Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
BELAJAR MEMASAK


__ADS_3

Setelah beres makan malam. Fadil dan Daddy mereka langsung masuk keruangan kerja karena ada yang harus Fadil obrolkan dengan sang Daddy masalah pekerjaan.


sedangkan Mom dan juga Amira mereka malah asik menonton tv dengan cemilan buah di atas piring


" Hahhaa.. Kenap dia bodoh sekali, padahalkan bisa saja dia loncat ke jendela " kata Amira yang menertawakan Film yang ia tonton


" Kalo dia loncat dari jendela bisa-bisanya dia mati, orang itu di lantai paling atas " Balas Mom menggelengkan kepalanya


" Eh iya ya.. Tapi siapa tau saja kan di sana ada Spiderman yang akan menolong dia ketika dia loncat "


" Kamu itu ko malah jadi ngehayal " Kata Mom " Atau jangan-jangan bakat mu itu jadi penulis "


" Hahahah... Mom mana mungkin yang ada pembaca pada Kabur jika aku jadi penulis "


" Habis Mom juga bingung sama kamu, Kamu kuliah Tapi gak memiliki bakat apa-apa yang ada hanya belanja-belanja dan Belanja. Lalu untuk apa kamu kuliah kalo begitu " Mom tidak habis pikir dengan putrinya.


" Kan bakat aku menghabiskan uang Daddy dan juga Kak Fadil Hehehe.. "


" Bagi Kakak dan Daddy mu mungkin tidak jadi masalah jika kamu menghamburkan uang mereka tapi bagaimana dengan calon suamimu nanti, Apa ada yang mau menikah dengan gadis yang suka menghabiskan uang? " Ucap mom yang mampu membungkam mulut putrinya


Amira langsung menelan air ludahnya benar juga yang di katakan oleh Mommy nya " Besok Mom akan mengajarkan kamu memasak jadi Besok kamu jangan pergi kemana-mana " Kata Mom


" Tapi Mom, aku sudah ada janji dengan Aulia " Protes Amira


." Kalo begitu Ajak saja Aulia sekalian Mom Ajarkan Aulia dan kamu memasak bersama " Kata Mom Meisya meminum teh nya


" Mom... " Rengek Amira. Mana mungkin Amira masuk dapur ia bikin telor ceplok saja tidak bisa.


" Tidak Ada tapi-tapian. Mom mau ke kamar dulu lelah " Kata Mom yang langsung berdiri dan langsung masuk kedalam kamar miliknya


Sedangkan Amira ia masih tidak bisa terima mana mungkin dirinya masuk dapur " Ya ampun, Kuku kukuku yang cantik ini akan ternodai oleh pisau dapur hikss.... " Amira melihat kearah kuku lentik miliknya.


Di dalam Ruangan kerja Milik Daddy. Daddy Adam dan Fadil membicarakan soal kerjaan yang semakin hari semakin meningkat bahkan Kemajuan Perusahaan semakin maju pesat setelah Fadil ikut adil.

__ADS_1


" Daddy bangga kepadamu. Semenjak kamu ikut adil di perusahaan membuat Perusahaan semakin maju pesat " Ucap Bangga Daddy


Fadil tersenyum " Itu hanya sedang kebetulan saja Dad " Jawab Fadil


Daddy menepuk pundak Fadil " Daddy bangga kepadamu " Punya nya " Jangan terlalu lelah dan jangan terlalu memikirkan pekerjaan terus, sesekali pikirkanlah masa depan mu "


" Fadil belom berfikiran untuk ke sana Dad. Fadil ingin fokus ke perusahaan terlebih dahulu " Jawab Fadil


Daddy membuang napasnya pelan " Daddy mengerti tapi kamu tetap harus memikirkan masa depan mu. Usia mu sudah cukup untuk menata masa depan "


" Fadil pikirkan nanti. Jika tidak ada pembahasan lagi Fadil ingin balik ke kamar dulu Dad. " Pamit Fadil


" Iyah Istirahat lah, kamu pasti lelah " Kata Daddy Adam yang langsung di balas anggukan oleh Fadil.


