
" Masuk "
Ceklek..
Mom Meiysa dan juga Fadil langsung masuk kedalam ruangan sang Suami
" Daddyyyy " Seru Fadil yang berlari kecil kearah sang Daddy
" Jangan lari nak, nanti jatuh " Tegur Mom Meisya
Hap..
" Daddy menangkap mu " Kata Daddy Adam yang menangkap tubuh mungil milik Fadil
" Hahhaha.. Daddy menang the best " Puji Fadil
Mom Meisya menggelengkan kepalanya lalu tersenyum, Fadil sangat dingin jika sama orang yang tidak di kenal namun ketika sama keluarga nya ia malah sangat jahil.
Mom Meisya menaruh Rantang di atas Meja lalu ia mencuci tangan dan membawa air mineral " Dad, Boy. Ayo kita makan siang dulu kasian Daddy nya belum Makan siang " Ajak Mom Meisya
" Siap Mom " Seru kedua pria berbeda usia itu
" Jangan lupa cuci tangan dulu " Kata Mom Meisya yang sedang membuka rantang yang tadi ia bawa
" Oke "
Setelah beres cuci tangan Mom Meisya langsung mengisi piring milik suami dan juga putranya " Dad. Bagaimana kerjaannya pagi tadi? " Tanya Mom Meisya
" Seperti biasa saja Mom " Jawabnya
Mom Meisya mengangguk mengerti " Wah ini kan Makanan kesukaan Aku mom "
" Tentu, Aku memang sengaja memasak kesukaan mu Dad " Jawab Meisya
" Istriku memang paling The best " Puji Daddy Adam
" Mom ciapa dulu dong " Ucap Bangga Fadil sambil menepuk dada
" Iya.. iya "
" Sudah ayoo makan lagi "
Mereka benar-benar Keluarga kecil yang bahagia siapapun pasti akan merasa iri jika melihat kebahagiaan mereka termasuk Wnaita yang selalu membantu Adam dalam segala hal ia juga merasa iri dengan kebahagiaan Keluarga kecil itu.
" Kalian boleh bahagia namun suatu saat nanti kebahagiaan itu akan menjadi milikku " Gumam Wanita itu.
__ADS_1
~ TEMPAT LAIN
Di tempat lain Lili yang sudah memiliki seorang putri ia harus membawa putrinya ke Outlet miliknya untuk mengecek keadaan Outlet.
Selama ini Lili hanya akan mampir untuk mengecek saja ia tidak kembali bekerja karena sudah ada orang yang lili percaya untuk memegang usaha miliknya.
Reno tidak pernah mempermasalahkan kegiatan sang Istri selama itu masih positif dan tidak membebani istrinya kenapa tidak. ingin menyuruh untuk stay di rumah pun Reno tidak ada hak karena Lili merintis usahanya itu dari Nol jadi tidak mungkin Reno menyuruh Lili untuk selalu Stay di rumah.
" Aulia, Kamu duduk di sini sebentar ya Sam ounty. Ibu mau memeriksa berkas ini dulu " Kata Lili kepada Putrinya
Aulia yang masih belum pasih berbicara ia hanya bisa menganggukkan kepalanya " Anak pintar " Puji Lili yang langsung mengecek pembukuan outlet.
Aulia anak yang patuh jadi Lili merasa tenang ketika menitipkan Aulia kepada Salah satu pegawainya.
Lili mengecek semua pembukuan lalu ia merasa ada yang aneh dengan pembukuan " Ko aku merasa ada yang janggal ya " Gumam Lili namun lili tidak memperlihatkan kepada Anak buah nya karena ia ingin mengeceknya sekali lagi agar tidak ada tuduhan yang tidak-tidak.
Karena jam sudah menunjukan jam tiga Sore Lili dan Aulia langsung pamit untuk pulang kepada para pegawainya, Lili juga membawa pembukuan keuangan untuk ia periksa kemabli di rumah.
" Saya Pulang dulu, jaga Outlet baik-baik "
" Baik Nona " Jawab pegawai nya itu
Lili tersenyum lalu meninggalkan Outlet dengan mobilnya sendiri " Sayang apa ada yang mau kamu beli? " Tanya Lili kepada Putrinya
" Ec lime " Pinta Aulia
" Holeeee " Aulia sangat girang ketika Ibunya akan membelikan dirinya Es Krim
Sesampainya di supermarket dekat rumah Lili langsung turun dari mobil dengan menggendong Putrinya.
