Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
MASUK RUMAH SAKIT


__ADS_3

Pagi telah Tiba Lili dan Reno sedang bersiap untuk berangkat Aktivitas " Tolong ambilkan sepatuku " Pinta Lili " Yang warna Putih "


Reno dengan patuh Mengambilkan Sepatu milik Lili tanpa protes " Ini yank "


" Hm.. "


" Yank. Nanti Sore aku mau ke rumah Bunda soalnya Bunda sedang sakit Apa kamu mau ikut? " Tanya Reno kepada Istrinya


" Tidak aku sibuk " Jawab Lili


" Baiklah kalo gitu, aku ke rumah Bunda sendiri saja "


" Hmm... "


Lili berdiri Ia langsung Pergi tanpa menunggu Reno " Pagi mah " Sapa Lili


" Pagi juga sayang " jawab Bibi Vina " Mana suamimu? " tanya Bibi Vina


" Tuh " Tunjuk Lili kepada Reno yang turun dari tangga


" Pagi Mah "


" Pagi juga Nak "


Reno duduk di dekat Lili " Kak Tolong ambilkan itu dong " Ucap Lili menunjuk ke Nasi goreng


" Lili " Tegur Bibi Vina " Kamu gak boleh kaya gitu, seharusnya kamu yang melayani suamimu Bukan sebaliknya "


" Apa kamu keberatan? " tanya Lili kepada Reno


" Gak apa-apa Mah, Lagian gak setiap hari " jawab Reno yang langsung mengisi piring Milik Lili


Bibi Vina Menggelengkan kepalanya Ia benar-benar tidak menyangka dengan sikap Putrinya saat ini, Biasanya Lili selalu menunjukan rasa kasih sayang nya kepada Reno tapi kali ini malah sebaliknya Entah apa yang sedang mereka sembunyikan dari Dirinya.

__ADS_1


Adam turun dari tangga lalu duduk di kursi meja makan " Pagi Bibi " sapa Adam


" Nak, dimana istrimu? " tanya Bibi Vina Yang tidak melihat keberadaan Meisya sedari kemarin


" Dia sudah pergi dari rumah " Celetuk Lili tanpa bersalah


" Apa?! " Bibi Vian terkejut mendengar ucapan Putrinya


" Kenapa Menantu Bibi Bisa pergi, Apa kalian Ribut? bukannya selama ini kalian baik-baik saja " ucap Bibi Vina yang tidak mengetahui Soal Meisya yang sudah pergi dari rumah dari malam kemarin


Adam hanya diam tidak mampu menjawab Pertanyaan Yang di berikan oleh Bibinya itu " Ada apa sebenarnya Dengan kalian semua Hem.. " Tanya Bibi Vina tegas


Lili langsung menghentikan kegiatan nya Adam pun sama " Jawab! "


" Kalian tidak ingin menjawab? "


" ini karena dia sudah merahasiakan tentang penyakit Papah, Andai saja dia tidak menyembunyikan nya mungkin Papah Masih bersama kita hiks..." Ucap Lili sambil terisak


" yank " Reno mencoba menenangkan Lili namun Lili malah menepis tangan Reno


Prok.. prok...


" Hahahah kamu sudah berhasil Hahahah " Lili tertawa sambil bertepuk tangan


Plak...


Adam dan Reno langsung Melihat Lili yang mendapatkan tamparan dari Bibi Vina " Jaga ucapan Mu lili " Ucap Bibi Vina " mamah tidak pernah mengajarkan Kamu untuk berucap seperti itu "


Lili menatap tajam ke arah Reno Dengan tangan Yang memegangi Pipinya. Baru kali ini mamah Vina Menampar wajah nya padahal selama ini Mamah Vian sangat lemah lembut " Mamah yang meminta Reno dan Meisya merahasiakan penyakit Papah, Karena papah tidak ingin membuat kalian sedih " ucap Bibi Vina " Apa kamu pikir mamah selama ini tidak berusaha untuk mengobati papah? Kamu salah Lili, selama ini Kami bepergian ke luar negri hanya untuk mencari pengobatan Papah Tapi apa daya Jika Allah Lebih menyayangi Papah mu "


Deg..


