Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

Kabar Bahagia telah menyelimuti Keluarga Reno. walaupun Reno harus di rawat di Rumah sakit tapi Tidak menahan mereka untuk merayakan kehamilan Lili


Setelah penantian panjang akhirnya Lili hamil. kesabaran Sang suami dan anggota keluarga akhirnya membuahkan hasil, Lili telah di Nyatakan hamil dan kandungannya sudah masuk delapan Minggu.


Adam yang turut bahagia ia langsung memesan makan kesukaan sang adik dan merayakan di rumah sakit bahkan Adam Samapi berbagi-bagi makanan kepada Suster, Dokter dan juga para pasien, anggap saja Sebagai Rasa shukur Adam karena sebentar lagi akan memiliki Ponakan " Kamu harus makan banyak biar Anak mu sehat di dalam sana " ucap Adam kepada Lili


" Iyan Kakak ih bawel, Asalkan tidak ada nasi sudah pasti aku makan " jawab Lili


ya Ternyata Lili tidak menyukai nasi Karen bawaan Si jabang bayi, dan kenapa Lili tidak mengalami Kehamilan seperti ibu hamil pada umumnya? karena Reno yang terkena imbasnya, Reno yang mengalami lemas, mual, dan pusing Selama ini namun Reno tidak menghiraukan apa yang sedang ia rasakan karena ia pikir hanya Masuk angin dan kecapean saja.


" Kehamilan mu saja seperti aku dulu, yang Repot adalah Daddy nya hihihi " ucap Meisya


" Aku bersyukur atas itu tapi aku juga kasian kepada suamiku yang merasa tersiksa " Keluh Lili sambil melihat sang suami yang duduk di atas Brankar. Reno tidak ikut makan karena ia akan mual jika mencium aroma masakan " Bahkan makan pun susah "


" Nanti juga enggak ko, nanti balik lagi ke Normal " jawab Meisya " Berikan saja apa yang suamimu mau agar ia bisa makan " Lili menganggukkan kepalanya


" Mom "


" Iyah Dad " jawab Meisya


" Hari sudah semakin sore, Ayo pulang kasian Anak kita di rumah sama Diva " ucap Adam


memang betul Hari sudah semakin sore bahkan langit sudah semakin gelap " Iyah Dad. Li aku pamit pulang dulu ya " Ucap Meisya


" Iyah kak, Hati-hati ya "


Setelah kepulangan Meisya dan juga sang kakak Lili langsung membereskan bekas makanan " Biar aku aja kak " kata Adik Reno


Adik Reno juga tidak kalah heboh ketika mendengar Kabar bahagia dari sang kakak makanya ia rela meninggalkan Les dan langsung meluncur ke rumah sakit.


" Udah mau beres ko " jawab Lili " Dek, kamu gak pulang? " tanya Lili


" Enggak, aku di sini saja takutnya nanti Kakak butuh di belikan sesuatu keluar " jawab nya yang tidak ingin Sang kakak ipar kelelahan


" Kamu baik sekali sih Dek "


" Iya dong, demi Ponakan hehehe "


Lili Menggelengkan kepalanya" Yaudah Kalo gitu nanti kakak minta untuk tambah tempat tidur biar kamu juga nyaman tidur nya "

__ADS_1


" Oke kak " jawanya


Lili sudah meminta untuk menambah tempat tidur sedangkan dirinya akan tidur bersama sang suami " Yank, Aku bahagia benget deh akhirnya kita di berikan kepercayaan oleh Allah. Terimakasih ya yank, kamu selalu sabar menunggu kehadirannya " ucap Lili yang memeluk Reno


" aku juga bahagia sayang, Pantesan selama dua bulan ini kamu gak pernah absen untuk melayaniku mungkin karena kamu sudah isi ya Yank "


" Hehehe iya yank, Kita sama-sama tidak sadar akan hal itu, soalnya dulu juga kan pernah aku telah sampe tiga bulan namun hasilnya malah Zonx "


" Sudah jangan sedih lagi, kan sekarang kita sudah di berikan kepercayaan oleh Allah, kita harus mulai menjaganya dan kamu gak boleh capek-capek yank " ucap Reno


" Siap Bos. " Jawab Lili sambil memeluk sang suami dengan erat


~ KEESOKAN HARINYA


Pagi ini pemandangan Adik Reno sangat tidak Elok ia harus melihat kakak dan kakak ipar nya yang masih tertidur pulas di atas tempat tidur dengan tangan yang saling berpelukan bahkan mereka tidak sadar jika ada sang adik dan juga suster yang akan memeriksa Reno


