
Hari ini karena kerjaan Kanza hanya sedikit Ia pun memutuskan untuk pergi ke perusahaan sang suami dalam membawakan beberapa makan siang kesukaan sang suami.
" Hao, langsung ke perusahaan suami saya ya " Kata Kanza
" Siap Non " Jawab Hao
Di perjalanan Kanza terus tersenyum ia membayangkan Bagaimana ekspresi suaminya ketika melihat dirinya datang dengan membawa makan siang untuknya.
Tidak butuh waktu lama untuk Kanza sampai di perusahaan sang suami, Kanza meminta Hao untuk membawakan makanan tersebut ke lantai paling atas, karena tidak hanya makanan untuk sang suami tapi Kanza juga buat untuk yang lainnya juga.
Kanza berjalan begitu anggun apa lagi ia membawa rantang yang cukup lucu " Selamat siang Nona " Sapa Resepsionis
" Siang " Balas Kanza sambil tersenyum lalu ia melanjutkan jalannya kearah Lift
Sesampainya di lantai atas Kanza langsung menyuruh Hao untuk menaruh makanan di atas meja " Hao, simpan di sini saja " Ucap Kanza " Hao, ikut makan saja sama kita, Hao juga pasti belum makan siang kan " Kata Kanza
" Baik Non "
Prok.. prok.. prok...
Kanza menepuk tangannya tiga kali agar orang-orang menghentikan aktivitas nya " Halo semuanya, ini Saya bawakan makan siang untuk kalian " Kata Kanza
" Wah Nona, Anda sangat baik sekali " Puji nya
" Apa lagi makanannya, Makanan enak " balas yang lain
" Hahaha.. kalo sama makanan enak saja pada melotot" Ucap Lixi " Hai Kanza "
" Hai juga Kak " Jawab Kanza
" Paksu kamu masih di ruangannya tuh, tadi pagi dia tidak sarapan " Adu Lixi
" Terima kasih ya kak informasinya kalau begitu aku ke sana dulu " Ucap Kanza
". Ok "
Kanza langsung berjalan ke arah ruangan sang suami lalu ia pun mengetuk pintu ruangan Fadil
Tok.. tok.. tok...
" Masuk " Ucap Fadil di dalam
__ADS_1
Kanza membuka ruangan Fadil lalu ia melihat jika sang suami yang terlihat seperti tidak terurus " Habby "
" Sayang, Kamu ke sini " Ucap Fadil yang langsung menghentikan aktivitasnya dan berjalan ke arah sang istri " Kenapa tidak bilang jika mau ke sini? "
" Aku sengaja tidak bilang karena ingin berikan kejutan, mas kok mas kayak kurus kayak gini sih " Keluh Kanza
" Hehehhe.. Iya sayang habis bagaimana lagi kerjaan ku benar-benar sedang banyak " Ucap Fadil yang membenarkan rambut dan juga pakaiannya
"Tapi masih wangi kok hehehe... "
" Kamu bisa saja sayang " Balas Fadil " ayok duduk " Ajak Fadil
Kanza Langsung duduk di sofa. Sedangkan Fadil ia langsung melihat keluar ruangan dan ia juga melihat jika rekan-rekan kerjanya sedang menikmati makanan yang dibawa oleh sang istri
Ceklek...
Fadil langsung mengunci ruangan kerjanya " loh kok dikunci sih Habby "
" Biar tidak ada yang ganggu hehehe... "
" habby ada-ada saja " Kanza langsung membuka rantang yang ia bawa tadi " cinema kita makan siang bersama makanya tadi Habby gak sarapan " Ajak Kanza
" Pasti si Lixi yang ngadu " keluh Fadil
Ucapan Kanza langsung terpotong karena telah di bungkam oleh Fadil dengan bibir nya, Bibir yang Fadil rindukan beberapa hari ini membuat Fadil tidak bisa menahannya lagi
Tangan yang sudah menahan tengkuk leher dan yang satu menahan pinggang Kanza membuat Kanza pun melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami, mereka terbuai oleh sensasi yang mereka ciptakan darah yang mulai mendidih perasaan yang mulai menggebu-gebu dan....
