
" Nona, silahkan di minum " Kata Suster itu " Den, Masuk dulu ya "
" Baik Sus " Jawab Denis dengan patuh
" Nona, kenapa tau jika Den denis tinggal di sini? " Tanya Suster itu yang ingin tau
Amira Melihat penampilan suster itu, tadi penampilan nya biasa saja tapi sekarang sudah berubah menjadi luar biasa,namun Amira tidak ingin berburuk sangka dulu.
Amira tersenyum " Saya ke sini ingin bertemu dengan Ayah Denis " jawab Amira " Kebetulan saya lewat sini "
" Oh,.. " Suster itu ber oh ria
" Oh iya, Ibu nya Denis mana ya, ko saya tidak melihat Ibunya Denis? " Tanya Amira
Suster itu Tersenyum " Ibu Den denis sudah pergi ke negara asalnya karena beliau tidak ingin mengurus Den Denis, jadi ya Tuan Marlo lah yang mengurus Den Denis seorang diri " Jawab Nya
" Oh begitu, tapi ko di sini banyak Anak-anak Terus wajah nya pun beda-beda " Kata Amira " Apa Mantan Istri Kak Marlo itu beda-beda daerah? " Tanya Amira. Sebenarnya Amira hanya ingin mengetes suster ini saja karena Amira merasa jika sus ini agak lain dari sus yang lainnya, apa lagi lihat dari penampilannya yang berubah menjadi seperti gadis cantik.
Sus Langsung memberikan tatapan memelas agar Amira merasa iba " Ya begitulah lah, Non mungkin karena Tuan Marlo orang kaya dan tampan makanya bisa memikat anak di tiap daerah " Jawab Suster itu " Aku juga heran kenapa Wanita-wanita itu mau dengan Pria yang tidak bertanggung jawab seperti Tuan Marlo " Lanjut nya.
" Mampus, Salah paham, salah paham deh suruh siapa masuk kedalam hubunganku dengan Tuan Marlo " Gumam Hati Suster itu
" ya seperti yang sus katakan, Mungkin karena tampan dan mapan. Jangan-jangan sus juga naksir ya hahaha... " Amira tertawa kencang melihat ekspresi suster itu
" Amira "
Tawa Amira langsung terhenti Ketika Melihat kedatangan Marlo " Tuan " Sapa Suster itu sambil menunduk
Marlo memberikan tatapan dingin kepada Sus " Pergilah ke belakang dan Kerjakan tugas mu " Kata Marlo dengan nada dingin
Setelah kepergian Suster itu Marlo langsung duduk " Ada apa Amira, kamu tumben sekali datang ke sini? " Tanya Marlo
Amira berdiri dari duduk nya " Kak, Lebih baik Kakak cari suster lain menurutku Suster yang barusan kurang baik " Kata Amira yang mengutarakan pendapatnya
__ADS_1
Marlo mengerutkan kening nya " loh kenapa, bukannya tadi dia menemanimu di sini"
Amira membuang napasnya pelan " karena itu juga aku tau jika Suster itu kurang baik " Balas Amira " Oh iya, Kenapa Kakak tidak menjelaskan kepadaku jika Kakak memiliki rumah singgah, Aku sudah salah paham kepada Kakak " Ucap Amira yang merasa bersalah
Marlo tersenyum " Untuk apa aku jelaskan, Lagian Aku tidak ingin apa yang aku lakukan harus aku umbar " Jawab Marlo
Tadi ketika menunggu Suster membawakan minum, Amira berbincang-bincang dengan Denis dan juga teman-teman nya, Amira merasa bersalah dan ia juga merasa salut kepada Marlo karena sudah mendirikan rumah singgah ini.
" Heum.. tetap saja Kakak harus jelaskan jadi aku tidak akan salah paham kepada Kakak " Amira menundukkan kepalanya karena ia merasa bersalah
Marlo tersenyum " Sudahlah, tidak perlu mera bersalah seperti itu, bagaimana jika aku ajak kamu untuk berkeliling rumah ini dan aku kenalkan kepada Anak-anak asuh ku " Tawar Marlo
" Mau " Jawab Cepat Amira
" Kalo begitu Ayok " Ajak Marlo
Marlo mejelaskan jika ia bertemu dengan anak-anak ini itu dari jalan dan ada juga yang di berikan langsung dari orang tua Anak-anak kepada Marlo.
