
Setelah kejadian tadi sore, Mom Meisya dan juga Daddy Adam mereka semakin memperketat peraturan yang boleh bekerja di rumahnya bahkan yang melamar harus tes kejiwaan karena takutnya akan seperti mbak yang di pecat tadi sore.
Makan malam telah tiba Mom Meisya dan Daddy Adam sudah duduk di kursi mereka masing-masing termasuk Fadil ia juga sudah duduk di kursi yang khusus anak-anak.
" Makan yang banyak ya nak, biar cepat besar dan tinggi " Kata Mom Meisya
" Siap Mom " Jawab Fadil dengan semangat
Mom Meisya tersenyum ia cukup bangga kepada Fadil karena di usianya yang masih dua tahun makin Fadil sudah terlihat dewasa bahkan makan pun sudah bisa sendiri.
" Oh iya Dad, bagaimana jika akhir pekan ini kita kumpul dengan Lili " usul Mom Meisya
" Boleh, Atur saja waktunya " Jawab Daddy Adam
Mom Meisya tersenyum " Benar ya Dad. Nanti aku akan kabari Lili "
" Iyah Sayang "
" Holee... Kakak mau temu onti " Seru Fadil yang girang
Mom Meisya dan juga Daddy Adam langsung tersenyum melihat ekspresi Fadil yang kegirangan
Setelah makan malam usai Mereka langsung duduk di depan Tv. menonton bersama dan menikmati main bersama dengan Fadil adalah moment yang di sukai oleh Daddy Adam, menjadi pengusaha muda membuat Daddy Adam tidak punya banyak waktu untuk mengajak Putranya bermain.
" Dad.. Kenapa Pecawat bisa terbang? " Tanya Fadil
Daddy Adam tersenyum " Ketika lepas landas, sayap pesawat akan dibuat melengkung ke arah bawah sehingga kecepatan udara di bagian atas lebih tinggi dan tekanannya rendah. Dengan tekanan udara yang lebih tinggi di bagian bawah sayap, pesawat dapat terangkat dan akhirnya terbang. " Jelas Daddy Adam
Fadil menganggukkan kepalanya " Jadi kalo Adil unya cayap bisa telbang? "
Mom Meisya Terkekeh " Kita itu manusia sayang mana mungkin bisa terbang "
" Cepidelmen bisa telbang "
" Dad. Jelasin deh, Kaya nya otak anak kita terlalu cerdas makanya pertanyaannya di luar nalar " keluh Mom Meisya
" Hahahah.. Kalo tidak begitu berarti bukan anak kita Sayang " Kata Daddy Adam tertawa
" Iyah. Anak mu memang selalu mirip dengan mu Dad. Jadi Daddy saja yang jelaskan kepada putra kita kenapa manusia tidak bisa terbang seperti Spiderman "
__ADS_1
Pertanyaan Fadil menang suka ngada-ngada membuat Mom Meisya bingung untuk membalas ucapannya.
" Hai Boy, bagaimana jika malam ini kita tidur bersama " Ajak Daddy Adam
" Boleh? " Tanya Fadil sambil menatap Sang Daddy
" Tentu dong.. "
" Horeeee.. Tidul tercama " Fadil lari kesan kemari kegirangan karena selama ini Daddy nya selalu menyuruh untuk tidur di dalam kamar miliknya.
Mom Meisya tersenyum. Mom Meisya pikir Suaminya akan menjawab pertanyaan Putranya namun sama saja ternyata sama-sama tidak bisa menjawab pertanyaan putra mereka.