Tidak ada rasa malu ataupun risih ketika menggendong putrinya, ya walaupun ada saja ibu-ibu yang nyinyir kepada dirinya.
Ada yang hilang.. " Masa anak sudah usia segitu masih di gendong "
" Masa anak sudah jalan masih di gendong "
" Terlalu manjain anak "
Begitulah kira-kira ucapan para ibu-ibu nyinyir terkadang Lili merasa risih dengan ucapan meraka namun lagi-lagi Lili menganggap nya angin lalu.
Setelah membeli apa yang di inginkan oleh Putrinya Lili langsung membawa laju mobilnya ke rumah.
" Assalamualaikum Bunda "
" Wa'alaikumsalam.. Cucu Nenek sudah pulang " Sambut Bunda Nina yang langsung menggendong Aulia
__ADS_1
" Hehhe iya Nenek, tadi Aulia juga mampir di supermarket buat beli es krim " Jawab Lili menurut suara anak-anak
Bunda Terkekeh " Wah cucu nenek habis jajan ya. Kalo begitu ayo kita kedalam " Ajak Bunda
Lili Menaruh kantung belanjaan nya di atas meja makan Lalu memasukan barang belanjaan nya kedalam lemari Es.
" Bun. Adek belum pulang? " Tanya Lili
" Belum Katanya ada les dulu " Jawab Bunda yang membawa cucunya untuk duduk di kursi meja makan
" Oh pantesan rumah sepi "
Bunda tersenyum " Kamu pasti lelah, Istirahatlah dulu, Biar Aulia Bunda yang jaga kebetulan Bunda mau ajak Aulia ke rumah tetangga yang besok mau syukuran " Kata Bunda
" Memang tidak apa-apa Bunda. Nanti malah bikin repot Bunda " Kata Lili
" Kamu ini, Mana mungkin Cucuku Bunda yang cantik ini merepotkan Bunda, Yang ada Bunda senang jadi Ada temen "
" Baiklah kalo gitu, Nanti pakai sepedah aja ya Bun biar Bunda gak berat Gendong "
" Kamu tenang saja. Sudah sana istirahat dulu "
" Terimakasih ya Bunda " Lili mengecup pipi Bunda lalu ia masuk kedalam kamar nya.
Lili dan Reno masih satu atap dengan Bunda Nina karena ini permintaan Bunda Nina untuk mereka tetap tinggal di rumah ini. Walaupun rumah ini terlihat sederhana namun ini cukup nyaman untuk di Tinggali.
Bukan tanpa alasan Bunda masih menahan mereka untuk satu atap dengan Bunda, Hanya saja Bunda tidak ingin ada gosip yang aneh-aneh kepada Putranya. menikah dengan orang kaya membuat Bunda Was was apa lagi para tetangga yang selalu nyinyir kepada Putranya membuat Bunda Hanya bisa mengelus dada.
Lili tidak langsung istirahat ia langsung memberikan diri dulu karena Sebentar lagi suaminya pasti pulang dari kantor.
Reno masih menjadi pegawai kantor biasa. Reno tetap menolak tawaran dari Adam dan juga Orang tua Lili karena ia tidak ingin memanfaatkan keadaan, Reno ingin berdiri di kakinya sendiri tanpa harus memanfaatkan mertuanya.
Sehabis mandi Lili langsung menyiapkan pakaian ganti untuk sang suami. Walaupun Lili terlahir dari orang kaya namun Lili tidak Lalay dalam menyelesaikan tugasnya sebagai seorang Istri.
" Beres, tinggal nyiapin makanan deh " Gumam Lili yang langsung keluar dari kamar namun ia sudah tidak melihat keberadaan ibu mertuanya mungkin sudah pergi ke rumah tetangga membawa Aulia.
Lili berjalan ke dapur ia melihat Adiknya iparnya yang sedang duduk di kursi meja makan
" Dek, kamu sudah pulang "
" Eh Kakak.. Sudah kak " Dela terkejut dengan kedatangan Kakak ipar nya
" Kamu kenapa? " Tanya Lili yang melihat Dela seperti terkejut melihat dirinya
" Tidak apa-apa kak, Aku ke kamar dulu ya " Pamit Dela
__ADS_1
Lili melihat kepergian Dela meras ada yang aneh namun ia langsung menggelengkan kepalanya lalu Fokus ketukan utama yaitu masak.