Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
Rafa


__ADS_3

Jam sudah menunjukan Jam tujuh malam Papah Ibra Sedang asik bercengkrama dengan Adam di ruang tv, Sedangkan Meisya, lili dan juga mamah Vina sedang berada di dapur untuk menyediakan makan malam " Li apa kamu tidak akan mandi.?" Tanta Mesya


Lili mencium aroma tubuhnya " Bau hahah..." Ucap Lili " Kalo begitu aku mandi dulu ya, Mey, mah "


" Iyah Sanah kamu mandi masa masu ada pacar Datang malah masih bau kaya begitu, bagai mana kalo dia langsung kabur melihat kamu masih bau " Ucap mamah Vina


" Hehehe.. iya mah " Lili langsung masuk kedalam kamar. Setelah mandi lili segera bersiap dengan penampilan yang sangat cantik dan feminim


Ya semenjak lili dekat dengan Rafa. lili merubah penampilan nya menjadi Feminim karena " Kamu cantik lili " Pujinya di depan cermin


Sedangkan di bawah. Rafa sudah datang Rafa langsung di sambut oleh Adam " Sudah datang. silahkan duduk, Biar aku panggilkan paman ibra dulu "


" Iyah Terimakasih " Jawab Rafa, Rafa pun duduk di sopa, dengan harap_harap cemas ia takut Jika kedua orang tua Lili tidak menerima nya


Paman Ibra Berjalan ke arah Ruang tamu dengan di ikuti oleh Adam " Selamat malam om " ucap Rafa ia langsung bangkit dari duduk nya lalu menyalami tangan Paman Ibra


" Silahkan duduk " Ucap Paman Ibra dengan wajah dingin nya

__ADS_1


" Baik om " Rafa pun duduk kembali


Tanpa basa basi paman Ibra langsung bertanya kepada Rafa " Apa kamu yang bernama Rafa.? Laki_laki yang di cintai oleh putri saya .?" Tanya paman Ibra


" Eum paman, Adam permisi ke belakang dulu ya " pamit Adam ia tidak ingin ikut campur soal Rafa dan paman nya itu.


" Hm.. " jawab paman Ibra


" Iyah om. Maaf karena aku sudah lancang mencintai putri paman "


" Lalu "


Ucapan Rafa mampu membuat Meisya dan bibi Vina terharu. Bibi Vina Dan meisya sedari tadi mengintip di balik tembok mereka mendengarkan Pembicaraan paman ibra dan juga Rafa di ruang tamu sana " apa yang sedang kalian lakukan.?" Tanta Adam yang baru saja turun dari tangga


" sutt.. diam mas " ucap Meisya. bukan nya pergi Adam malah ikut_ikutan mendengar pembicaraan Paman nya dan juga rafa


Adam Tersenyum Mendengar ucapan Rafa. ia yakin jika keputusan nya untuk merestui Rafa dengan adik nya itu sudah benar " Mudah_mudahn Rafa bisa di terima oleh om Ibra " Celetuk Adam

__ADS_1


" Sudah pasti di terima mas. aku saja meleleh mendengar Ucapan Rafa apa lagi Paman " Puji Meisya


" Sayang kita baru saja menikah kamu sudah berani memuji Laki_laki lain..?" Ucap Adam kesal


" Heheh..Maaf mas " Jawab Meisya cengengesan


" Hus.. sudah ko kalian malah ribut sih. bibi kan jadi tidak Fokus mendengarkan pembicaraan Paman kalian " keluh bibi Vina


" Maaf bibi" Ucap Adam dan Meisya bersamaan


Dar..


Lili yang baru saja turun dari tangga ia Melihat tiga Manusia sedang nimbrung di belakang Tembok " Lili " Teriak meisya kaget


" Kamu!! " Tegur Adam


" Ada apa lagi sih ini, kamu mau membuat mamah jantungan hah " kesal Bibi Vina

__ADS_1


" lagian kalian sedang apa di sini. ngendap_ngendap lagi " Ucap Lili " pasti kalian sedang kepo ya " Lili tertawa


Tawa lili sampai terdengar ke ruang tamu. membuat Paman Ibra dan juga Rafa melirik kearah suara.


__ADS_2