
Meisya saat ini sudah sampai di lantai tiga di sebuah kamar kos yang sudah ia persiapkan sebelum nya " Akhirnya Samapi juga " Meisya menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia menutupkan Mata nya sejenak, rasanya sangat lelah hari ini, lelah pikiran,tenaga dan juga hati tentu nya.
Meisya bukan wanita cengeng, ia wanita kuat yang bisa menghadapi maslah nya sendiri walaupun itu tidak akan mudah, apa lagi yang ia hadapi adalah Diego yang tidak akan pantang menyerah
Meisya bangun dari tempat tidur nya karena ia merasa perutnya mulai keroncongan, di kamar milik Meisya tidak ada dapur otomatis Meisya harusmembeli makan sudah jadi, Meisya pun keluar dengan menggunakan jaket karena cuaca di luar dingin habis di guyur hujan tadi sore, ia berjalan ke ternyata di dekat kos_kosan nya banyak sekali yang jualan makanan dan juga jajanan malam " Untung banyak yang jualan jadi aku tidak udah jauh-jauh cari makan "
Meisya menulusuri penjual kaki lima itu ia berhenti di sebuah kedai sate Taican " Bang satu ya, di bungkus pake lontong " pinta Meisya, ia duduk di kursi yang sudah di sediakan di sana sambil memainkan handphone nya
Drett...drettt....dreeettt... ( anggap saja suara panggilan telpon )
Halo Li...
....
Aku sudah pindah Li, sekarang aku tinggal di sebuah kosan
...
Yasudah kalo gitu kamu kesini saja ya, aku serlokasi sekarang
...
__ADS_1
Tut...
Meisya menutup telpon nya lalu ia berdiri di dekat penjual " bang saya pesan nya jadi dua ya, di samain saja pake lontong "
" Siap neng " balas si Abang sate
Tak lama kemudian sate pesanan milik Meisya pun sudah jadi, sebelum ia ke kosan ia mampir untuk membeli beberapa cemilan, karen ia yakin malam ini pasti akan begadang
Sesampai nya di kamar kos,. Meisya menaruh makan nya di meja dan membuat teh hangat
Drettt....
Ya halo..
....
...
Tut...
Meisya menaruh handphone nya kembali, ia langsung membuka pintu kamar kos nya sebelum di gedor oleh lili, karena gedoran lili bisa saja membuat tetangga kos pada bangun
__ADS_1
" Halo sayang..." sapa lili yang baru saja sampai di depan kamar milik Meisya sambil ngos-ngosan
" Kenapa kamu.?" tanya Meisya
" lelah jir, naik ke lantai tiga di kiranya tidak lelah " jawab lili sambil membuka jaket dan menaruh tas nya " Wah kamar nya lumayan " kata lili sambil duduk di karpet
" Ya lumayan tapi mahal " bisik Meisya sambil tersenyum
" Ya yang pentingkan nyaman, lagian sebentar lagi kamu akan menjadi model di perusahaan milik kak Adam, harga kosan ini tidak seberapa bagi mu nanti " balas lili
" Is kamu ini, sudah ah, ayo makan dulu aku sedari tadi udah laper banget nungguin kamu, nih aku juga udah beliin buat kamu " kata Meisya sambil membuka bungkusan nya
" Wah Lo memang teman paling pengertian " puji lili sambil melahap sate yang ada di hadapan nya
Mereka pun makan sambil bercanda, lili tidak ingin menanyakan masalah pribadi Meisya karena itu bukan ranah dia, jika Meisya bercerita ia akan mendengarkan nya namun jika Meisya tidak bercerita maka ia tidak akan bertanya lebih dalam lagi
" Oh ya, malam ini kita lembur ya, lumayan kan " ajak lili
" Sudah ku duga, pasti kamu bakalan ngajak aku buat lembur "
__ADS_1
" Heheh.. kan lumayan sayang " ucap lili, sebenarnya kedatangan lili bukan hanya untuk mengajak sahabat nya untuk lembur tapi ia hanya ingin menghibur dengan caranya dia sendiri