Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
PRIA PENGERTIAN


__ADS_3

Setelah mendapatkan gangguan dari Meisya Akhirnya Lili pun bangun dengan rasa dongkol bagai mana tidak sahabat Laknat nya itu malah teriak-teriak di kamar nya membuat Dirinya tidak bisa kembali Tidur


" Sekarang aku sudah bangun Dan apa Mau mu? " Keluh Lili


" Tidak ada, hanya ingin di temani saja " Jawab Meisya


" Is dasar Teman laknat hanya karena tidak ada teman kamu membangunkan ku huh " Keluh Nya


" Hehehe Jangan marah dong sahabat ku yang paling cantik dan baik hati sejagat Raya, Kita kan sudah lama tidak ngopi bareng makan bareng Kamu terlalu sibuk dengan kerjaan mu " Keluh Meisya " Apa lagi sekarang kamu sudah memiliki Kekasih yang tampan itu kamu semakin melupakan ku "


" Is kau ini sepeti Anda tidak begitu saja ketika anda dekat dengan kakakku " Cibir nya sebal


" Li "


" Hem. "


" Cerita dong bagai mana kedekatan mu dengan kekasih mu yang tampan itu, Aku jadi penasaran dengan Alur cerita nya apa lagi selama kita kenal baru kali ini aku melihat kamu seperti bahagia sekali "


Jujur saja Jika Meisya sangat senang ketika mendengar Lili jatuh Cinta Terpancar di wajah lili jika Dirinya sangat bahagia bahkan Lili terlihat Lebih berwarna Sebagai sahabat Meisya mensyukuri itu dan ikut Bahagia dengan kebahagiaan Sahabat nya.


" Aku sudah sering cerita kepadamu Apa lagi yang harus aku ceritain " Ucap Lili


" kamu cerita hanya separo-separo saja tidak pernah Kumplit "


Akhirnya Lili menceritakan semuanya kepada Meisya lagian Meisya bukan orang lain, Mereka bercerita begitu asik sampai-sampai mereka lupa waktu


" Hahaha.. lucu sekali kalian " ucap Meisya sambil tertawa


" Sudah ah, sudah siang aku mau pergi ke Outlet dulu " Kata Lili


" Baiklah, Baiklah Silahkan " Ucap Meisya Mempersilahkan Lili untuk bersiap pergi ke Outlet


Setelah mandi dan siap untuk Pergi ke Outlet Lili memeriksa Handphone miliknya " Ya ampun Ada pesan dari Kak Reno " setelah membaca pesan dari Reno Lili langsung membalas nya


Lili : Yankqu Maafkan aku, Aku baru Liat handphone. Ini aku baru mau berangkat Ke Outlet, Ayank semangat ya Kerjanya Love you.


Lili langsung mengambil Kunci Mobil miliknya setelah ia berpamitan kepada Meisya, Di jalan Lili bersenandung ria Untuk mengiri kebosanan nya apa lagi Jalanan sangat Macet membuta Lili bosan setengah mati


Setelah macet macetan Akhirnya Lili Samapi juga di Outlet Miliknya ia langsung menyapa para pegawai Dan Masuk ke ruangan kerja miliknya


Tok.. tok.. tok..


" Masuk " Teriak Lili


" Mbak, Ini ada yang mau melamar kerja " Ucap Yeni

__ADS_1


Lili menaruh pekerjaan nya " ada berapa orang? " tanya Nya


" Ada sekitar lima Orang Mbak " Jawab nya


" Kalo begitu suruh masuk "


" Baik Mbak "


Begitu cepat Lamaran Lili di terima di kalangan masyarakat baru juga semalam ia memposting Lowongan siang nya langsung pada datang untuk melamar.


Setelah rangkaian tes Yang di berikan Lili kepada Mereka Akhirnya Lili memilih Satu orang untuk menjadi Asisten


" Selamat ya Kamu di terima di outlet Ini " Ucap Lili mengulurkan tangan nya


" Terimakasih Bu " jawab nya


" Panggil saja Mbak seperti yang lain nya jangan ibu karena saya belum ibu-ibu " ucap Lili


" Baiklah Kalo begitu Mbak " jawab nya


" Jadi Mau kapan mulai bekerja? "


" Paling besok saya akan mulai bekerja karena hari ini Saya ada urusan dulu "


" Baiklah Kalo begitu Saya tunggu besok " Jawan Lili


Lili sengaja Mencari asisten wanita ia tidak ingin Kekasih nya Cemburu karena dirinya yang sering pergi bersama pria, Di tambah lagi Lili tidak ingin Ada pekerja Pria di tempat nya walaupun ada mungkin Di bagian SPG bukan asisten.


