Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
Bab 24


__ADS_3

Tok..tok..tok...


Wanita itu mengetuk meja milik Meisya " Apa kau yang bernama Meisya .?"


Deg..


Meisya pun menoleh ke arah wanita itu " Iyah saya Meisya, apa anda...?"


" Ya saya yang mengirim pesan kepadamu " jawab wanita itu


" Oh silahkan duduk " Kata Meisya dengan sikap tenang nya, setelah wanita itu duduk Meisya langsung bertanya " Ada apa anda mengajak saya bertemu .?"


Wanita itu tersenyum, lalu ia mengeluarkan selembar foto " Lihat lah, setelah di lihat kamu pasti tau siapa saya, Calon Maduku " ucap Julia, ya wanita itu adalah Julia, Julia ingin tau wanita mana yang sudah membuat suami nya tampak frustasi, tapi Julia belom tau kalo sang suami telah menikah lagi

__ADS_1


Meisya mengambil foto itu, ia melihat ada tiga orang, seorang wanita dan seorang laki-laki yang sedang menggendong anak laki-laki " Kamu istri nya mas Diego.?" Bukan nya kaget Meisya malah langsung bertanya " Apa mbak ini istri nya mas Diego.?"


" Iya saya istri nya, istri sah nya ibu dari anak laki-laki itu " kata wanita itu agak meninggi "


" Saya juga istri nya, istri sah nya " Jawab Meisya


" apa maksud mu.? istri sah? hanya aku istri sah nya jangan ngada_ngada kamu "


" Apa mbak tidak curiga kenapa mas Diego tidak pernah pulang ke rumah melainkan menginap di tempat lain.? " tanya Meisya dengan tenang


Deg


" Apa kata nya, orang gila.? jadi selama ini mas Diego bilang dia menjaga orang gila? Apa selama ini mas Diego menganggap aku orang gila ?" batin Meisya, tes air mata yang tadinya ia tahan, akhirnya luntur juga di pipi cantik Meisya

__ADS_1


" Apa akan ada orang gila bisa duduk di kafe ini.?" tanya Meisya " Aku tidak ingin banyak omong di sini, Jika mbak ingin tau bagai mana kelakuan suami Mbak selama ini Datang lah nanti sore ke alamat ini dengan senang hati aku akan menyambut mu mbak, dan mbak akan tau jawaban nya " ucap Meisya yang tidak ingin berlama-lama di sana " Dan satu lagi saya bukan orang gila, saya orang waras "


Meisya meninggalkan Julia di sana, ia tidak ingin lama_lama karena ia tidak ingin membuat kekacauan di tempat umum " Kamu tega mas, kamu bilang selama ini merawat orang gila.? hahahah " Sakit sudah pasti tapi ia tidak ingin memperlihatkan nya di depan Julia, ia tidak ingin di sebut lemah dan di tindas begitu saja


Sedangkan Julia ia sudah mengepalkan kedua tangan nya ketika Meisya pergi begitu saja " Sialan ternyata dia bukan wanita yang lemah, aku pikir dengan di gertak saja ia akan mundur tapi nyata nya ia malah menyuruh ku untuk datang ke rumah nya, sebenarnya ada apa di rumah nya apa yang akan aku dapatkan di sana.?" dengan rasa penasaran nya ia pun akan datang ke alamat yang di berikan Meisya, mau bagai mana pun ia harus tau apa yang terjadi sebenarnya


Sesampai nya Meisya di rumah, ia sudah di tunggu oleh Diego " Sayang kamu sudah sampai.?" tanya Diego


" Terlihat nya " jawab Meisya dingin, lalu ia masuk kedalam kamar


Diego pun mengikuti langkah Meisya, ia ingin sekali memeluk sang istri namun Meisya berlalu begitu saja


"Kita akan ngobrol tapi biarkan aku mandi dulu "

__ADS_1


" Mandi bersama sayang, aku sungguh sudah merindukan mu" kata Diego dengan mata berbinar


" Tidak, aku ingin mandi sendiri "


__ADS_2