Adam menatap Bibi nya, Adam pikir Hanya istrinya saja yang mengetahui penyakit Paman nya tapi ternyata Bibi nya juga menyembunyikan Semua ini

__ADS_1


" Asal kamu tau, Papah mu yang sudah meminta Nak Reno untuk menikahi mu secepat mungkin karena Papah mu ingin Kalo kamu ada yang menjaga Bahkan Nak Reno tidak menerima Uang sepeserpun ketika Papah menyodorkan sejumlah uang untuk Pernikahan kalian, Nak Reno tetap dengan pendiriannya kalo ia ingin menikah dengan hasil jerih payah nya bukan dari hasil yang di berikan oleh papah " Ucap Bibi Vina


" Mah, sudah " kata Reno yang tidak bisa melihat Bibi Vina yang sudah bergelimang air mata di wajahnya


" Lihat Bahkan Suamimu selaku membela mu ketika kamu salah, Padahal Mamah tau jika sikapmu kurang baik kepada Nak Reno " Bibi Vina melihat ke arah Adam " Dan kamu Adam. kamu seorang suami tapi kenapa kamu tidak bertanggung jawab, Apa kamu tidak kasian kepada Istrimu yang sedang hamil di luar sana bagai mana Jika Meisya bertemu dengan Orang jahat. Ah.. " Bibi Vina memegangi dadanya lalu terduduk di kursi meja makan


" Mah * Reno Langsung mendekat kearah Bibi Vina


" Nak Reno, Jika kamu tidak bagia dengan pernikahan mu Kamu boleh menceraikan Lili, Mamah tidak ingin di rumah ini ada yang tersakiti, Mamah Ikhlas Jika Nak Reno meninggalkan Lili " Ucap Bibi Vina


Deg..


Lili langsung mematung mendengar ucapan Mamah nya, Lili tidak menyangka jika Mamah nya akan berkata seperti itu kepada Reno


" Aku tidak akan meninggalkan Lili Mah, Lili istri Reno " Jawab Reno


" Tapi dia sudah menyakiti mu Nak, bahkan Lili tidak pernah bersiap baik kepadamu "


" Walaupun begitu Aku tetap tidak akan meninggalkannya Mah, Karena Pernikahan itu bukan untuk permainan. Reno yakin Jika suatu saat nanti hati Lili akan luluh kembali seperti Lili yang kita kenal dulu " ucap Reno


Lili meneteskan air mata nya Ia tidak menyangka Jika Reno akan tetap bertahan dengannya walaupun dirinya Sudah di sakiti Bahkan di jadikan Budak oleh Lili. " Apa aku buta, kenapa aku bisa berbuat jahat kepada Suamiku sendiri dan kenapa Aku tidak bertanya baik-baik kepada Suamiku, Apa aku ini Egois atau Aku sudah di buatkan dengan Dendam " Batin Lili


Bibi Vina yang masih memegangi dada nya yang sakit Langsung di bawa ke rumah sakit Oleh Reno dan juga Adam sedangkan Lili dia masih mematung di tempat nya. ia benar-benar sudah salah Menilai suaminya " Maafkan Aku Kak Hiks.. "


Di rumah sakit Bibi Vina Langsung di tangani oleh Dokter Adam dan Reno masih setia menunggu pemeriksaan di depan Ruangan UGD


" Ya allah selamat Kan Bibi Vina " Gumam Adam


" Mamah pasti sembuh kak, mamah wanita kuat jadi sudah pasti mamah akan sembuh " Ucap Reno menepuk bahu Adam


" Amin... "


" kak, Kenapa kakak Membiarkan Kak Meisya pergi? " tanya Reno

__ADS_1


Adam tidak ingin menjawab Justru saat ini dirinya sedang di hantui oleh rasa bersalah kepada istri dan juga Calon anak nya, Adam khawatir dengan keadaan Meisya di Luar sana ia takut Jika Meisya bertemu dengan orang jahat. Adam sudah mengarahkan Anak Buah nya untuk mencari keberadaan Meisya namun Nihil tidak ada tanda-tanda Meisya di temukan.


__ADS_2