Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
BERTEMU KEMBALI


__ADS_3

Di taman Diva menikmati Baso tahu yang ia beli di mang gerobak untuk menu makan siang dirinya " Heum.. Kenapa banyak sekali yang berpasangan sih " Keluh Diva melihat banyak nya yang berpasangan hari ini


" Karena ini hari Minggu jadi wajar saja jika hari ini ramai oleh pasangan "


" Pak Dava " Ucap Diva yang melihat siapa yang tiba-tiba saja muncul


" kenapa, Apa kamu terkejut melihat saya ada di sini? " Tanya Dava yang sudah duduk di depan Diva


Diva mengedipkan kedua mata nya ia masih tidak percaya kenapa Ada Asisten Bos nya di sini " Pak Dava sedang apa di sini? " tanya Diva heran


" Pertanyaan macam apa itu, ini kan tempat umum jadi ya bebas-bebas saja jika saya ada di sini " kata Dava enteng " Lagian saya juga tidak mengerti kenapa kamu ada di sini, Bukanya kamu tadi bilang mau ke rumah Ibu panti "


Diva membuang napasnya Pelan " aku sudah dari sana pak Dan ini saya mau pulang cuman Mampir ke sini bentar " Jawab Diva sambil memakan Baso tahu miliknya


" Apa kamu tidak ingin menawari Ku? " tanya Dava yang melihat Diva makan sendiri


" Penjualnya sudah Habis dan ini piring terakhir Tidak mungkin Bapak Mau makan satu piring dengan aku " Ucap Diva namun siapa sangka jika Dava langsung memakan baso tahu dari garpu milik Diva. Diva langsung menelan silvernya ia tidak menyangka jika Dava makan bekas dirinya


" pak!! " Tegur Diva


" kenapa? mau marah karena potongannya aku makan " ucap Dava dingin


Diva tidak bisa berkata-kata jika sedang bersama Diva, Diva akan kalah Talak " Tidak apa-apa pak " jawab Diva


" Ayo ikut saya " Kata Dava


" kemana pak? " tanya Diva


" ayo ikut saja, jangan banyak protes " Dava menarik tangan Diva. Diva yang tangannya di pajang oleh Dav hanya bisa pasrah dan heran melihat Dava yang berbeda hari ini.


Dava membawa ke salah satu Restoran Ayam Pedas " Mau ngapain kita ke sini Pak? "


" Kamu pikir kalo orang ke sini mau apa? " Tanya Balik Dava

__ADS_1


" Ya mau makan " Jawab Diva polos


Dava Langsung memesan Dau paket Ayam Level 3 dan satu tidak lupa memesan Minumnya pink lava Dava juga meminta tambahan Keju.


Setelah memesan Dava langsung ke meja yang sudah di duduki oleh Diva " Saya ganti baso tahu milikmu dengan ini jadi kita impas " ucap Dava Menaruh Makanan nya di meja


Diva melihat Makanan yang ada di hadapannya, Diva tau jika ini sangat mahal " Pak ini kan mahal " Lirih Diva


Dava Menggelengkan kepalanya " tujuh puluh ribu kau bilang mahal " ucap Dava tidak habis pikir " Sudah jangan banyak tanya ayo makan " kata Dava


Diva akhirnya pasrah ia memakan makanan miliknya, Diva yang baru pertama kali memakan ayam pedas ini ia langsung jatuh cinta apa lagi Pedasnya sangat pas Dan kejunya juga sangat enak.


Dava yang melihat Diva yang lahap hanya tersenyum " Setelah ini kita pulang, hari juga sudah mulai sore tidak baik anak perempuan Masih keluyuran " kata Dava


" baik pak "


" Stop kamu bilang Pak kepadaku, aku ini bukan bapak mu " Keluh Dava. sebabnya ia ingin protes dari sejak dulu namun belum ada waktu untuk protes kepada Diva


Dava Menggelengkan kepalanya " Panggil aku Abang. " Ucap Dava


" Abang? "


" Ya. sudah habisin makanan mu dan Mulai hari ini kamu harus panggil aku Abang " Ucap Dava tidak ingin ada protes


Mereka menikmati Makan nya dalam diam, Diva sesekali memperhatikan Dava yang terlihat elegan ketika makan dengan satu tangan Sedangkan dirinya menggunakan dua tangan karena ini cukup pedas.


