Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
DUNIA TAU


__ADS_3

Sesampainya di Apartemen Kanza menaruh tas dan juga jaket nya di atas sofa lalu ia duduk " Habby, Ko aku kurang suka dengan gadis itu " Ucap Kanza


" Kenapa, kamu bisa bicara seperti itu? " Tanya Fadil yang duduk di samping sang istri lalu memeluknya


" Dia terlihat Arogan dan tidak memiliki Etitut " Balas Kanza


Kanza bisa melihat Jika Ha-na itu bukan gadis yang penurut apa lagi berbakti


" Jangan seperti itu, mungkin dia begitu hanya di luar nya saja tapi jika kita sudah kenal pasti kita akan menyukainya " Balas Fadil, Fadil tidak ingin jika istrinya Sampai berburuk sangka kepada orang lain apa lagi baru di kenalnya


Kanza membuang napasnya pelan lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami " Mudah-mudahan saja begitu, jika kita pulang nanti aku bisa tenang jika Kakek ada yang menjaga di sini " ucap Kanza


" Kamu tenang saja, Tuan Lee itu banyak yang jaga jadi kamu tidak perlu khawatir seperti itu " Fadil mengecup kening sang istri dengan lembut, Fadil menoleh kearah sang istri ternyata istrinya sudah tertidur pulas " Pantas tidak ada jawaban ternyata Istriku sudah tidur. " Gumam Fadil. Fadil langsung memindahkan Kanza ke tempat tidur dan membaringkan nya di sana tidak lupa Fadil juga memberikan selimut untuk Kanza " Good night sayang " Fadil kembali mengecup kening istrinya, Setelah itu barulah Fadil pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.


~ KEESOKAN HARINYA


Hari ini Kanza dan juga Fadil akan menginap di rumah Tuan Lee untuk beberapa hari sebelum mereka pulang kembali ke tanah Air.


Fadil melihat Kanza yang begitu bahagia ketika sedang bersama kakek nya, mungkin karena Kanza tidak memiliki seorang Ayah makanya Kanza Sangat menyayangi Tuan Lee.


Selama ini Kanza pikir dirinya hanya hidup seorang diri dan sudah tidak ada anggota keluarga lagi tapi ternyata Kanza masih memiliki Tuan Lee.


" Kakek, Kapan-kapan Kakek harus datang ke tanah air biar nanti aku ajak Kakek untuk jalan-jalan di sana " Ucap Kanza


Tuan Lee hanya mengangguk pelan dengan bibir yang melengkung " Janji ya, Nanti Kakek datang dan menjenguk aku di tanah air " ucap Kanza " Oh iya, Apa kakek ingin makan buah? " Kanza langsung menyuapi Tuan Lee.


" Sayang, Aku mau pergi dulu ya " Pamit Fadil


" loh mau kemana Habby?" tanya Kanza


" aku mau mengambil pesanan Mommy dulu, tidak akan lama ko habis mengambil pesanan Mom, Aku akan langsung pulang " Ucap Fadil

__ADS_1


" Baiklah kalo begitu, Hati-hati ya Bi "


" Iyah Sayang" Fadil mengecup kening Kanza lalu ia pergi dengan menggunakan Mobil yang ada di sini.


Kanza langsung melanjutkan mengajak Tuan Lee untuk mengobrol, Kanza menceritakan bagaimana kehidupannya selama ini, ya walaupun Tuan Lee hanya bisa mendengar dan tidak bisa menjawab tidak membuat Kanza menghentikan ceritanya.


" Cih.. jual kesedihan, Kau pikir Opah akan termakan dengan ucapan mu " Kata Nona Muda ke Dua yang menyandarkan tubuhnya di dinding.


Kanza melirik kearah Adik nya itu, Jika kamu menganggapnya sebagai jual kesedihan silahkan saja, Karena aku tidak ingin berdebat dengan mu " Jawab Kanza yang tidak ingin capek-capek harus berdebat dengan Adiknya itu


" Kau! " Lee Ha-na menunjuk kearah Kanza


Kanza langsung berdiri dan menepis tangan Ha-na " Turunkan tanganmu itu, Apa kamu tidak pernah di ajarkan sopan santun di sekolah mu? " Ucap Kanza. Kanza langsung melirik kearah Tuan Lee " Kakek, lebih baik kakek istirahat ya " Kaya Kanza yang membawa Tuan Lee ke dalam kamar nya.