#Skip
Satu jam telah berlalu, Kanza baru saja beres mandi dan sudah menggunakan pakaian gantinya
" Habby, sejak kapan Habby menyimpan pakaian wanita di ruangan ini? " Tanya Kanza heran
" Semenjak kita menikah, karena Aku sudah memiliki filing jika kamu akan sering mengganti pakaian mu di ruanganku hehehe... " Fadil mengecup kening kanza " Aku mandi dulu karena setelah ini aku harus lanjutkan pekerjaan ku " Ucap Fadil yang langsung di balas anggukan oleh Kanza
Kanza mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut. kanza Melihat dirinya di pantulan cermin lalu ia tersenyum ketika mengingat permainan sang suami yang tidak seperti biasanya karena terlalu merindukan dirinya, Apa lagi ini pertama kalinya Kanza bermain di ruangan Fadil " Ada-ada saja " gumam Kanza
Setelah beres mengeringkan rambut Kanza langsung membereskan ruangan Fadil karena ruangan ini sudah tidak berbentuk, Kursi yang sudah tergeser dan berkas-berkas yang berjatuhan karena tadi mereka bermain di atas meja kerja Fadil.
" Tidak perlu kamu bereskan, biarkan OB saja yang membereskan nya " Ucap Fadil
__ADS_1
" Tapi kan Habby "
Fadil berjalan kearah sang istri " Aku tidak mau kamu lelah jadi menurut lah " Ucap fadil yang langsung membawa istrinya duduk di sofa dan menyuruh OB untuk membereskan ruangannya.
Ob yang melihat bagaimana acak-acakan ruangan Fadil ia hanya bisa menelan ludahnya karena tidak bisa membayangkan bagaimana permainan mereka sampai keadaan ruangan ini kacau seperti ini.
Setelah membersihkan ruangan Fadil, OB itu langsung bilang kepada Lixi " Boss TOP "
Hari semakin Sore Kanza langsung di antar pulang oleh Fadil karena Fadil tidak ingin jika Istrinya ikut begadang di kantor.
" Habby, Padahal Aku gak Apa-apa loh bantuin Habby di Kantor " Keluh Kanza
" Aku hanya tidak ingin Kamu kelelahan sayang " Jawab Fadil
Fadil membawa Mobilnya kearah Rumah Utama ia tidak ingin Jika Istrinya kesepian di Apartemen.
" Loh ko ke rumah Mommy? " Tanya Kanza
Fadil tersenyum " Biar kamu ada teman sayang, Jadi Aku antarkan kamu ke rumah Mommy. Kalo di Apartemen kamu gak ada temen " Ucap Fadil
Kanza membuang Napasnya pelan lalu ia memalingkan wajahnya kearah Luar " Kenapa dengan Istriku ini Hem... " Tanya Fadil yang melihat Istrinya terlihat lemas
" Aku tidak Apa-apa Habby "
" Apa kamu masih merindukan aku, Hmm.. " Goda Fadil yang mencolek dagu sang istri
" Is Habby. " Wajah Kanza langsung bersemu merah bahkan ia merasa malu karena di goda oleh sang suami. Siapa yang tidak merindukan suaminya apa lagi sudah beberapa hari tidak bertemu sekalinya bertemu hanya sebentar.
" Sabar ya Sayang, Setelah ini usai Kita pergi liburan bersama Anak-anak kantor, Aku rencananya akan membawa mereka berlibur ke Villa jika kerjaan kita telah rilis " Ucap Fadil
" Emang Habby punya Villa? " Tanya Kanza dengan wajah polosnya
" Hahaha... Nyonya Fadil Anda terlalu meremehkan Diriku " Fadil tertawa karena ia tidak menyangka jika Istrinya bisa sepolos itu, Harga Villa bagi keluarga Fadil tidak seberapa " Milik Daddy sih hehehe.. "
" Hm.. Aku pikir milik Habby "
Candaan mereka terus berlangsung sampai-sampai tidak terasa jika Mobil sudah memasuki halaman rumah Utama.
" Sudah Sampai sayang " Ucap Fadil
" Habby, mau masuk dulu apa langsung? "
__ADS_1
" Aku langsung ya, soalnya kerjaan masih banyak " Kanza mencium punggung tangan Fadil dan di balas dengan kecupan manis di kening Kanza.