
setelah beres sarapan Kanza langsung menghampiri Aulia yang sedang duduk di dekat kolam renang " Ada apa dengan kamu, kok sepertinya tidak bahagia? " Tanya Kanza " apa semuanya baik-baik saja? " Kanza duduk di samping Aulia
Aulia menoleh ke arah Kanza lalu ia senyum tipis " Aku baik-baik saja mungkin karena masih merasa lelah habis pesta semalam " Jawab Aulia
" yakin kamu baik-baik saja tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku " Kanza merasa tidak yakin dengan jawaban Aulia apalagi Kanza begitu tahu sifat sahabatnya ini yang selalu barbar dan terlihat bahagia namun kini ia malah terlihat murung dan lebih memilih misalkan diri dari yang lain.
" Kenapa kamu suka itu Kanza padahal aku sudah susah payah menyembunyikan rasa sedihku " Gumam Hati Aulia
Aulia tersenyum " Itu hanya perasaan bumil saja, aku benar-benar baik-baik saja Kanza " Elak Aulia " Kamu tuh ya Kenapa suamimu di sana kamu malah ke sini apa nanti tidak akan dicariin sama Kak Fadil "
" Hahhaha.. jangan mengalihkan pembicaraan denganku kamu seperti tidak tahu kami saja, walaupun kami berpisah tempat tapi hati kami selalu " Balas Kanza dengan senyuman manis nya
" Idih.. sejak kapan aku memiliki teman sepertimu, narsisnya minta ampun " Aulia menggelengkan kepalanya pelan lalu ia tersenyum
__ADS_1
" Biarin narsis teh itu memang kenyataannya seperti itu, kalau kamu tidak percaya nih aku buktikan pasti sebentar lagi suamiku akan menyusul ke sini dengan membawa segelas susu untukku " Ucap Kanza
Dan benar saja tidak lama kemudian Fadil berjalan ke arah Kanza dan juga Aulia dengan membawa segala susu. santai saja Aulia membulatkan kedua matanya karena tebakan kerja benar-benar tepat.
" Wah luar biasa.. "
Prok.. prok.. Prok...
Aulia menepuk tangannya karena Ia tidak menyangka jika tebakan Kanza itu benar-benar tepat " Apa yang sedang kalian bicarakan dan Kenapa pada kamu seperti itu kepadaku? " Tanya Fadil kepada Aulia
Kanza tersenyum " ini Sayang susunya minum dulu, tadi aku lupa tidak membuat kamu susu " Ucap Fadil yang memberikan segala susu kepada Kanza
" Terima kasih suami tampanku karena sudah membuatkan aku segala susu, eum.. Pasti anak kita senang banget karena mendapatkan perhatian dari ayahnya " Balas Kanza yang langsung meminum susu
__ADS_1
Fadil tersenyum lalu mengelus kepala saya istri dengan lembut " ini sudah menjadi tugasku untuk selalu menjagamu dan menjaga calon anak kita agar tetap sehat " Balas Fadil " bukannya seorang ayah memang harus memperhatikan istrinya yang sedang hamil "
Uhuk... Uhuk...
Aulia tiba-tiba saja terbatuk mendengar ucapan Fadil " Ada Apa denganmu pakai batu segala " Ucap Fadil
" Tidak apa-apa Kak hanya keselek aja "
" keselak apaan? angin? " Fadil menggelengkan kepalanya" Oh iya, Si Lixi kemana? Aku dari tadi mencari dia tapi ketemu, apa dia ada di kamar? " Tanya Fadil kepada Aulia
" Mungkin, Aku juga dari tadi di sini jadi tidak tau dimana Kak Lixi " Jawab Aulia sentral mungkin agar Kakak dan Kakak iparnya tidak curiga kepada dirinya bahwa pernikahan mereka sedang tidak baik-baik saja.
" Oh Begitu, Coba kamu hubungi dia " Pinta Fadil
__ADS_1
" Ak.. Aku gak bawa Handphone. Handphone ku tertinggal di kamar hotel " elak Aulia padahal sebenarnya Handphone nya ada di dalam saku pakaian nya.