
Meisya dan juga Adam sudah berada di perusahaan, Adam membawa Meisya keruangan nya, sejak kejadian tadi pagi Adam enggan untuk berjauhan dengan meisya, ia ingin selalu dekat dengan Adam, banyak karyawan yang melihat aksi mereka, dan banyak juga yang bergosip, tapi Adam malah cuek bebek ia tidak peduli dengan yang lain yang penting saat ini hatinya sedang berbunga-bunga
Karena gosip sangat cepat sekali menyebar, sampai_sampai gosip itu sampai di telinga Sisil, wajah Sisil sudah merah menyala ingin sekali ia menelan orang saat ini " Sialan janda kampung itu sudah berani menggoda Adam, awas saja janda aku tidak akan membiarkan mu hidup tenang, dan kenapa adam terik dengan seorang janda jelas_jelas di sini masih ada perawan yang selalu menunggu nya " gumam Sisil, walaupun pelan tapi masih terdengar oleh Karmila yang sedang menata rambut Sisil
" Makanya bikin status janda dulu, jangan jadi gadis rasa janda, nanti tuan Adam bingung harus memanggil mu apa, janda buka, gadis juga bukan " sindir Karmila dengan senyum sinis nya " Lagian mana mungkin tuan Adam tertarik dengan wanita bekas banyak orang, lebih baik meisya kemana_mana walaupun dia janda tapi yang pakai hanya mantan suaminya saja "
" Kau..!!!" tunjuk sisil kesal lalu pergi tanpa melanjutkan menata rambut nya
" Dasar lon** " sebal Karmila
DI RUANGAN ADAM
Tok..tok...
" Masuk "
__ADS_1
Dafa membuka pintu ia melihat Adam sedang memangku seorang wanita yang selama ini ia incar " Tu..tuan " ucap Dafa
" Ya ada apa.?"
" Kak aku turun ya, malu di liatin pak Dafa " kata meisya merasa tidak enak
" Tidak apa-apa sayang, biar dia tau kalo kamu itu milikku sekarang, agar dia tidak mengharapkan mu " balas Adam, ya selama ini Adam tau jika Dafa suka mencuri pandang kepada meisya, walupun meisya bersikap biasa saja, namun itu semua membuat Adam terbakar cemburu
" Ma..maksud tuan ? " tanya Dafa, hati nya sudah was_was karena tidak menyangka kalo selama ini tuan nya itu tau gerak gerik nya
Seketika Dafa menelan ludah nya dengan kasar " Ma..maaf tuan saya tidak akan mengulangi nya lagi "
" Bagus "
Sedangkan meisya ia benar-benar tidak tau jika Dafa menaruh hati dirinya " Ada perlu apa kamu datang ke sini .?" tanya Adam
__ADS_1
" Ini tuan saya mau meminta tandatangan " balas Dafa sambil memberikan berkas kepada Adam, setelah di tandatangani Dafa segera keluar karena ia sangat takut kepada
" Kak, aku hari ini ada pemotretan jadi aku harus segera ke sana " kata meisya lembut
" Apa tidak bisa di tunda.?" tanya Adam yang tidak rela di tinggalkan oleh meisya
" Tidak bisa kak, jika aku terus di sini bagai mana jika karyawan kakak melihat nya, aku tidak mau mereka mengira di kesusksesan aku ini karena aku dekat dengan kakak " balas meisya " Dan aku pasti akan di anggap sebagai wanita tidak benar "
" Siapa yang berani ngomong seperti itu, akan aku putuskan lidah nya " ucap Adam serius
" tidak ada kak, kan aku hanya ingin menjaga saja "
" Baik lah terserah padamu saja, yang penting kamu senang dan jangan terlalu capek, aku tidak ingin wanita ku ini kelelahan " ucap Adam sambil mengelus rambut meisya
" Baik kak, kalo gitu aku pergi dulu ya" Setelah berpamitan meisya pun keluar untuk melanjutkan aktivitas nya
__ADS_1