
‘’ Tu..an ‘’
‘’ Kamu sedang Apa di Apartemen saya? ‘’ Tanya Fadil heran karena dirinya tidak memanggil petugas kebersihan
Kanza langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai lalu ia langsung meminta Maaf ‘’ Maafkan saya Tuan, Saya sudah lancang menggunakan dapur anda ‘’ Kata Kanza
Fadil menarik napasnya lalu ia mengusap wajahnya dengan kasar
‘’ Tadi saya di suruh menggantikan temen saya untuk mencuci pakaian Tuan Karena Saya lapar akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat mie instan ini, tapi saya bersumpah jika saya membawa mie instan sendiri dari luar tidak mengambil milik Tuan ‘’ Kata Kanza
Tadi ketika kanza datang ke Apartemen ia di suruh menggantikan temannya yang bertugas mencuci dan menyetrika Pakaian Fadil. Dengan senang hati Kanza meng ia kan karena dengan begitu Kanza akan mendapatkan uang lebih dari atasannya.
‘’ Berdirilah, dan lanjutkan makanan mu ‘’ Kata Fadil ‘’ setelah itu lanjutkan tugas mu dengan benar ‘’ Ucap Fadil yang langsung meninggalkan Kanza di dapur lalu ia pergi ke kamar miliknya untuk beristirahat
Fadil merasa aneh kenapa Akhir-akhir ini dirinya sering sekali bertemu dengan Kanza padahal dirinya tidak pernah memperkerjakan Kanza secara langsung.
Jam sudah menunjukan jam delapan Malam. Kanza yang baru beres menyetrika ia melirik kearah Kamar Fadil ‘’ Apa Pakaian ini aku taruh di sini saja atau Aku harus mengantarkannya ke dalam ‘’ Gumam kanza bingung namun karena Kanza takut pulang semakin malam ia pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar milik Fadil
Tok.. tok.. tok...
‘’ Ko gak ada jawaban, Apa Tuan tidur kali ya ‘’ Gumam Kanza yang tidak mendapatkan sautan dari dalam kamar, karena tidak kunjung di buka akhirnya Kanza memberanikan diri untuk masuk dan...
‘’ Tuan ‘’ dengan reflek Kanza membuang pakaian yang ia bawa tadi dan segera membantu Fadil yang sudah tergeletak di atas lantai ‘’ Ya ampun Tuan, anda demam ‘’ Kata Kanza yang susah payah membantu Fadil untuk naik keatas tempat tidur
Fadil yang setengah sadar ia masih bisa merasakan tangan halus milik Kanza bahkan Fadil juga bisa mencium aroma sampo yang di gunakan oleh Kanza ‘’ Tuan, saya akan mencarikan obat penurun panas namun sebelum itu saya akan buatkan anda bubur terlebih dahulu ‘’ Kata Kanza yang langsung keluar dari kamar milik Fadil dan langsung pergi ke dapur untuk membuatkan bubur.
Setelah berkutat di dapur akhirnya Kanza pun langsung membawakan Fadil semangkuk bubur dan obat penurun panas ‘’ Tuan di makan dulu buburnya ‘’ Kata Kanza yang duduk di pinggir tempat tidur dan membantu Fadil untuk makan.
Fadil yang mendapatkan suapan dari Kanza hanya bisa pasrah menerima suapan demi suapan. Entah kenapa Fadil bisa menerima suapan dari gadis pencuci pakaian ini padahal sebelumnya Fadil paling anti di l sentuh oleh wanita lain.
‘’ Di minum dulu obat nya Tuan ‘’ Kata Kanza yang langsung memberikan obat dan juga air putih kepada Fadil
Setelah meminum Obat Kanza membantu Fadil untuk membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur ‘’ Tuan Istirahatlah.. mungkin Anda kelelahan makanya anda sampai demam seperti ini ‘’ Kata Kanza dengan lembut
Fadil langsung menurut ia langsung memejamkan kedua matanya untuk istirahat
__ADS_1
Kanza melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya jam sudah menunjukan jam sepuluh malam. Kanza merasa tidak tega jika meninggalkan Tuan
nya seorang diri di saat seperti ini
‘’ Lebih baik aku tidur saja deh disni lagian ini juga sudah jam sepuluh malam ‘’ Gumam Kanza yang langsung duduk di karpet bulu dan menyandarkan kepalanya ke samping tempat tidur.
Uhuk... uhuk...
Fadil terbatuk-batuk mungkin karena tenggorokannya kering makanya ia batuk. Fadil hendak turun dari tempat tidur namun ia melihat Kanza yang sedang tertidur dengan posisi duduk
‘’ Kenapa dia masih di sini ‘’ Gumam Fadil heran namun bukannya ia melanjutkan niatnya untuk mengambil air minum Fadil malah menatap wajah Cantik Kanza dengan lekat, sudut bibir Fadil terangkat namun dengan cepat Fadil menepisnya
‘’ Ada apa denganku, kenapa Aku malah memandanginya ‘’Gumam Hati Fadil.
