
Fadil berangkat kerja dengan menggunakan mobil miliknya. Sebelum dirinya sampai di perusahaan Fadil mampir di salah satu Kopi shop yang dulu pernah ia singahi bersama teman-teman semasa sekolah.
‘’ Selamat datang di kafe kami ‘’ Kata pelayan di sana
‘’ Hm.. ‘’ Jawab Fadil dengan singkat ‘’ Saya mau cappucino satu ‘’ pesan Fadil
‘’ Apa ada tambahan lain? ‘’
‘’ Tidak itu saja ‘’ Kata Fadil yang memberikan kartu debit miliknya
‘’ Baik Tuan, tunggu sebentar ya ‘’ Kata Pelayan itu
Fadil melihat Handphone miliknya lalu tidak lama kemudian pesanan miliknya telah jadi. Setelah menerima pesanan ia pun langsung bergegas pergi dari Kafe shop itu namun..
Brug...
‘’ Tuan, maafkan saya. Saya tidak sengaja ‘’ Kata Si wanita yang tidak sengaja menubruk Fadil
‘’ Apa kamu tidak memiliki mata Hah! ‘’ Bentak Fadil yang kesal karena Jas miliknya terkena Kopi
‘’ Maafkan saya Tuan, saya benar-benar tidak sengaja ‘’ Kata nya dengan
meminta Maaf kepada Fadil
‘’ Menyingkirkan ‘’ Ucap Fadil yang langsung meninggalkan Kafe shop dengan wajah yang marah
Si wanita yang melihat kepergian Fadil ia hanya bisa terduduk lemas di bawah Lantai ‘’ Kanza lebih baik kamu segera membereskan tumpahan kopi itu sebelum Pak Rendi datang ‘’ Kata Teman Kanza
Kanza langsung mengangguk lalu ia langsung mengambil kain pel untuk membersihkan tumpahan Kopi
Nasib Kanza pagi ini benar-benar sial, pertama dirinya harus bangun kesiangan gara-gara semalam dirinya harus kerja lembur. ‘’ Semangat Kanza kamu pasti bisa ‘’ Gumam Kanza yang menyemangati diri sendiri.
Kanza memiliki dua pekerjaan satu ia bekerja di Kafe sampai jam dua siang dan dari jam tiga Sore Kanza harus bekerja sebagai cleaning servis di salah satu Apartemen karena dengan begitu Kanza bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.
Kanza tidak memiliki keluarga ia hanya anak yatim piatu. Kedua orang tua nya meninggal ketika dirinya berusia dua belas tahun dan dari situlah Kanza mulai mencari uang sendiri untuk bisa memenuhi kebutuhannya dan untuk bayar sekolah nya.
‘’ Kanza kamu di panggil tuh sama si Bos ‘’ Kata Teman Kanza
Kanza membuang napasnya pelan ‘’ Pasti gara-gara kejadian tadi pagi ‘’ Kata Kanza
‘’ Entahlah, lebih baik kamu samperin si Bos sebelum si Bos kesini ‘’ Katanya
‘’ Hm.. Baiklah kalo begitu Aku keruangan si Bos Dulu ‘’ Kata Kanza dengan langkah gontai karena ia yakin jika dirinya di panggil itu ada sangkut paut nya dengan kejadian tadi pagi.
Tok.. tok.. tok...
__ADS_1
‘’ Masuk ‘’
Kanza sudah komat kamit dalam hati agar Bos nya itu tidak memarahinya ‘’ Pak, Apa Bapak memanggil saya? ‘’ Tanya Kanza dengan wajah yang gusar
‘’ Iyah. Duduk ‘’ Kata Pak Rendi atasan kanza
Setelah Kanza duduk, Pak Rendi menatap Kanza dengan tatapan yang tidak bisa di artikan
‘’ Apa kamu tau kenapa saya memanggil dirimu? ‘’ Tanya Pak Rendi kepada Kanza
Kanza mengangguk lalu menggelengkan kepalanya ‘’ Ada apa dengan Kamu,kenapa Akhir-akhir ini kamu tidak Fokus dengan kerjaan mu Hm.. ‘’ Kata Pak Rendi
Alih-alih Pak Rendi memarahi Kanza ia malah bersikap lembut membuat Kanza menoleh kearah Bos nya itu
‘’ Apa Bapak tidak Marah? ‘’ Tanya Kanza yang melihat kearah Bos nya
Pak Rendi tersenyum ‘’ Untuk Apa saya marah, lagian tadi pagi bukannya kamu
tidak sengaja menubruk orang Itu ‘’ Kata Pak Rendi membuat Hati Kanza lega.