Hari semakin Siang Lili masih sibuk di dalam rumahan nya ia benar-benar Di sibukkan dengan rencana Pembesaran usaha nya


Tok..tok..tok..


" Masuk "


Ceklek..


" Selamat siang mbak ini pesanan makan siang nya "


Lili Mengerutkan Kening nya " Pesanan? Aku tidak memesan.. "


Ting...


Calon Imam. : jangan lupa makan siang sayang, Aku sudah pesankan makan siang untukmu di makan ya


Senyum Lili langsung terpancar di wajah nya " Bawa sini, Itu dari calon imam ku " Ucap Lili

__ADS_1


" Ini mbak "


" Terimakasih ya " Ucap Lili


setelah melihat kepergian pegawai nya Lili langsung membuka Makan yang di pesankan oleh Kekasih hatinya itu


Lili. : Terimakasih yank, Sudah memesankan makanan untukku Kamu pengertian sekali sih tau saja kalo aku tidak ada waktu untuk makan siang di luar. Ayang juga jangan lupa makan siang ya


Calon Imam : iya sayang, Sekarang makanlah Nanti keburu dingin nanti gak enak lagi. ini aku juga lagi di kantin dengan Duo jomblo akut


Lili. : Siap


Lili menaruh handphone nya lalu menimati Makan siangnya sendirian, Tadinya mau Vidio Cal tapi Reno bilang lagi kantin dengan Teman nya jadi gak jadi deh buat Vidio Cal .


~ DI RUMAH


" Bibi bagai mana keadaan Paman? " tanya Meisya


" Alhamdulillah hanya Kecapean saja " jawab Bibi Vina


" Alhamdulillah.. kalo begitu " Jawab Meisya. ia sangat khawatir ketika mengetahui Paman Ibram yang sedang sakit


" Mungkin karena usia nya tidak muda lagi Makanya Paman kamu itu gampang lelah dan Kecapean "


" Iyah, seharusnya Paman sudah pensiun dari kerjaannya dan menimati Masa tua Bukan Bekerja terus " Gerutu Meisya. Bukan tanpa maksud Meisya biacra seperti Itu hanya saja Meisya merasa kasian kepada paman Ibram di usia nya tidak muda lagi Paman Ibram Harus masih bekerja mengembangkan Perusahaan miliknya


" Kamu benar Sayang tapi mau bagai mana lagi saat ini Paman mu itu belum ada gantinya "


Meisya mengerti Apa yang di maksud Bibi Vina, Tidak mudah mencari orang yang bisa di percaya untuk mengurus perusahaan


" Kenapa tidak menyuruh Lili saja untuk meneruskan nya? "


" Biar nanti Bibi omongkan lagi kepada Paman mu itu, Mudah-mudahan Paman mu ada orang yang bisa di percaya "


Bukan tidak percaya kepada Lili namun Bibi Vina takut Jika Lili yang mengganti Suaminya di perusahaan. Bibi Vina memikirkan Resiko yang akan di hadapi oleh putrinya nanti apa lagi Kebayangkan rekan bisnis suaminya itu Pria, Bibi Vina tidak ingin terjadi apa-apa kepada Putrinya.


" Iyah Bibi, Meisya berharap ada ya Meisya gak tega jika melihat Paman yang terlalu lelah "


" Kita doakan saja agar paman mu Selalu di berikan kesehatan "


" amin.. "


Meisya berencana ingin mengusulkan Suaminya tapi Tidak baik jika suaminya yang urus apa lagi masih ada Lili putri mereka.


" Kalo begitu bibi pergi ke kamar dulu ya, kasian paman mu sendirian di kamar "

__ADS_1


" Iyah bibi, semoga Paman celah sembuh ya Bi "


Bibi Vina menganggukkan kepala nya Lalu ia pergi ke kamar suaminya.


__ADS_2