Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
TIDAK DI SANGKA


__ADS_3

DUA BULAN KEMUDIAN


Sudah dua bulan Adam mencari keberadaan Meisya namun semua pencarian Adam hasilnya Nihil ia tidak kunjung menemui menemukan Meisya sang istri.


" Kak. Makan malam dulu, Kakak belum makan " Ucap Lili mengajak Adam


" Kalian duluan saja Dek. kakak masih belum laper " Jawab Adam yang langsung pergi menaiki tangga


Lili yang melihat kakak nya seperti tidak semangat hidup merasa kasian ia juga merasa bersalah kepada Sang kakak dan juga Meisya Andai saja waktu itu dirinya tidak menyuruh Meisya pergi mungkin keadaannya tidak akan begini


" Maafkan Aku kak " lirih Lili


" Sudah ayo makan. Kak Adam pasti memaafkan mu " Ucap Reno


Hubungan Resti dan Reno sudah membaik bahkan Lili juga sudah mengakui kesalahan nya ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


Sedangkan Bibi Vina. Bibi Vina memilih Tinggal di luar Negri bersama saudaranya Karena ia tidak ingin terus mengingat kenangan bersama Sang suami di rumah ini.


Lili mengangguk lalu mereka pergi ke meja makan untuk makan malam. Reno bukannya tidak kasian ia juga sudah membatu Adam untuk mencari keberadaan Kakak ipar nya Namun apa Daya jika Meisya seolah di telan bumi tidak ada tanda-tanda kemana perginya Meisya.


" Di makan Yank "


" Iyah Yank " jawab Lili


Reno yang melajang Lili murung hanya bisa membuang napas pelan " Nanti setelah makan, Kamu anterin makan malam Untuk Ka Adam ke kamar nya "


Lili melihat kearah sang suami " Iyah Yank " Jawab Lili dengan senyum yang semu kepada suaminya


Setelah beres Makan Lili langsung membawakan makanan ke kamar Adam, Lili tidak melihat keberadaan Kakak nya " Kak. Kakak Dimana? " tanya Lili sambil menari kesana kemari

__ADS_1


Lili Mengerutkan keningnya ketika ia mendengar Percikan Air di kamar mandi " Kakak!! " Teriak Lili ketiak Melihat Kakak nya yang sudah tergeletak " kak.. kakak bangun Kak Hikss.." Lili terus menggoyangkan Tubuh Adam namun tidak ada respon dari Adam


" Kak!!! Kak Reno!!!! " Teriak Lili sekencang-kencangnya


Reno yang mendapatkan teriakan dari Sang istri ia Langsung menghampiri Lili " Ada apa sa.. Kakak " Reno langsung memapah Adam ke atas tempat tidur " Yank, Ambilkan minyak angin atau Apa gigi yang bisa menghangatkan tubuh Kak Adam " Pinta Resti Reno Yang khawatir dengan keadaan kakak ipar nya


Lili Langsung pergi mencari Minyak angin Sedangkan Reno Menggantikan pakaian Adam agar tidak kedinginan " Yank ini minyak anginnya " Ucap Lili membawa minyak angin


Reno langsung mengusapkan minyak angin ke seluruh tubuh Adam lalu menyelimutinya Dengan selimut tebal tidak lupa Reno juga mengusapkan minyak angin di Hidung tangan dan juga telapak kaki


" Yank. Aku panggil dokter ya " Reno langsung menganggukkan kepalanya Ia benar-benar Merasa kasian kepada Adam. Reno tau Adam bisa seperti ini pasti karena Belum bisa menemukan Meisya padahal Adam dan Anak buah nya terus saja menari keberadaan Adam.