" Kalo begitu Kak Fadil harus bersih-bersih dulu sama Mom, Daddy akan pergi ke ruangan kerja Daddy terlebih dahulu " Kata Daddy Adam
" Ciap Daddy " Fadil langsung hormat kepada sang Daddy
" Ayo nak " Ajak Mom Meisya
Mom Meisya membawa putranya kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah bersih dan wangi Fadil langsung naik keatas Tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur
" Mom Daddy Ana " Tanya Fadil
" Mungkin sebentar lagi Daddy datang Nak, sabar ya " Jawab Mom Meisya yang langsung di balas anggukan oleh Fadil
" Itu Daddy datang " kata Mom Meisya
" Asik.. Ayuk Dad tidul " Ajak Fadil
Mom Meisya melihat suaminya membawa Buku " Apa itu Dad? " Tanya Mom Meisya
" Oh ini, Ini Buku cerita baru " Jawab Daddy Adam yang langsung Naik keatas tempat tidur dan menyandar tubuhnya di ujung tempat tidur " Malam ini Daddy akan membacakan buku cerita untuk putra Daddy "
" Benar Dad? " tanya Fadil. Baru kali ini Daddy Adam membacakan cerita untuk Fadil biasanya Sang Mommy yang akan membaca buku cerita
" Sudah siap Boy " Fadil menganggukkan kepalanya
Daddy Adam langsung memulai membaca buku cerita Tidak hanya Fadil yang mendengarkan bahkan sang Istri pun ikut mendengarkan cerita yang di ceritakan oleh Daddy Adam.
Sepanjang cerita Mom Meisya dan juga Fadil begitu anteng dan patuh mendengarkan cerita Sampai-sampai keduanya tertidur lelap.
__ADS_1
Daddy Adam tersenyum ketika melihat Anak dan juga Istrinya malah tertidur " Kalian benar-benar menggemaskan " Gumam Daddy Adam yang langsung mencium kening Fadil lalu kening sang Istri " Good night My wife and my son " Daddy membenarkan selimut istri dan juga Anaknya lalu ia turun dari tempat tidur untuk melihat Putrinya yang tertidur di Bok bayi
" Good night putri Daddy "
Daddy Adam langsung naik kemabli keatas tempat tidur untuk memejamkan kedua matanya.
~ PAGI HARI
Pagi ini Mom Meisya sudah bangun lebih awal ia melihat Suami dan juga putranya yang masih tertidur. Dengan pelan Mom Meisya turun dari Tempat tidur agar keduanya tidak terganggu.
Setelah Siap, Meisya langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan " Bi, tolong ayam nya di bersihkan ya. Pagi ini Aku mau bikin ayam goreng kesukaan Putraku "
" Baik Nyonya. "
Pagi ini suasana sudah seperti biasanya Seolah tidak ada masalah apa-apa karena Mom Meisya paling malas jika harus membahas yang sudah-sudah lagian toh orangnya juga sudah tidak ada jadi Untuk apa di bahas kemabli.
Para pelayan dan juga Bibi pun bisa memaklumi itu semua bahkan mereka merasa nyaman ketika sikap Mom Meisya yang tidak suka mengungkit yang sudah-sudah
" Nyonya. Pagi ini mau masak apa saja? " Tanya Bibi
" Aku rencana ingin bikin nasi uduk Bi, Sudah lama tidak bikin nasi uduk, dan lauknya Aku mau bikin Ayam goreng, capcay, tahu tempe dan jangan lupa sambel " Jawab Mom Meisya Sambil tersenyum
" Wah enak sekali tuh Nyonya "
" Benarkah? "
" Iyah Nyonya "
Mom Meisya Langsung melanjutkan masak memasak untuk anak dan juga Suaminya..
Satu jam lebih akhirnya Mom Meisya sudah siap menata semua masakannya " Daddy " Kata Mom Meisya yang tau tangan siapa yang melingkar di perutnya
" Morning sayang " Bisik Daddy Adam
" morning Daddy " Jawab Mom Meisya tersenyum ketika sang suami mengecup pipinya " Dad, gak enak di lihat orang lain "
" Biarkan saja lagian bukanya sudah sudah terbiasa seperti ini " Jawab Daddy Adam
" Tapi tetap saja malu Dad.. "
__ADS_1
" Kalo begitu, Ayo ke kamar sayang " Ajak Daddy Adam yang langsung menggendong sang istri kedalam salah satu kamar tamu karena tidak mungkin membawa istrinya ke dalam kamar milik mereka secara Fadil dan Amira masih tertidur lelap.
Entah apa yang mereka lakukan di kamar tamu yang tau hanya mereka berdua.