Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
FADIL MASUK RUMAH SAKIT


__ADS_3

Malam ini Adam benar-benar tidur bersama dengan Fadil. Adam merasa tidak tega jika sang istri yang harus terus mengurus putra mereka apa lagi Sekarang Gak ada Diva otomatis sang istrilah yang mengurus semua keperluan sang putra.


" Tidur ya boy. besok harus sehat lagi ya biar Mom tidak kelelahan mengurus mu " Kata Adam sambil mengelus kepala sang putra yang sedang tertidur.


Tangan Fadil langsung memeluk lengan sang Daddy ia merasa nyaman berada di pelukan Daddy nya.


~PAGI HARI


Meisya bangun dari tidur nya ia langsung memeriksa kondisi sang putra " Alhamdulillah..panas nya sudah turun " kata Meisya lalu ia membernarkan selimut milik sang suami, Meisya yakin jika sang suami baru saja tertidur.


Setelah melihat kondisi sang putra Meisya langsung pergi ke bawah untuk membuatkan bubur dan juga sarapan untuk sang suami " Bi, tolong di adukan dulu ya bubur nya " kata Meisya karena ia ingin membuatkan nasi goreng spesial untuk sang suami.


" Sudah bi, biar aku ambil alih lagi "


" Bagai mana kondisi Den kecil Non? " tanya bibi


" Alhamdulillah.. Fadil sudah agak mendingan Bi " Jawab Meisya yang sedang mengaduk bubur


" Shukur lah kalo gitu. mungkin karena mau lancar jalan jadi panas, biasanya kalo anak kecil suka begitu Non " Kata bibi


" Iyah kaya nya bi, mudah-mudahan saja tidak keterusan ya Bi "


" Amin Non " jawab Bibi


Meisya melanjutkan aktivitasnya membuatkan bubur untuk putra nya, tidak lama kemudian Meisya sudah menyelesaikan membuat bubur ia langsung pergi ke kamar Sang putra


" Dad.. Daddy sudah bangun? " Tanya Meisya yang melihat sang suami sudah turun dari ranjang


Adam tersenyum " Iyah Mom, soalnya ada meeting pagi ini " jawab Adam


Meisya langsung mendekat kearah Sang suami " Maaf ya dad, semalam aku tidak bantu jaga Fadil " kata Meisya yang merasa bersalah


" Tidak apa-apa sayang, lagian kamu terlihat lelah sekali kemarin " kata Adam yang di balas anggukan oleh Meisya


" Yaudah kalo begitu Aku mandi dulu ya " kata Adam yang langsung pergi kedalam kamar nya untuk bersiap pergi ke kantor

__ADS_1


Karena Fadil belum bangun, Meisya langsung menyiapkan keperluan sang suami, dari pakaian sepatu dan lain-lainnya, setelah beres ia langsung kemabli ke kamar Fadil dan ternyata Fadil sedang terisak


" Putra Mom kenapa Hem.. kenapa menangis? " Meisya langsung menggendong Fadil agar Fadil berhenti menangis " Maafkan Mom ya, tadi Mom siapkan dulu keperluan Daddy " kata Meisya yang masih menggendong sambil mengelus kepala sang putra " Nanti siang kita ke Dokter ya Nak "


Meisya sangat khawatir dengan keadaan putranya. tadi pagi Pas Meisya cek suhu tubuh Fadil sudah turun namun sekarang malah panas lagi


" Kenapa Mom? " tanya Adam yang khawatir mendengar tangis sang putra


" Fadil panas lagi Dad " jawab Meisya


Adam langsung mengecek kening Fadil " Yaudah kalo begitu kamu siap-siap bawa barang yang akan dibawa, kita pergi ke dokter sekarang juga " kata Adam yang langsung di anggukan oleh Meisya


Walaupun Fadil sering demam tapi tetap saja Adam dan Meisya selalu panik ketika sang putra Demam tinggi.


Setelah usai Mengemas barang-barang yang akan di bawa, Adam langsung membawa mobilnya ke salah satu Rumah sakit, Adam juga membawa serta bibi agar nanti kalo ada apa-apa gampang.


Sesampainya di rumah sakit, Fadil langsung di periksa oleh Dokter Anak. Benar saja Jika demam nya sang anak kali ini karena kena Demam berdarah.