" Sus, Bangunkan saja " kata Adik Reno


" Saya tidak berani Non " jawab nya sambil tersenyum


Kedua bola mata Adik Reno memutar, pagi ini ia harus membangunkan sepasang suami istri " Kak. kakak bangun " ucap Adik Reno


Ternyata susah juga membangunkan pasangan Suami istri ini " Kakak, bangun ih.. " Kesal Adik Reno


" ck.. Lihat kan sus, dok, kakak saya itu paling sudah di bangunin padahal ini di rumah sakit " Keluh Nya kepada suster dan dokter itu


Lili dan Reno langsung membuka mata ketiak mendengar kata-kata Adiknya " Suster, Dokter? " sontak saja keduanya langsung berdiri dan benar saja di sana ada Suster dan Dokter yang akan memeriksa Reno


" Selamat pagi Nyonya, Tuan. Sepertinya Tuan sudah sembuh ya " Ucap Dokter itu malu-malu


Wajah Lili sangat merah ia sangat malu sedangkan Reno ia Menggaruk kepala yang tidak gatal Keduanya sama-sama malu seperti pasangan mesum yang ketahuan.


" Makanya kalo mau tidur peluk-peluk itu tau tempat " sindir sang adik yang sudah duduk di sopa


" Kamu periksa dulu ya Tuan " ucap Dokter


" Silahkan Dok " Lili langsung turun dari Brankar lalu ia pergi ke kamar mandi dengan wajah yang merona malu.


Suster dan Dokter hanya mengulum senyum ketika melihat tingkah Lili yang malu-malu.

__ADS_1


Setelah di periksa Dan Ternyata Reno sudah di perbolehkan untuk pulang nanti siang " Alhamdulillah ya yank, nanti siang sudah boleh pulang " kata Lili


" Iyah yank, aku bersyukur banget " Jawab Reno " Apa lagi setelah kejadian tadi pagi rasanya aku ingin langsung pulang hehehe "


" Is kamu mah Yank "


" Terlalu nyaman sih makanya lupa Ama tempat " ucap Reno sambil terkekeh


Lili Menggelengkan kepalanya ia membereskan semua barang bawaan nya yang akan di bawang pulang, mereka hanya menginap satu malam tapi barang bawaan sudah mau mudik aja segala di bawa apa lagi adik Reno yang membawa bermacam-macam cemilan karena ia tidak ingin hanya menjadi obat nyamuk di sana.


Setelah mengurus semuanya Reno mengambil kursi Roda, Bukan untuk dirinya melainkan untuk Lili karena Reno tidak ingin Lili kelelahan


" Yang sakit siapa, yang pake kursi roda siapa hihihi " ledek Adik Reno


" Ini nama nya kasih sayang yang tiada Tara, Karena kakak tidak ingin melihat istri dan calon Anak kakak kelelahan makanya " jawab Reno sambil mengembangkan senyumannya.


Adik Reno Menggelengkan kepalanya" Terserahlah " ucapnya


Reno dan adiknya emang begitu seperti terkadang ledek-ledekan dan terkadang marah-marah namun walaupun begitu mereka saling menyayangi dan saling Menghargai. Mungkin ini adalah cara mereka melupakan kasih sayang.


Setelah perjalan membuang waktu Tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah " Selamat datang di rumah " ucap Lili kepada sang suami


Lagi-lagi Reno tidak melihat situasi ia memeluk Sang istri di depan adiknya " Lama-lama otakku bisa tercemar " Ia menggelengkan kepalanya


" Kalo mau bilang Dong " ledek Reno


" Kalo mau, emang sudah di bolehkan? " tanya Balik Nya


Pletak


Reno langsung menyentil kening sang adik " Auch.. sakit " keluhnya


" Makanya kalo ngomong jangan asal " Tegur Reno " Sekolah yang benar jangan mikirin pacar-pacaran "


" Lah, tadi kata kakak sendiri kan, kalo mau bilang "


" Sudah-sudah ko malah ribut sih " keluh Lili


Adik Reno langsung masuk kedalam kamar nya ia tidak menghiraukan tatapan sang kakak yang tajam itu

__ADS_1


" Sudah yank, anak nya sudah masuk ke dalam kamar " tegur Lili " lagian, Adek gak salah. yang salah ya kamu Yank, sudah mengajarkan Adek yang tidak-tidak "


" Loh ko jadi aku? " tunjuknya kepada dirinya sendiri


__ADS_2