~ KEESOKAN HARINYA


Pagi ini Anggota Keluarga sudah siap untuk sarapan " Selamat pagi semuanya" Sapa Aulia yang berjalan kearah meja makan


" Pagi juga sayang.. Tumben pagi-pagi kamu sudah ke sini? " Tanya Mom Meisya heran


" Tidak "


" Kenapa Tante.? "


" Karena Amira hari ini akan belajar memasak sama Tante dan kamu juga harus ikut serta " Jawab Mom Meisya yang langsung di balas senyuman oleh Amira


Aulia langsung menoleh kearah Amira " Hahaha... Aku sengaja menyuruh kamu datang pagi biar kita sama-sama belajar masak sama Mom " Kata Amira mengedipkan sebelah alis nya


Aulia langsung memanyunkan bibirnya. semalam dirinya mendapatkan pesan dari Amira kata nya pagi ini Amira ingin mengajak dirinya jalan-jalan pagi makanya Aulia semangat empati lima untuk pergi jalan-jalan.


" Amira!! Kamu bohongin aku " Keluh Aulia yang memanyunkan bibirnya


" Sudah duduk dek. " Tegur Fadil kepada Aulia " Kalian wanita memang harus belajar masak kepada Mom. Jangan bisanya hanya menghamburkan uang saja " Lanjut Fadil yang memakan roti miliknya

__ADS_1


" Dengerin tuh kata kakak kalian. kalian itu harus belajar memasak untuk membahagiakan calon suami kalian nanti " Balas Mom


" Kalo bagi Daddy sih. tidak jadi masalah jika putri-putri Daddy tidak belajar masak kan masih banyak pelayan yang bisa memasak "


Daddy langsung mendapatkan tatapan tajam dari Mom Meisya bisa-bisanya suaminya itu berkata seperti itu.


" Jangan menyuruh yang tidak tidak ke putrimu Dad. Daddy saja suka masakanku dan tidak pernah mau tuh memakan masakan pelayan " Sindir Mommy Meisya


Daddy langsung menelan air ludahnya ketika mendapat Sindiran dari sang Istri " Itu kan Aku. Jika calon suami putriku mana boleh " Elak Daddy


" jangan meracuni putrimu dengan perkataanmu itu nanti putrimu tidak akan berkembang. jangan sampai calon suaminya itu menyesal di suatu hari nanti karena melihat istrinya yang tidak bisa masak. walaupun putriku tidak memiliki keahlian lain tapi setidaknya dia bisa memasak dan memanjakan lidah suaminya " Jawab Mom pajang lebar


Tidak akan ada yang berani membalas ucapan Mom Meisya semuanya pasti akan bungkam jika Mom berbicara.


" Mom Aku sudah beres. Fadil langsung berangkat ke kantor ya " Fadil langsung mencium punggung tangan Mom dan juga Daddy lalu Amira dan Aulia yang mencium punggung tangan Fadil.


" Hati-hati kak " Kata Amira yang melihat kakaknya pergi untuk berangkat kerja


Sarapan terus berlanjut Mom sangat antusias karena hari ini ia akan mengajarkan kedua putrinya memasak.


" Setelah beres sarapan kalian harus pergi ke pasar bersama bibi. Mom sudah menuliskan apa saja yang akan kalian beli dan satu lagi kalian harus belajar menawar " Kata Mom dengan tegas


Uhuk.. Uhuk..


" Mom.. Tante" Seru Aulia dan juga Amira yang tidak habis pikir Jika Mom nya malah menyuruh mereka turun ke pasar.


" Tidak ada bantahan. Dan bibi hanya akan mengawasi kalian saja tidak membantu kalian " Kata mom


" Dan Daddy akan dengan senang hati mencicipi masakan kalian hehehe... " Daddy Adam malah meledek kedua putrinya itu


" Daddy! " Amira menatap tajam kearah sang Daddy


" Maafkan Daddy, putriku karena Daddy tidak bisa melakukan apa-apa jika sudah nyonya rumah berbicara" Ucap Daddy Adam kepada Putrinya

__ADS_1


" jangan merengek kerjakan saja tugas kalian " Kata Mom Meisya


" Iyah Mom " Jawab Aulia dan juga Amira dengan pasrah. Mau tidak mau mereka harus mengikuti keinginan Mom Meisya.


__ADS_2