" Diva "


Diva yang tadinya sedang asik makan ia menghentikan makannya Ia tau suara siapa yang memanggil dirinya " Diva. Apa kamu sudah dengan ku? " Tanya Si pria Yang sudah Memegangi bahunya


Dava yang melihat Diva yang kurang nyaman langsung menoleh ke arah si pria " Lepaskan tangan Anda dari pundak kekasih saya " Ucap Dava tegas


" Diva apa dia benar kekasih mu? " tanya si pria yang seolah ia tidak percaya Jika Dava adalah Kekasih Diva

__ADS_1


" Kenapa, Apa anda tidak percaya? " tanya Dava


" Tentu saja, Karena Diva adalah kekasih saya yang selama ini saya cari " ucap si pria itu " Dan apa karena dia kamu meninggalkan aku Div? "


Diva Menoleh ke arah si pria, ia ingin menangis dan ingin menampar si pria tapi ia tidak mampu. Dava yang melihat Diva Semakin tidak nyaman ia Langsung menarik tengkuk leher Diva lalu ia melu*** Bi*** Diva


Mantan Diva merasa panas ia mengepalkan kedua tangannya, Selama ia pacaran dengan Diva Dirinya tidak pernah Menyentuh Diva sedikit pun karena Diva yang enggan untuk di sentuh tapi kali ini Diva seolah menjadi diva yang berbeda apa lagi Ciu*** mereka semakin panas


." Kalian!! " Keluh Si pria


Dava menghentikan aksinya lalu mengusap Bi*** Diva yang basah " Sorry gue pikir Sudah tidak ada orang " ucap Dava santai


" Diva kenapa setelah meninggalkan aku kamu menjadi wanita murahan " Hardik nya " Untung aku sudah melepaskan mu kalo tidak sudah pasti aku akan mendapatkan Sisa " keluh si pria


" Jika kau tidak ingin berurusan dengan Saya, maka enyahlah dari hadapan ku sekarang juga Kecuali Jika kau ingin berurusan dengan ku dan Polisi karena kau telah menjual Diva ke salah satu teman mu " bisik Dava di telinga si pria " Kau tau kan hukuman apa yang pantas untuk dirimu? "


Si pria langsung keringat dingin ia tidak ingin membusuk di Penjara " Kita belum selesai Diva " Ucapnya yang langsung pergi meninggalkan Dava dan Diva


Sedangkan Diva ia malah mematung dadanya merasa sesak setelah mendapatkan cemoohan dari mantan ke kasih " Sudah jangan kamu pikirkan dia hanya sirik dan belum move on dari mu " ucap Dava


" Tapi apa yang di ucapkan nya benar, Aku sekarang sudah bukan wanita baik-baik lagi hiks.. "


". Apa maksud mu "


" Abang telah mengambil Ciuman Perusahaan ku Dan sekarang aku adalah bekas Abang bagai mana jika Tidak ada yang mau denganku karena aku sudah tidak suci lagi hiks... "


Dava langsung menganga ia tidak percaya jika Diva akan berfikiran sejauh ini mana mungkin Hanya karena Ciu*** terus bisa di bilang tidak suci lagi.


" Kamu ini bodoh atau pura-pura polos sih, mana ada hanya karena ciu** kamu jadi tidak suci lagi " keluh Dava


" hiks... Abang jahat " Ucap Diva yang langsung pergi meninggalkan Dava


" jahat? bukanya aku yang sudah menolong nya " Keluh Dava " Heh Tunggu "

__ADS_1


__ADS_2