
Pagi ini seperti Biasa Lili bangun pagi apa lagi ibu mertua sedang tidak ada di rumah otomatis semua pekerjaan rumah di limpahkan kepada Lili dan Juga adik ipar nya. tidak ada pembantu rumah tangga karena Bunda memang terbiasa melakukan semaunya sendiri.
" Dek, nanti pulang sekolah jam berapa? " tanya Lili
Seperti Biasa kak, Cuman ada les tambahan paling sorean baru sampai rumah " jawab Adik iparnya itu
" Och "
" Kenapa Kak? "
" Gak apa-apa. Kirain kakak pulang siang, Kalo siang kita makan siang di luar aja " jawab Lili
" Yah, aku gak bisa gabung dong padahalkan Luamyan bisa makan gratis hehehe "
" Memangnya kalo di rumah gak gratis "
" Hihihi beda kak, Kalo di rumahkan menunya itu-itu aja kalo di luar bisa mencoba menu yang lainnya" Jawab Nya polos
Lili mengucek-ngucek rambut adiknya " Ia kakak, udah kaya Kak Reno aja suka ngacak-ngacak rambutku " Keluhnya
" Habis kakak gemes sama kamu " jawab Lili Terkekeh " Sudah jangan ngambek, Ayo kita lanjutkan lagi masak memasaknya keburu siang "
Setelah berkutat hampir satu jam akhirnya masakan mereka selesai juga, Sarapan sudah tersedia di meja makan tinggal mereka langsung bersiap untuk berangkat Aktivitas.
Sebenarnya Lili bisa saja berangkat agak siangan kan outlet bukanya siang cuman Lili ingin menerapkan kedisiplinan kepada karyawannya agar datang lebih awal agar rejeki juga tidak di patok ayam.
Lili membangunkan sang suami namun Lili merasa ada yang aneh dengan tubuh sang suami " Yank, ayank demam? " ucap Lili ketika Lili menaruh telapak tangan di kening sang suami " Aduh bagai mana ini " Lili bingung ia langsung mengambil kotak obat dan langsung mencari cek suku " Ya ampun tinggi banget, Kita harus ke rumah sakit Yank " ucap Lili
Lili langsung meminta bantuan kepada sang adik untuk membawa Reno kedam mobil apa lagi Reno terlihat sangat lemas Bahkan sedari tadi ia tidak mengeluarkan suaranya " Kak, Aku ikut ya " ucap Nya
" Gak usah kamu kan harus sekolah " tolak Lili
" tapi kak "
" Sudah jangan tapi-tapian, kakak harus bawa kak Reno ke rumah sakit, ingat sebelum pergi sekolah kunci rumah rapat-rapat dan jendela pada di tutup ya " kata Lili yang sudah duduk kemudi
__ADS_1
" Iyah kak, hati-hati ya, nanti kabarin Adek kalo ada apa-apa "
" Iyah " jawab Lili " kakak pergi dulu ya " Adik Reno mengangguk ia sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan sang kakak saat ini, Reno sangat jarang sekali sakit makanya Adiknya sangat Khawatir ingin menelpon sang Bunda namun di larang Oleh Lili, lili gak mau Bunda khawatir lalu tiba-tiba pulang.
Di rumah sakit Lili langsung meminta bantuan kepada para petugas dan juga dokter " Dok, Tolong suami saya " kata Lili yang sudah Khawatir
" Baik Nona " jawab si Dokter yang langsung membawa Reno ke UGD untuk di periksa
" Ya Allah mudah-mudahan Kak Reno baik-baik saja " Gumam Lili yang mundar mandir di depan UGD
Lili sangat cemas mana pemeriksaan lama Membuat Lili tidak karuan
Ceklek
" Bagai mana keadaan suami saya Dok? " tanya Lili yang langsung menghampiri Dokter yang keluar dari UGD
" Suami Anda baik-baik saja, Hanya saja demam biasa Tapi.. "
" Tapi apa Dok? " tanya Lili
Lili membulatkan kedua matanya, yang sakit suaminya tapi kenapa dirinya juga harus ikut di periksa.
