
Tak terasa hari ini adalah hari pernikahan Dava dan juga Diva pernikahan yang di selenggarakan di rumah ibu panti sesuai yang di inginkan Diva yang menginginkan menikah di tempat ia di besarkan
Acara sangat meriah bahkan tak kalah heboh ketika Lili memberikan saweran uang yang berwarna biru dan merah, Anak-anak panti sangat Antusias dengan saweran yang Lili sawer itu tidak hanya uang Lili juga juga membuat donpres bagi anak-anak yang menemukan Donpres itu akan mendapatkan Alat-alat sekolah dan juga skincare.
Meisya hanya menggelengkan kepalanya ia juga ikut senang dengan apa yang di lakukan oleh Lili, tadinya Meisya akan ikut serta dengan Anak-anak panti namun Adam menahan Meisya. mungkin bagi Meisya uangnya tidak seberapa tapi ia hany ingin ikut keseruan Anak-anak apa lagi acara yang seperti ini sangatlah langka.
'' Jangan Aneh-aneh Mom, nanti kamu terluka karena desak-desakan dengan anak-anak Dan aku tidak mau kamu lecet sedikitpun '' Kata Adam yang sedang menggendong Fadil
Meisya yang di larang hanya bisa cemberut menunjukan bibirnya yang manyun. Bisa-bisanya Suaminya berfikiran seperti itu padahalkan hanya ikut keseruannya saja '' Boy. bilangin kepada Daddy mu, Daddy mu sangat tidak asik '' Kata Meisya kepada sang putra sedangkan balita itu hanya menyengir menunjukan gigi yang baru tumbuh beberapa itu.
Acara telah berlangsung namun karena hari sudah mulai sore, Meisya dan Adam pamit terlebih dahulu apa lagi Fadil yang sudah tertidur mungkin karena lelah. Adam juga memberikan tiket untuk pergi berbulan madu ke luar Negri selama satu minggu untuk Dava dan juga diva.
~ DI RUMAH
Adam menidurkan fadil di kamarnya lalu ia langsung pergi kedalam kamar sang istri ia melihat sang istri yang sedang menghapus riasannya
'' Mom '' Peluk Adam dari belakang '' APa kamu masih marah kepadaku soal yang tadi? '' Tanya Adam yang masih memeluk Meisya
'' Enggak aku sudah melupakan semuanya lagian itu juga demi aku bukan '' Kata Meisya
Adam tersenyum ia senang karena sang istri yang sudah tidak marah lagi kepada dirinya '' Bagai mana atas permintaan maafku, Aku akan memijat kakimu sayang kamu pasti lelah kan seharian ini '' Ucap Adam yang langsung memangku Meisya tanpa menunggu jawaban dari Meisya
'' Dad.. masih sore '' Kata Meisya yang tau akal bulus sang suami yang ujungnya bukan hanya pijat kaki malah menjalar ke arah gus hiro yang selama ini selalu memberikan kenikmatan untuk dirinya dan juga Adam
Benar saja bukan belum juga lima menit Adam sudah melancarkan Aksinya dan membuat Meisya mend***
'' Dad '' Lirih Meisya yang hendak keluar
Adam sangat lihai dalam masalah perkasuran bahkan bisa membuat Meisya teriak kenikmatan karena Adam sangat ahli memuaskan sang istri
Jalanan sudah mulai becek kini Adik Adam mulai menulusuri jalan yang sudah di beri aliran itu, sekali dua kali ddan ke tiga kalinya adik Adam bermain dengan gerak cepat ia sangat puas ketika mendengar suara Meisya yang teriak memanggil namanya.
__ADS_1
Perjalanan semakin licin karena Meisya yang sudah berkali-kali membasahi jalan membuat Adik Adam semakin menggila ingin mencapai sampai di puncak nirwana dan menyemburkan lahar panas di dalam sana
'' Aaaaaaahhhhhhhh '' Ketika Adam sudah menyemburkan lahar panas di dalam sana lalu ia mengecup kening sang istri '' Terimakasih Mom '' ucap Adam yang langsung memeluk Meisya
'' Dad. Aku lupa jika bulan ini Aku gak KB '' kata Meisya. Meisya menggunakan KB suntik yang sebulan sekali dan entah kenapa bulan ini Meisya lupa jika dirinya belum suntik KB
'' Tidak apa-apa Mom biar kita buat adiknya Fadil dan siapa tau saja adiknya perempuan jad kita memiliki satu pasang hehehe '' Kata Adam yang mengelus perut Meisya yang belum tentu hamil atau tidak
'' Dad. Geli '' Kata Meisya yang perutnya terus saja di elus-elus sama Adam. Meisya hanya bisa pasrah semakin di larang sudah pasti akan semakin menggila suaminya ini.