Fadil sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP " Dad, bukanya pagi ini ada meeting? " tanya Meisya


" Anak kita lebih penting dari pada Meeting Mom " jawab Adam yang duduk di sopa


" Ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai suami dan sekaligus Ayah. Mom " Adam mengelus pipi sang istri dengan pandangan kepada putranya yang sedang terbaring lemas di atas tidur.


Setelah mendapatkan kabar Jika sang Putra terkena Demam berdarah, Adam langsung menyuruh bawahan nya untuk mengirim orang ke rumahnya untuk Membasmi sarang nyamuk.


" Mudah-mudahan Putra kita belah sembuh Ya Dad, Aku tidak tega melihat Putra kita yang tertidur lemas Seperti itu "


" Jangankan kamu Mom, aku pun tidak tega melihat Putra kita terkulai lemas seperti itu. Andaikan bisa aku gantikan lebih baik aku saja yang sakit jangan putra kita "


Mungkin Adam bukan hanya hari ini saja ia akan cuti tapi mungkin sampai sang putra benar-benar sembuh dan di nyatakan sudah baik-baik saja.


Bibi yang ikut ke Rumah sakit ia pun ikut sedih melihat Anak bos nya yang sedang tertidur lemas, biasanya Balita itu paling aktif bahkan celotehannya selalu memenuhi rumah namun kini Bibi hanya bisa melihat ke tidak berdayanya.


" Cepat sembuh ya Den, biar kita bisa cepat pulang " Kata Bibi mengelus kaki balita ini.

__ADS_1


" Assalamualaikum kak " Ucap Lili yang baru datang. ia terkejut ketika mendapatkan kabar Jika ponakannya masuk rumah sakit " Bagai mana keadaan jagoan aku kak? " tanya Lili


" wa'alaikumsalam.. duduk dulu, kamu pasti lelah " Kata Adam " Keadaannya masih begini tapi mudah-mudahan saja Fadil cepat membaik "


Lili menganggukkan kepalanya ia tidak tega melihat balita yang selama ini selalu aktif tiba-tiba harus tumbang seperti ini " Aku tadi lagi Sarpan sama suamiku tiba-tiba aku mendapatkan kabar seperti ini langsung ke sini " kata Lili


" Terimakasih ya, kamu sudah mau jenguk Fadil. kita doakan saja agar keadaannya cepat membaik dan kembali seperti semula lagi "


" amin kak " jawab Lili


" apa kamu ke sini seorang diri, Diaman suamimu? " Tanya Adam


" Iyah kak, aku ke sini sendiri soalnya Kak Reno ada meeting tapi katanya setelah meeting Kak Reno akan segera ke sini " jawab lili


Adam mengangguk mengerti bagaimana pun Reno memang harus melakukan tugasnya apa lagi ia bisa di bilang masih baru di perusahaan itu.


...----------------...


Hari semakin siang, Reno baru saja Samapi dengan membawa makan siang " Kak ayo makan dulu " ajak Reno kepada Adam


" Iyah " jawab Adam


Akhirnya mereka makan siang bersama Walaupun sebenarnya Adam dan Meisya sedang tidak enak makan " Paksakan kak. biar kakak tidak sakit " kata Lili yang melihat kakak iparnya yang tidak napsu makan


" Iyah Li " jawab Meisya


Hari demi hari Di lewati Adam dan Meisya di rumah sakit, Kini sudah tiga hari Fadil di rawat di RS ini dan alhamdulilah.. keadaan Fadil semakin membaik bahkan Mereka juga malah mendapatkan berita yang luar biasa dari Meisya. kini Meisya telah di nyatakan hamil Empat Minggu dan itu di sambut bahagia oleh Adam dan yang lain


" Doaku terkabul Mom " kata Adam mengelus perut rata sang istri


Tadi ketikan Meisya hendak menebus obat tiba-tiba saja Meisya pingsan di depan apotik dan orang yang melajang Meisya pingsan langsung membawanya ke UGD untuk di periksa.


" Ini hasil Lembur kamu Dad, setiap malam Daddy tidak pernah absen " keluh Meisya


" Heheh.. gak apa-apa Mom, kan kamu juga senang dan enak " Goda Adam

__ADS_1


" Ada-ada saja kamu Dad " keluh Meisya


Adam hanya menyengir kuda, ia juga sudah memberitahu kepada Sang anak jika saat ini dirinya akan menjadi seorang Abang karena Di perut Mommy nya sedang ada adik baby.


__ADS_2