Dengan patuh Lili pun akhirnya mengikuti serangkaian pemeriksaan, Walaupun sebenarnya dirinya juga masih bingung kenapa ia harus ikut di periksa oleh Dokter, Toh badannya sehat-sehat saja.
~ RUMAH ADAM
Tadi Meisya mendapatkan kabar jika Reno masuk rumah sakit dari Lili dan harus di rawat di rumah sakit beberapa hari " Diva " panggil Meisya
" Iya Nyonya " jawab Diva yang langsung mendekat kearah Meisya
" Aku akan dulu, Adik iparku sedang sakit kasian Lili harus di rumah sakit sendirian. Aku titip Fadil ya, Jika ia nangis kamu Telpon saja aku " ucap Meisya
" Baik Nyonya " Jawab Diva
" Kalo begitu aku pergi dulu. Sayang baik-baik ya sama Mbak Diva, jangan nakal. Mom perginya sebentar Ko " Meisya mencium pipi sang Putra lalu ia pergi dengan supir
__ADS_1
Tadi Meisya sudah meminta ijin kepada Adam untuk pergi ke rumah sakit, Adam pun sudah mengijinkannya Asalkan di antar oleh supir.
Meisya membawa buah tangan ia membawa makanan untuk Lili di sana karena Meisya yakin jika di sana tidak ada makanan " Ini cukup kali ya "
Meisya langsung ke ruangan yang sudah di beritahu oleh Lili, Di lantai 3 kamar Mawar no 1. Meisya sudah berdiri di depan Pintu kamar ruangan Yang di sebutkan oleh Lili " Ini kali ya, Aku ketik aja deh "
Tok.. tok..tok..
" Masuk " jawab orang yang ada di dalam
Meisya membuka Pintu ia melihat Lili yang sedang duduk di kursi dekat Brankar sang suami " Assalamualaikum.. Li "
" Wa'alaikumsalam.. Masuk Meisya " ucap Lili
Meisya langsung masuk ia melihat Reno yang sedang tidur " Bagai mana keadaan suamimu? " tanya Meisya kepada Lili
" Duduk dulu " Meisya duduk di sopa " Alhamdulillah.. keadaan nya sudah membaik dan panasnya juga sudah turun " jawab lili yang ikut duduk di sopa " Aku tadi khawatir banget soalnya pemeriksaan lama makanya aku hubungi kamu "
" Iyah tidak apa-apa Li, Nama nya juga lagi khawatirkan " ucap Meisya yang di balas anggukan oleh Lili " Sekarang Reno sudah tidur? "
" Baru saja ia tidur, setelah makan dan minum obat " Jawab Lili " Eh Baby Fadil sama siapa? gak di bawa?"
" Fadil sama Diva. mana mungkin aku bawa Fadil ke sini dan Mas Adam juga pasti gak akan ijinin " Jawab Meisya " Tau sendirikan kalo Mas mu itu bagai mana "
" Iyah, Kak Adam emang sangat Posesif sama anak dan bini hihihi "
" kamu ini. Oh iya, Apa Bunda sudah di kasih tau? " tanya Meisya
Lili Menggelengkan kepalanya " Aku gak kasih tau Mei, Aku takut Jika Bunda khawatir terus tiba-tiba Pulang " jawab Lili
" Kamu banar, Orang tua terkadang suka khawatir berlebihan " Lili menganggukkan kepalanya " Apa kamu sudah makan? ini aku bawakan makanan untukmu " ucap Meisya
" wah kebetulan sekali aku belum makan, Kamu emang teman yang paling pengertian " ucap Lili yang langsung membuka Makanan yang di bawa oleh Meisya namun " Ih.. jauhkan nasi dari Ku Mei, aku geli melihat ada nasi di situ kaya liat belatung " Ucap Lili sambil menjauhkan nasi dari hadapan nya
Meisya merasa heran dengan Lili, sejak kapan Lili tidak suka nasi " Kamu aneh Li, atau jangan-jangan kamu... "
__ADS_1