergi ke kamar paman nya karena ia juga tau jika Paman Ibram sedang sakit
tok.. Tok..tok..
__ADS_1
'' Masuk ''
Adam masuk kedalam kamar Milik Pamannya lalu ia Lili yang sedang memeluk Paman Ibram '' Sudah pulang kamu Li? '' tanya Adam yang berjalan ke arah sopa '' Tumben pada kumpul di sini Ada apa? '' Tanya Ada
'' Meisya mana? '' Tanya bibi Vina kepada Adam
'' Lagi ke dapur menaruh makanan, Tadi kita mampir ke restoran padang dan Istriku meminta di bungkus untuk orang-orang rumah '' Jawab Adam
'' Oh ''
'' Jadi ada apa TUmben pada ngumpul '' Tanya Adam lagi
'' Is Kakak Kepo '' sindir Lili sambil nyengir
Adam langsung melotot kearah Lili '' Sudah-sudah jangan berantem terus '' Tegur Bibi Vina '' Adikmu satu minggu lagi akan di lamar oleh Nak Reno ''
'' Benarkah? '' Tanya Adam melirik kearah Adiknya lalu mendapati Lili yang menganggukkan kepala
'' Bagus deh biar Rumah ini tentram dan damai '' Jawab Adam santai sambil melipatkan kedua tangannya di dada
'' Ih.. Kakak! '' Kesal Lili yang langsung bangun dari pelukan Paman Ibram
'' Kalian ini berisik saja. Sudah sanah kalian keluar biarkan Papah istirahat dengan Tenang '' Usir Bibi vina kepada Adam dan juga Lili
Karena mendapatkan usiran dari Bibi Vina Akhirnya Akhirnya Adam dan Lili keluar dari kamar Paman Ibram '' IH.. Kakak sih '' Kesal Lili Yang sudah berada di luar kamar
'' Dih dia nyalahin orang '' Ucap Adam yang langsung berlalu begitu saja meninggalkan Lili
Meisya yang baru dari dapur melihat Lili yang sedang mengumpat '' Kamu sudah Pulang Li? '' Tanya Meisya
Lili bukannya menjawab ia malah melihat ke arah gelas yang sedang di pegang Oleh Meisya '' Lili itu Jus milik Mas Adam '' Tegur Meisya kesal
'' Biarkan Saja, Aku kesal juga karena suamimu yang menyebalkan itu '' Gerutu Lili yang langsung memberikan gelas kepada Meisya lalu pergi Membawa Tas miliknya yang tadi ia simpan di Sopa
__ADS_1
'' Dasar Lili menyebalkan ''