" Ada ya orang yang seperti itu, hanya ingin membuatnya saja tapi tidak ingin bertanggung jawab kepada Anak-anak nya "
" Itulah manusia " Balas Marlo tersenyum " Aku juga memiliki Tiga Bayi, yang satu berusia 4bulan, Tujuh bulan dan Yang baru berusia Dua minggu " Kata Marlo
Amira langsung menitihkan air matanya ketika langkah nya terhenti ke salah satu kamar yang berisi tiga bayi yang di sebutkan oleh Marlo tadi, Amira masuk ke ruangan itu " Sus boleh Aku gendong? " Tanya Amira kepada suster
" Boleh Non " Jawabnya
Amira melirik kearah Marlo lalu tersenyum, dengan Hati-hati Amira menggendong Bayi itu " Si cantik ini namanya siapa? " Tanya Amira
" Namanya Alika, Non " Jawab Sus itu dengan ramah
" Halo Dede Alika, Peranakan nama Tante, Tante Amira " Ucap Amira yang tersenyum
Marlo menyandarkan tubuhnya di tembok dengan tangannya yang di lipat di dada, Marlo melihat jika Amira memiliki jiwa ke ibuan bahkan Amira terlihat penyayang anak-anak " Apa kamu suka dengan anak-anak? "
__ADS_1
" Tentu, Tentu aku suka " Balas Amira " Siapa yang tidak akan suka dengan Anak-anak yang lucu ini " Amira mencium pipi Bayi Alika
Marlo mendekat kearah Amira lalu ia mengelus wajah Baby Alika dari belakang Amira, membuat Marlo dan juga Amira seperti pasangan suami istri yang sedang bahagia karena memiliki seorang putri.
Amira tersenyum lalu ia mengigit bibir bawahnya ketika wajah Marlo Sangat dekat dengan dirinya, Bahkan Amira bisa merasakan hembusan napas Marlo
Marlo yang sadar jika Amira sedang memandang dirinya ia langsung memandang balik Amira sehingga mata mereka saling bertemu dan...
Owekkkkkkkk......
Keduanya langsung sadar karena tangisan Alika " Kenapa Sayang, Apa kamu haus hmmm.. " Kata Amira
Marlo mengusap pundak miliknya, padahal sedikit lagi ia bisa merasakan bibir merah milik Amira " Kak, bisa buatkan susu untuk Dede Alika? " Pinta Amira
" Bisa " Jawab Marlo yang langsung membuatkan susu untuk Alika
Amira tersenyum melihat ekspresi Marlo yang terlihat kesal, " Ini susu nya " Marlo memberikan DOT susu kepada Amira
" Terimakasih Kak " Amira duduk di sofa sambil memberikan susu kepada Alika " Pelan-pelan minumnya nanti tersedak " Ucap Amira mengelus kening Alika dengan lembut
Marlo merasa ia mendapatkan sesuatu yang lain dari Amira, selain suka menghabiskan uang dan juga belanja ternyata Amira sangat penyayang kepada anak-anak.
" Kamu sudah Cocok jadi seorang Ibu " Kata Marlo yang berdiri di ambang pintu
" Hehehe.. Benarkah? " Tanya Amira tertawa
" Iyah. " jawab Marlo
" Kakak juga sudah cocok jadi seorang Ayah, tapi kenapa Kakak tidak mencari istri agar bisa melengkapi" Ucap Amira
" Karena aku ingin, istriku itu adalah kamu " Gumam Marlo dalam hatinya, tidak mungkin Marlo mengucapkan nya langsung karena ia tidak ingin jika Dirinya terburu.
" Belum ada yang cocok saja, nyari yang cocok susah apa lagi bisa menerima dan bisa menyayangi anak-anak " Jawab Marlo duduk di sofa kosong.
__ADS_1