~ KEESOKAN HARINYA
Pagi ini Fadil bangun dengan tubuh yang sudah mulai lumayan enak bahkan demamnya pun sudah turun
Fadil menggoyang-goyangkan kepalanya lalu ia keluar dari kamar, Fadil mencium bau harum dari dapur dan ketika ia turun benar saja jika aroma masakan itu dari dapur miliknya
‘’ Selamat pagi Tuan, bagaimana keadaan anda apa sudah jauh lebih baik? ‘’ Tanya Kanza ‘’ Maaf aku menggunakan dapur milik Tuan lagi hehehe.. ‘’ Kanza tersenyum
‘’ Apa kamu tidak memiliki dapur sehingga kamu memasak di dapur saya? ‘’
Kanza yang sudah beres memasak ia langsung menyuruh Fadil untuk duduk
‘’ Tuan duduklah, Aku sudah buatkan anda sarapan ‘’ Kata Kanza
Fadil bingung kenapa Kanza membuatkan dirinya sarapan ‘’ Tuan jangan salah paham, Aku buatkan Tuan sarapan karena Tuan harus minum obat dan Tuan tenang saja jika aku tidak mencampuri masakan ku dengan racun ‘’ Kata Kanza
Fadil langsung mencicipi sayur bening buatan Kanza. Warnanya memang bening
tapi Fadil cukup takjub dengan rasanya ‘’ Bagaimana Tuan enak? ‘’ Tanya Kanza
‘’ Lumayan ‘’ Jawab Fadil
__ADS_1
Tidak hanya sayur bening di sana juga ada egg roll, beef teriyaki dan juga buah potong yang sudah di potong-potong oleh Kanza
‘’ Apa kamu tidak ikut sarapan? ‘’ Tanya Fadil kepada Kanza
Kanza langsung menggelengkan kepalanya ‘’ Aku akan sarapan di tempat kerja dan tadi juga aku sudah menaruh sedikit di mangkuk bekal ‘’ Kata Kanza ‘’ Kalo begitu, aku permisi dulu karena sebentar lagi jam masuk kerja di Kafe, Tuan habiskan lah makanan Tuan biar Tuan cepat sembuh ‘’ Ucap Kanza ‘’ Oh iya hampir lupa, Terimakasih atas makanannya ‘’ Kanza langsung pergi dari Apartemen milik Fadil
Fadil melihat kepergian Kanza lalu ia tersenyum ‘’ Ada Apa denganku ini jangan bilang hanya karena dia sudah menjaga mu dan membuatkan kamu sarapan kamu jadi suka ‘’ Gumam Fadil kepada dirinya sendiri ‘’ Tapi Masakannya cukup enak dan bisa menggoyangkan lidahku ‘’ Kata Fadil yang menyantap makanan miliknya sampai kandas.
Jam sudah menunjukan jam Dua belas siang. Kanza langsung membuka kotak bekal miliknya ‘’ Untung tadi aku bawa sedikit makanan milik Tuan Fadil jadi aku bisa makan siang dengan Beef hehehe... ‘’ Gumam Kanza ‘’ Kapan lagi makan dengan daging enak seperti ini ‘’
‘’ Kanza ‘’ Kanza langsung menoleh kearah suara ‘’ Amira. Ngapain kamu teriak-teriak gak tau apa kalo aku mau makan enak ‘’ keluh Kanza
‘’ Wah Beef teriyaki kesukaan ku ‘’ Seru Amira ‘’ Boleh dong aku nyicip ‘’ Kata Amira dengan kedua mata yang ia kedipkan dengan lucu
Kanza yang dasarnya baik hati dan tidak sombong ia pun langsung memberikan setengah beef miliknya ke dalam piring milik Amira ‘’ Aku tu heran deh sama kamu, kamu dapat gajih itu gak besar tapi makanan kamu cukup royal ‘’ Kanza menggelengkan kepalanya ia tidak mengerti lagi dengan sahabatnya ini
‘’ Ini enak sekali, kamu beli di resto Korea mana? ‘’ Alih-alih menjawab pertanyaan sahabatnya Amira malah balik bertanya
‘’ Resto dapur orang Hahaha... ‘’
‘’ Maksud kamu? ‘’
‘’ Sudah kalo enak di makan saja tidak perlu banyak basa basi bertanya restoran mana ‘’ Kata Kanza
‘’ Is kamu itu. Kamu tau gak ‘’
‘’ Enggak hahaha.. ‘’
‘’ Is.. menyebalkan deh belum juga selesai berbicara ‘’ Keluh Amira
‘’ Hehehe.. iya Maaf-maaf jadi Apa? ‘’
‘’ Aulia sekarang dia sering sekali ke rumah ku buat belajar memasak sama Mom. Katanya sih dia mau membuatkan gebetannya masakan spesial hahaha... ‘’
‘’ Bagus dong, itu nama nya usaha siapa tau saja dengan masakan yang ia buat si cowok gebetannya itu bisa menerima cintanya ‘’
__ADS_1
‘’ Kamu benar, aku juga berharap seperti itu jadi perjuangannya tidak sia-sia ‘’ Kata Amira yang mendukung Aulia untuk menaklukan hati pria pujaan.