‘’ Saya Janji Pak, jika saya tidak akan mengulanginya lagi dan saya juga janji akan lebih fokus lagi dalam hal bekerja ‘’ Kata Kanza yang semangat
‘’ Saya percaya ko sama kamu ‘’ Kata Pak Rendi
‘’ Terima Kasih Pak. Kalo begitu apa boleh saya keluar sekarang? ‘’ Tanya Kanza
‘’ Sarat? Sarat Apa Pak? ‘’ Tanya Kanza bingung
‘’ Malam Minggu Nanti kamu harus makan malam dengan saya ‘’ Ucap Pak Rendi
Kanza langsung menelan air ludahnya bisa-bisanya atasannya itu malah mengajak makan malam
‘’ Tapi Maaf Pak, saya tidak bisa karena saya sudah memiliki janji dengan teman-teman saya. Kalo tidak ada yang perlu Bapak bicarakan lagi, saya permisi ‘’ Kata Kanza panjang lebar dan langsung kabur dari ruangan Pak Rendi
Kanza bukan orang bodoh, ia tau jika atasannya itu menyukai dirinya namun
Kanza tidak pernah menyukainya, jangankan untuk pacaran untuk menyambung hidup
saja Kanza masih bingung.
‘’ Kamu kenapa, ko kaya ketakutan begitu? ‘’ Tanya teman Kanza
‘’ Tadi ketemu setan ‘’ Jawab asal Kanza yang langsung melakukan pekerjaannya kembali karena ia tidak ingin di panggil untuk yang ke dua kalinya.
~ DI RUMAH UTAMA
__ADS_1
Amira dan juga Aulia mereka benar-benar belajar memasak kepada Mommy
‘’ Ini gara-gara Kamu, andai saja jika kamu tidak menyuruhku untuk kesini mungkin Aku tidak akan datang ‘’ Keluh Aulia yang menyesali telah percaya dengan ucapan sepupu sekaligus sahabatnya ini
‘’ Heheheh.. jangan marah dong. Lagian ini juga bukan keinginanku tapi keinginan Mom ‘’ Kata Amira ‘’ Kata Mom karena Aku tidak memiliki bakat Apa-apa makanya Aku dan kamu di suruh untuk belajar memasak setidaknya tidak akan buat calon suami kita menyesal di kemudian hari ‘’
‘’ Huh..’’ Aulia membuang napasnya pelan namun tiba-tiba saja ia teringat
dengan pria incarannya
‘’ Ada Apa kamu senyum-senyum ‘’ Tegur Amira yang melihat Aulia malah senyum-senyum sendiri
‘’ Tidak! ‘’ Elak Aulia yang langsung Fokus dengan apa yang sedang ia kerjakan
Mom yang melihat kedua anaknya bisik-bisik langsung mendekat ‘’ Ada Apa kalian bisik-bisik? ‘’ Tanya Mom heran
‘’ Tidak Ko Mom ‘’
‘’ Iya tidak ko Tante ‘’ Elak keduanya yang tidak ingin Mom menambah pekerjaan dapurnya lagi
‘’ Bereskan yang benar, Karena Mom tidak ingin Makanan itu tidak enak ‘’ Ucap Mom
Mom menyuruh Aulia dan juga Amira untuk membuat menu makan siang. Ikan gulai, perkedel kentang, tempe orak arik dan jangan lupa Sambal ijo ala Mom yang akan membuat lidah siapa saja bergoyang namun jika Mom yang memasaknya
Beda halnya nanti jika masakan aulia dan juga Amira bagaimana rasanya.. Apa bisa menggoyangkan lidah atau malah sebaliknya.
‘’ Tante, Apa dengan begini Aku bisa menarik para pria? ‘’ Tanya Aulia
‘’ Itu adalah salah satu Cara Tante untuk memikat hati Om kamu ‘’ Balas Mom sambil tersenyum
Kedua mata Aulia langsung berbinar ia tidak sabar ingin segera bisa memasak
agar dirinya bisa memikat pujaan hati ‘’ Ada apa dengan senyummu itu, Apa jangan-jangan kamu sudah memiliki kekasih? ‘’ Tanya Amira
Aulia langsung tersenyum ‘’ Nanti juga kamu akan tau ‘’ Balas Aulia
‘’ Atau jangan-jangan Cowok yang kamu bilang kemarin? ‘’ Tebak Amira
‘’ Huss.. nanti Tante dengar ‘’ Kata Aulia yang menyuruh Amira untuk diam
Amira memalingkan wajah nya kearah lain ketika mendapatkan tatapan dari sang Mommy
Mom hanya mengulum senyum ketika melihat dua wanita remaja itu, ia tiba-tiba saja teringat kepada Lili sahabat karib nya sedari dari dulu yang sekarang telah menjadi adaik iparnya.
‘’ Aulia, bagaimana kabar Ibu kamu? ‘’ Tanya Mom
__ADS_1
‘’ Ibu baik-baik saja Tante, malah saking baiknya Ibu sekarang sering mengunjungi tempat kerja Ayah ‘’ balas Aulia. Mungkin karena itu juga Aulia jadi sering main ke rumah Amira karena di rumah nya cukup sepi.