Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
BABY FADIL


__ADS_3

Hari berganti minggu dan minggu sudah berganti bulan kini usia pernikahan Lili dan Reno sudah menginjak satu tahun mereka terlihat sangat bahagia walaupun belum di karunia seorang Anak tapi itu semua tidak membuat hubungan mereka semakin renggang bahkan mereka malah terlihat semakin lengket. Seperti saat ini Reno dan Lili sedang berkunjung ke rumah Meisya dan juga Adam


'' Halo baby Fadil '' Ucap lili yang langsung mengambil baby Fadil dari gendongan sang kakak


Ya Meisya telah melahirkan seorang baby laki-laki yang di beri nama Fadil haidar yang artinya murah hati dan pemberani


'' Assalamualaikum... '' Sindir Adam kepada sang adik


'' Hehehe... Wa'alaikumsalam.. '' Lili sambil cengengesan


Sedangkan Adam ia menggelengkan kepalanya melihat sang adik yang mulai bar-bar. Adam maupun yang lain tidak ada yang akan membahas soal kehamilan jika di depan Lili karena mereka menjaga prasaan Lili.


'' Eh kamu sudah datang Li '' Ucap Meisya yang membawa dot milik Baby Fadil dan memberikannya kepada Baby Fadil


' Sudah dong makanya aku sudah ada di sini juga '' Ucap Lili yang masih asik bersama baby Fadil '' Wah kamu sangat rakus ya '' Lili yang melihat baby Fadil sangat rakus dalam minum susu hanya menggelengkan kepala nya


'' bagus dong kan biar cepat besar Aunty '' Jawab meisya dengan meniru suara Anak-anak


'' Benar juga ya. nanti kalo sudah besar kamu harus ingat terus sama aunty ya terus cari kekasihnya harus yang seperti Aunty baik, ramah dan juga murah senyum '' ucap Lili dengan bangga nya


'' Huuueeekkkk... Ogah aku jika punya calon mantu seperti mu yang petikilan dan juga bar-bar bisa-bisa aku jantungan " Ledek Meisya sambil terkekeh


" Wah lihatlah Momi mu itu sangat menyebalkan Fadil " Keluh Lili


Namun sang baby ia malah melemparkan Dot baby miliknya ke sembarang arah seolah dirinya sedang protes kepasa sang Aunty


" Lihatlah Sepertinya Dia juga tidak setuju dengan apa yang aku ucapkan " keluh Lili


" Tos dulu dong sayang " Ucap Meisya sambil tersenyum


" aku merasa terpojokkan di sini tidak ada yang membela ku bahkan Ponakanku pun tidak membela ku " keluh nya yang pura-pura Menangis


Baby Fadil yang pintar ia langsung mengelus pipi sang Tante " Wah Baby Fadil ingin berteman dengan Aunty? " Namun Siapa sangka Jika sang Baby malah menjulurkan lidahnya lalu pergi merangkak ke arah lain

__ADS_1


" Lihatlah Anak mu, dia sama arogannya dengan Daddy nya " keluh Lili


" Jangan begitu. gitu-gitu juga kakak mu " Bela Meisya


" Uuuhhh ada yang belain sekarang hahhaha " Ledek Lili. Anisa langsung Menggeleng Kepala " Oh iya. Apa kamu tidak ingin menjadi Model lagi? kan sekarang Anakmu sudah sepuluh bulan "


" Buat apa jadi model? lagian Model papan talenen ini sudah melar udah gak pantas jadi model lagi " hardik Meisya


" Ck.. kamu ini slalu saja tidak percaya diri padahal Body mu masih bagus Jika jadi Model "


Sebenarnya Banyak yang menawari Meisya untuk menjadi seorang model namun Meisya menolaknya dengan halus, Meisya tidak ingin jika dirinya Nanti akan di sibukkan dengan Kegiatan di luar sana dan melupakan kewajiban menjadi seorang istri dan ibu dari Anak dan juga suaminya.


" Sekarang sudah punya anak dan suamiku juga kaya jadi buat apa aku kerja Nanti Uang Suamiku tidak ada yang ngabisin " kata Meisya " Kan Seorang istri harus pandai menghabiskan uang suami agar sang suami mau bekerja keras terus " Meisya Terkekeh dengan ucapan nya sendiri padahal dirinya tipe orang yang tidak suka belanja.