~ KEESOKAN HARINYA
Pagi ini Meisya memandikan Fadil seorang diri biasanya Ia akan di batu oleh Diva namun Saat ini Diva sudah terbang bersama sang suami ke luar Negri untuk melakukan bulan Madu, mereka akan pergi selama satu Minggu.
" Boy, pagi ini kamu pintar sekali ya mandinya sudah gak rewel dan susah lagi " Kata Meisya yang sedang menggunakan Bedak baby di perut sang putra
Baisanya Fadil akan susah keluar dari bak mandi namun hari ini Fadil sangat tidak rewel dan patuh kepada sang Mommy.
Karena tidak kunjung bangun Meisya menaruh putranya di tas perut sang Daddy, dan benar saja Balita itu langsung menepuk-nepuk wajah Sang Daddy dan menggoyang-goyangkan badannya di atas perih sang Daddy.
" Eum Boy " Kata Adam dengan suara seraknya. Adam Langsung memeluk Putranya sehingga Sang putra tertawa terbahak-bahak karena ulah sang Daddy
Meisya melihat tingkah jahil sang suami hanya menggelengkan kepalanya, ia langsung membuat Gorden kamar milik nya lalu menyiapkan keperluan Sang suami " Dad, sudah aku siapkan semaunya " Kata Meisya yang ikut duduk di atas tempat tidur " Apa sayang, mau di gendong heum?? " Meisya langsung membawa Sang putra kedalam dekapannya
" Mom, tumben kamu membawa Putra kita ke sini biasanya akan langsung di bawa ke bawah " kata Adam
" Karena di bawah gak ada Diva, dan para pelayan juga sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing " jawab Meisya apa adanya
" oh, berarti kita gak bisa nabung lagi dong bua.. "
" Stop Dad. ada putra kita kamu jangan meracuni pikirannya dengan ucapan mu " keluh Meisya yang tau ujungnya akan kemana.
__ADS_1
" Heum baik lah, Kalo begitu aku mandi dulu Mom "
" Heum.. " Jawab Meisya menganggukkan kepalanya
" Sayang kita turun yuk " Ajak Meisya kepada sang putra
Meisya membawa putranya ke bawah lalu mendudukkan Fadil di kursi khusus balita " Pagi ini Bunda buatkan makanan untukmu ya boy " Kata Meisya yang langsung mengambil piring khusu balita dan di isi dengan ayam, sayuran dan juga buah-buahan yang sudah di potong kecil-kecil ya walaupun akhirnya akan berantakan namun Meisya tidak pernah memarahinya karena itu adalah keahliannya sendiri.
" Mom " Ucap Adam
Meisya langsung Melirik ke arah Sang suami " Iya Dad " jawab Meisya
" Wah, anak nya Daddy sudah makan duluan ya " kata Adam yang melihat putranya sedang asik mengacak-acak Makanan
" Daddy mau makan sama apa? " tanya Meisya
" Sayur saja Mom " jawab Adam
Meisya langsung menaruh nasi dan sup mangkuk kecil untuk sang suami. setelah itu ia mengisi piring milinya Sendiri " Nanti aku usahakan untuk pulang lebih awal ia, aku gak tega jika kamu mengurus putra kita sendirian " kata Adam
" Iyah Dad. " jawab Meisya padahal tanpa sang suami juga Meisya masih bisa meminta bantu para pelayan namun jika itu sudah maunya sang suami apa daya ia juga tidak bisa menolak.
" Boy. kamu harus baik-baik di rumah ya jangan lari sana sini kasian Mommy mu apa lagi nanti akan ada calon adikmu jadi jangan membuat Mom kelelahan yaa Boy " kata Adam sambil mengelus kepala sang putra
" Dad.. " tegur Meisya
" Hehehe " Adam malah tertawa kecil lalu ia melanjutkan sarapannya.
Setelah usai sarapan Meisya mengantar sang suami untuk berangkat kerja sambil memegangi tangan Fadil agar jalan nya semakin lancar.
" Dadah Daddy " Ucap Meisya sambil melambaikan tangan sang putra ke arah mobil sang suami " Yah, Daddy nya sudah jauh, kita masuk ya Nak " Meisya membawa Fadil kedalam rumah lalu menaruh Fadil di karpet bulu tidak lupa Meisya menaruh mainan sang Anak agar anteng.
__ADS_1