
Tok..tok..tok...
Meisya melepaskan pelukan nya, Meisya melirik Lili dan beriisarat Siapa yang datang " Ah itu paling Jeni " Jawab Lili " Masuk "
Benar saja Ternyata Jeni yang masuk " Mbak ini pesanan nya "
" Bawa sini "
Jeni menaruh Pesanan Lili di atas meja Lalu ia Langsung Ijin untuk keluar ruangan, Meisya Menelan Ludahnya ketika Mencium wangi Seblak
" Apa ini untukku? ah.. kamu memang Sahabat yang paling pengertian " Seru Meisya. Meisya langsung ingin mencicipinya Namun
plak..
Lili Menepuk tangan Meisya Yang hendak Membuka Kantung Kresek Seblak itu " kamu ih.. " Tegur Meisya
" Ini punya ku, Kamu gak Boleh Memakan nya Karena ini Levelnya Level setan " Ucap Lili " Kalo kamu makan bisa-bisa Aku di gorok sama Kakak karena membiarkan Kamu makan Seblak "
" Is pelit " Ucap Meisya Sebal
" Bukan pelit tapi aku masih sayang sama nyawaku sendiri " Jawab Lili. Lili dengan wajah yang tidak berdosa ia Menikmati Seblak Seorang diri
Sedangkan Meisya Ia hanya bisa menelan ludahnya ketika Melihat Lili yang terlihat Nikmat Menikmati Seblak " Huuaaaa.. Aku tidak tahan Lagi, aku ingin mencoba nya " Tangis Meisya
Lili menjatuhkan Sendoknya Lalu Menutup kedua telinganya " Berisik! kamu kenapa? " keluh Lili
" Aku ingin mencoba Seblak itu aku tidak tahan dengan godaan nya hiks.. " Lili Menggelengkan kepalanya
" Ingat sekarang kamu sedang hamil jangan makan yang pedas-pedas Nanti kasian anak kamu, Dan aku juga Tidak mau memberikan nya kepadamu karena aku tidak mau di gorok oleh kakakku, dari pada kamu di sini liatin aku makan mending kamu turun ke bawah dan cari Scarlett yang kamu mau " Kata Lili, Ia tidak mau Jika kakak nya itu sampe marah Kalo sudah marah ah bisa-bisa dana yang di kirim oleh Kakak nya langsung di tarik mending cari aman.
Meisya sejenak Berfikir " Kamu benar, ngapain aku di sini Liatin kamu makan seblak mending aku cari Scarlett di bawah, Lagian nanti aku bisa minta kepada Suamiku Buat di belikan seblak " Ucap Meisya yang langsung berdiri dan meninggalkan Lili seorang diri
Lili yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya" Dasar bumil labil Tadi teriak menangis ingin seblak dan sekarang dia terlihat senang, Ibu hamil emang mengerikan " Gunma Lili menatap kepergian Meisya
Hari mulai sore dan jam sudah menunjukan pukul 5 Sore, Lili masih di sibukkan dengan pekerjaan nya sedangkan Meisya sudah Pulang sedari tadi di jemput oleh Suaminya
" Mbak, Lili nya ada? " tanya Reno
" Ada Pak, Di ruangan nya " jawab Evi Salah satu pekerja Lili
__ADS_1
" Oh kalo begitu saya masuk dulu " Kata Reno
Para pekerja Lili sudah tidak asing lagi dengan Reno mereka tau jika Reno adalah Kekasih Majikannya Namun
" Silahkan Pak " Jawab Evi
Reno langsung berjalan ke arah Ruangan Lili
Tok..tok..tok..
" Masuk "
Ceklek..