" Wah pinter sekali jawaban istriku ini, Aku semakin Cinta " Ucap Adam yang baru datang dari taman belakang bersama Reno


Adam memangku sang putra yang sedang bermain bola di bawah karpet " heum mulai lagi pada lebay " Keluh Lili


Walaupun Lili sudah sering melihat kemesraan Sang kakak namun Lili masih saja merasa risih apa lagi Mereka yang tidak punya malu.


" Yakin mau pulang, padahal Aku lagi nyuruh bibi untuk Masak makan siang loh " Ucap Meisya " Dan menunya juga menu yang luar biasa yaitu Sambel goreng Pete "


kedua mata lili langsung membulat sempurna " Yank gak jadi pulang deh " Kata Lili lagi


" Kamu plin plan yank "


" Hahaha mana bisa dia meninggal sambel goreng Pete ren " Ledek Meisya


Mereka langsung tertawa Lepas ketika melihat sikap Lili yang masih saja Menyukai sambel goreng Pete " oh iya kapan-kapan Kita pergi jalan-jalan yuk, Udah lama nih gak jalan " keluh Meisya


" Ide bagus, Kemana? " tanya Lili antusias


" Bagai mana jika Kita ke Korea, Kalo gak salah saat ini di sana sedang musim dingin. Bagus buat kalian " Kata Meisya

__ADS_1


" Bukan ide buruk, Ayo aja Aku mah. Yang harus di tanya Itu para suami kita karena yang sibuk itu mereka bukan kita " Kata Lili sambil menyindir


" Jadi bagai Mana Dad..." tanya Meisya kepada sang suami


" Nanti di kabarin, Daddy kan harus liat kerjaan Dulu Mom " Jawab Adam


* oke " Kata Meisya


Di ruang tengah lagi sibuk membicarakan Soal liburan beda halnya dengan Diva yang saat ini sedang berada di panti asuhan. Setiap Bulan Diva akan Ke panti untuk memberikan setengah gajihnya.


" Bu terima ya " ucap Diva


" Diva. Ibu gak tau harus berkata apa lagi sama kamu Nak, Kamu adalah Penolong untuk anak-anak " Ucap Ibu panti


" Doakan saja Agar Diva selalu di berikan kesehatan dan Kerjaan Diva juga lancar agar Diva bisa terus membagi Ibu " Jawab Diva Memberikan amplop coklat kepada ibu panti


" ibu selalu mendoakan yang terbaik untukmu, dan semoga saja kamu segera mendapatkan pasangan yang baik yang selalu menyayangi mu " Ucap Ibu panti


" Ibu itu masih lama, usia Diva saja baru sembilan belas tahun, lagian Diva masih ingin membahagiakan Anak-anak panti "


" Kamu ini sudah cukup umur untuk memiliki pasangan Nak. jangan memikirkan adik-adik mu terus pikirkan Masa depan mu juga "


Ibu Panti belum mengetahui soal kasus di desa waktu itu, Diva tidak ingin Ibu panti tau karena ia tidak ingin membuat ibu panti kecewa kepada dirinya.


" Ibu maaf, Diva tidak bisa lama-lama di sini Diva harus kembali bekerja " Elak Diva. ia ingin menghindari pertanyaan Dari ibu panti padahal sebenarnya Diva sedang libur hari ini


"Baiklah kalo begitu kamu hati-hati di jalan. kamu sehat-sehat ya Jaga kesehatan kamu "


" Baik ibu " Jawab diva Sambil tersenyum


Setelah berpamitan Diva Langsung pergi dari panti. Karena bingung harus ke kanan akhirnya Diva memutuskan untuk jalan-jalan saja sambil nunggu sore kalo Dah sore Diva langsung pulang.


Di taman Diva menikmati Baso tahu yang ia beli di mang gerobak untuk menu makan siang dirinya " Heum.. Kenapa banyak sekali yang berpasangan sih " Keluh Diva melihat banyak nya yang berpasangan hari ini

__ADS_1


" Karena ini hari Minggu jadi wajar saja jika hari ini ramai oleh pasangan "


__ADS_2