Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
Bab 36


__ADS_3

"Eum..." Meisya mulai terasa terusik tidur nya ketika ia merasa ada yang sedang memperhatikan nya


Dengan pelan meisya membuka mata nya, ia melihat ada seorang laki-laki yang sedang duduk di karpet, meisya pun mengucek keuda Mata nya " Ya ampun kakakk!!!" teriak meisya langsung memposisikan badan nya untuk duduk


" Good morning " sapa Adam sambil melambaikan tangan


" Kakak ngapain di sini dan kenapa bisa masuk.?" tanya meisya


" Sebelum kakak menjawab, bisakah kamu berganti pakaian dulu, bisa_bisa kakak tergoda dengan penampilan mu apa lagi di luar sedang hujan " ucap Adam dengan nada menggoda


Meisya langsung melihat penampilan nya yang hanya menggunakan gaun tidur tipis dengan satu tali, dan mempertahankan keuda gunung miliknya karena ia tidak menggunakan penutup gunung " Aaaahhhhhhh!!!!!" Meisya teriak ia langsung masuk ke kamar mandi setelah ia sadar dengan penampilan nya


" Berisik meiiii" teriak lili dengan mata masih terpejam, sedangkan Adam ia tersenyum simpul melihat sikap panik meisya


" Bangunnnnn, apa kamu tidak lihat ini sudah jam berapa .?" tanya Adam sambil melemparkan bantal kepada lili


Lili mencoba membuka mata nya " apa aku sedang bermimpi, ko aku melihat ada kak Adam di sini " gumam nya pelan


Adam langsung mencubit pipi milik lili " Apa ini rasanya seperi mimpi " Tanya Adam

__ADS_1


" Aw.... kakak sakit " lirih lili mulai membuka mata nya


" Bangun ini sudah siang " pinta Adam " Mana ada laki_laki yang akan menjadi suami mu jika kamu saja kaya kebo "


" Ya ya ya... sudah nih, aku sudah bangun " sebal lili " lagian siapa juga yang mau menikah, aku ini masih kecil belum pantas untuk menikah "


" terserah " balas Adam malas


Sedangkan di kamar mandi, meisya sedang bingung bagai mana ia keluar dari kamar mandi, ia sangat Malu sama Adam " Ah.. bagai mana ini, mau di taruh dimana wajah ku ini, lagian kenapa kak Adam bisa masuk kedalam kamar sih, perasaan semalam pintu sudah aku kunci " gerutu meisya


" Meiiii cepat aku Pengan pipis " teriak lili di luar kamar mandi


" Lama banget, ngapain sih " lili langsung mendorong meisya agar cepat keluar dari kamar mandi


Adam yang melihat meisya keluar dari kamar mandi tersenyum " apa kamu malu.?" tanya Adam


Meisya berjalan dan duduk di karpet " Kenapa harus malu, bukan nya Kakak juga sudah pernah lihat " elak meisya agar tidak terlihat gugup


" Benar juga, tapi kenapa kamu tadi lari .?" goda Adam

__ADS_1


" I..itu hanya reflek saja "


" Benar kah.? kalo gitu boleh dong kakak melihat nya lagi mumpung lili sedang di kamar mandi " goda adam sambil mengedipkan mata nya


" Yakkk... " teriak meisya, ia sudah setengah mati untuk tidak terlihat gugup dan malu di hadapan Adam, tapi Adam berhasil membuat wajah nya merona malu


" Kakak suka sama yang malu_malu gitu "


" Kakak!!!" sebal meisya " sudah ah, ngapain kakak ke sini Dan kenapa kakak bisa masuk ke kamar ku.?" tanya meisya mengalihkan ucapan Adam


"Tadi nya kakak membawakan sarpan untuk mu, tapi malah kakak sudah di suguhkan dengan sarapan pembuka dari mu " canda Adam


" Kakak ih.. " sebal meisya


" Ha ha ha.. kamu lucu kalo sedang merajuk kaya gitu sayang " kata Adam keceplosan memanggil sayang


" Apa sayang.?" tanya lili yang baru saja keluar dari kamar mandi


Meisya melototi Adam, apa maksud nya dengan kata sayang

__ADS_1


__ADS_2