Tak butuh waktu lama seorang Dokter pria pun langsung memeriksa Adam. Dokter memasangkan infus di punggung tangan Adam karena Adam terkena dehidrasi dan juga kekurangan Gizi mungkin karena Adam tidak memikirkan perutnya yang ia pikirkan hanyalah Mencari Meisya sampai ketemu


" Jika susah sadar Nanti Langsung saja kasih makan bubur agar perutnya terisi " Saran si dokter " Dan ini Obat yang harus di tebus di apotek "


" Terimakasih Dok " jawab Lili


" Kak. bangun, jangan tinggalan Lili Kak Hiks.. Maafkan aku kak. Gara-gara Aku menyuruh Meisya pergi Kakak jadi seperti, Maafkan aku Kak hiks.. " Lili menangis sambil menundukkan Kepalanya Ia benar-benar menyesali perbuatannya


" Apa Maksud mu? " tanya Adam dengan suara pelan


" Kakak. kakak sudah bangun " Seru Lili


Adam mencekal Tangan Lili " Apa maksud ucapan mu Barusan.? " tanya Adam dengan tatapan yang sangat tajam seolah ia ingin memakan Lili hidup-hidup


Lili sangat ketakutan melihat Adam yang Melotot kearahnya " Ma..maaf kan aku kak " Ucap Lili terbata-bata ia benar-benar takut


" Jadi Istriku pergi itu ulah mu? " Tanya Adam

__ADS_1


Lili tidak mampu menjawab ia benar-benar ketakutan " Katakan dimana istriku.? "


" aku tidak tau kak sungguh " Jawab Lili Jujur


Adam memandang adiknya itu dengan tatapan yang benar-benar ingin membunuh, Adam melepaskan Infus yang menempel di tangannya Lalu ia mengambil jaket Dan hendak pergi " Jika terjadi apa-apa kepada istri dan calon Anakku maka jangan harap aku akan memaafkan mu " Lalu Adam langsung pergi entah kemana


" Sayang. kak Adam kemana? " tanya Reno Karena ia tidak melihat keberadaan Adam


" Hiks.. ini salah ku, Ini semau salah ku Kak " Lirih Lili sambil memukul-mukul Tempat tidur


Reno mendekati Lili lalu memeluknya " ada apa? Apa yang sudah kamu perbuat kepada Kak Adam, Hem..? " tanya Reno pelan


" A..ku yang membuat Meisya pergi dari rumah, Aku yang meminta Dia untuk pergi meninggalkan kak Adam hiks.. " lili menangis di pelukan Reno


sedangkan Reno hanya bisa membuang Napas beratnya ia tidak menyangka jika sang istri bisa melakukan hal yang akan menyakiti perasaan orang lain. Lili yang dulu bukan Lili yang sekarang


" Biarkan kak Adam waktu untuk sendiri Nanti kalo Sudah reda Kamu minta maaf lagi kepada Kak Adam "


" Aku tidak menyangka jika Kak Adam akan Semarang ini kepadaku hiks.. Aku pikir Dengan kepergian Meisya, Kak Adam akan kembali bahagia tapi... "


" lain kali jangan Lakukan itu lagi, jangan pernah ikut campur dengan rumah tangga orang lain walaupun itu kakak sendiri " Ucap Reno sambil mengelus kepala Lili


Di kota Adam Sedang kembali mencari keberadaan Meisya sedangkan Meisya ia sedari tadi merasa Gelisah perasaan nya sangat tidak menentu bahkan Meisya tidak bisa tidur karena perasan nya yang Tidak karuan


" Ada apa dengan aku ini, Kenapa perasaan ku tidak enak sekali " gumam Meisya yang sedari tadi mundar mandi sambil menggigit kuku tangannya " Apa Mas Adam sana baik-baik saja? " Tiba-tiba saja Meisya teringat kepada sang suami Meisya takut jika Sang suami sakit atau tidak baik-baik saja di sana.


" Mas semoga Mas di sana baik-baik saja ya " gumam Meisya yang mendoakan Kesehatan Adam


Walaupun sikap Adam Pernah melukai perasaannya Namun Meisya sudah memaafkan Semuanya, Meisya tidak ingin memendam dendam kepada sang suami dan juga Adik ipar nya itu Bagai mana pun Omi bukan sepenuhnya kesalahan Suami dan adik ipar nya.

__ADS_1


Jam sudah menunjukan jam dua pagi Namun Meisya masih tidak kunjung tidur kedua mata nya Seolah mengajak Meisya untuk begadang. Meisya juga berkali-kali Mengelus Perut Buncit nya.


__ADS_2