" Dasar wanita gila " Ucap Ha-na " Awas saja, Akan aku balas kamu, kamu pikir kamu bisa mengambil apa yang sudah menjadi milikku, Jangan mimpi " Hardik Ha-na yang langsung pergi


Setelah membawa Tuan Lee ke dalam kakar nya, Kanza langsung pergi ke dapur " Bibi, Biar Kanza bantu ya " Pinta Kanza


" Bibi jangan merasa tidak enak begitu, Aku sudah biasa ko memasak " Ucap Kanza " Apa lagi makanan korea " Seru Kanza


" Tapi Nona Muda " Bibi merasa tidak enak masa ia Nona Muda pertama masuk kedalam dapur


" Tidak apa-apa, Kalo ada yang memarahi Bibi bilang sama Aku " Kata Kanza


" Baiklah Nona Muda " Kata Bibi Pasrah


Kanza tersenyum, ia langsung melanjutkan apa yang akan di masak oleh Bibi, Bahkan Bibi sempat tidak percaya jika Nona Muda nya bisa selihai itu menggunakan pisau dan juga wajan.


Tidak hanya memasak makanan Korea,Khanza juga membuat masakan Indonesia biar orang yang ada di rumah ini mencoba masakan Indonesia " Bibi, ini nama nya rendang, itu nama nya Cincang daging sapi dan ini sambal ijo, Masakan ini cukup di Gandrungi oleh orang Indonesia, Bibi dan yang lain harus mencoba nya ya " Kata Kanza


" Terimakasih Nona Muda " Bibi terlihat sumringah karena bisa mencicipi masakan Indonesia.

__ADS_1


Para pelayan Langsung menata makanan yang di masak oleh Kanza " Sayang "


" Habby, sudah kemabli " Fadil mencium kening Kanza


" Iyah sayang "


" Kalo begitu pas banget, Aku juga baru beres memasak, kita langsung makan siang ya " Ajak Kanza


Kanza menyuruh Bibi untuk memanggil orang-orang rumah, Tidak hanya Kakek dan Ha-na yang duduk di meja makan bahkan orang kepercayaan Tuan Lee juga di ajak makan bersama oleh Kanza.


" Kakek, Aku sengaja membuat masakan Indonesia biar Kakek merasakan bagaimana enak nya masakan sana, Aku juga sengaja memasak dagingnya terlalu lama agar Kakek bisa memasak nya " Ucap Kanza


Fadil tersenyum melihat istrinya yang begitu perhatian kepada Tuan Lee " Jika Nona Muda tinggal lebih lama di sini pasti Tuan Lee akan segera sembuh " Kata orang kepercayaan Tuan Lee


" Tapi sayangnya, Aku tidak bisa lama-lama di sini karena Aku dan juga suamiku harus masuk kerja hari senin besok " Kata Kanza yang merasa tidak enak " Tidak Apa-apa walaupun Aku tidak di sini tapi kan masih ada Ha-na yang akan menjaga Kakek "


" Aku? " Kata Ha-na menunjuk dirinya Sendiri


" Ya iya, lalu siapa lagi. hanya kamu yang ada di sini dan yang bisa di andalkan oleh Kakek " Jawab Kanza


Brak..


Ha-na menggebrak meja " Jangan pernah kau atur Aku, karena aku bukan saudara ataupun keluarga mu " Ucap Ha-na yang langsung meninggalkan meja makan


Fadil mengusap lengan sang Istri agar lebih tenang " Sabar ya Sayang "


" Maafkan Nona Muda ke dua Nona, Sikap nya memang selalu seperti itu "


" Iyah Aku tidak Apa-apa, Kakek makan lagi ya " Ucap Kanza kepada Kakek nya.


Setelah beres makan siang Kanza dan juga Fadil di ajak ke perusahaan untuk di kenalkan kepada orang-orang kantor dan juga media, Karena Tuan asisten ingin jika dunia tau siapa Kanza. Cucu penerus sekaligus cucu pewaris Tuan Lee.

__ADS_1


__ADS_2