Reno tidak langsung masuk ia malah Menyenderkan tubuhnya di pintu dengan Tangan yang ia masukan kedalam Saku celana
" Ada apa? " Tanya Lili tanpa menoleh ke pintu, Reno pun masih menatap sang kekasih yang sibuk dengan berkas-berkas di meja nya
Lili membuang napas nya pelan Lalu menaruh Pulpen nya di meja " Apaan sih kamu it.. " Wajah Lili langsung berubah menjadi merona ketika melihat siapa yang sudah berdiri di ambang pintu
" Yank... " Panggil Lili langsung berdiri ia langsung lari dan memeluk Reno dengan posesif
" Bukannya tadi sudah ketemu? " Ucap Reno
Lili melepaskan pelukan nya " Hanya sebentar dan itu tidak cukup "
Reno mengucek Rambut Lili karena gemas " Lagian kenapa malah berdiri di sini bukannya langsung masuk ke dalam saja " Lili membawa Reno untuk duduk di sopa
" Aku tidak ingin mengganggu Kamu yang sedang sibuk dengan kerjaan " Jawab Reno Yang sudah mendaratkan Bokong nya di sopa
" Heum.. Apa kita jadi ke rumah bunda? " Tanya Lili
" Jadi Yank, Bunda sudah Kirim Menelor ku sedari tadi " Keluh Reno, Bagai mana tidak Reno Yang sedang kerja harus di telor oleh Bunda nya sendiri menanyakan Diman keberadaan mereka.
" Hehehe.. kaya nya Bunda bakalan lebih sayang kepadaku deh dari pada kamu Yank " Ucap Lili Terkekeh kecil
" Iyah seperti nya seperti itu, Karena setelah aku membawa mu yang di tanyakan Bunda tidak akan jauh tentang mu Dan aku mulai terlupakan " Keluh Reno
" Sabar " Lili mengelus lengan Reno " Kalo gitu aku siap-siap dulu ya, Gak enak kan jika aku ke rumah bunda dengan Penampilan Kusut kaya gini "
__ADS_1
" Bagai mana pun kamu, kamu tetap cantik Yank, Justru aku sangat takut Jika Kamu dandan cantik-cantik Nanti kamu malah di lirik oleh pria lain "
Lili Mengelus rahang Reno " uduh..duh.. Pacarku jeles ya, Tenang saja Walaupun di luar sana ada Pria yang lebih tampan dan mapan Hati Neng hanya untuk Akang seorang "
Sontak Saja Wajah Reno langsung bersemu Ia merasa tersanjung dengan ucapan Kekasih nya ini " Kamu semakin pinter gombal Ya yank, siapa yang ajarin sih "
" Kamu yang ajarin aku yank "
" Aku gak pernah ngajarin kamu Gombal yank Karena setiap ucapan yang keluar itu tulus dari hatiku untukmu " Jawab Reno
" Masa sih "
" Gak percaya? "
" Percaya.. percaya, Masa ia aku tidak percaya sama Kekasih ku sendiri " Ucap Lili " Sudah ah, aku mau siap-siap dulu kasian Calon Ibu mertua nunggu kita lama "
Reno tersenyum melihat kepergian Lili, Reno tidak menyangka jika dirinya akan Menyukai Lili Yang awalnya Tomboy dan Berpenampilan seadanya Tapi kini Reno bisa lihat Jika Lili selalu berusaha Untuk terlihat Cantik dan anggun di depan dirinya padahal Reno tidak pernah Meminta Lili untuk merubah penampilannya.
Setelah menunggu Akhirnya Lili beres juga dengan alat Perangnya, Kini Lili sudah terlihat Cantik dan Fresh " Ayo Yank " ajak Lili
Reno masih terkesima Melihat kecantikan Lili " Yank, Kamu cantik sekali " Puji Reno
" Tentu, Kan mau ketemu Calon mertua "
" Aku jadi tidak sabar ingin segera menghalalkan Kamu Yank "
" Ayok.. ayok kita ke KUA " ajak Lili semangat Empat Lima
Pletak..
Lili memegangi kening yang di sentil oleh Reno " Gak gitu juga Konsepnya "
" Yank.. " Lirih Lili
" Makanya Kalo ngomong itu jangan asal Ayok aja "
" Hehehe Kan gak Apa-apa Yank kita Nikah di KUA Biar gratis dan irit biyaya "
" Kamu pikir aku tidak mampu membuatkan Pesta Pernikahan Untuk mu Heum, Aku ingin Pernikahan kita menjadi Pernikahan yang Tidak bis kita Lupakan Karena Menikah Sekali seumur hidup Aku ingin Kamu selalu mengingatnya " ucap Reno Mengusap Kening Lili " Maaf aku telah menyentil mu "
__ADS_1
" Heum, Aku maafkan " Jawab Lili dengan menunjukan gigi putihnya