Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
Gentle


__ADS_3

" Mas kenapa kamu mengelus perutku .?" tanya Meisya yang merasa geli


" Aku berharap ia akan segera tumbuh di dalam perutmu sayang "


" Apa mas sangat menginginkannya.?"


" sangat sayang, aku tidak ingin menunda momongan " Balas Adam " Dan jangn berani-berani kamu menggunakan Alat penunda kehamilan "


Meisya tersenyum " Mana mungkin aku sepeti itu, anak adalah rejeki mana mungkin aku tolak "


" Terimakasih sayang, Aku sangat_sanagat mencintaimu "


" Aku pun sama mas "


Setelah puas bermesra_mesraan kini Adam dan Meisya sedang menikmati sarapan yang tertunda mereka duduk di meja di balkon hotel " Mas pinjem handphone mu " pinta Meisya


Adam pun memberikan handphone nya kepada meisya, Lalu meisya membuka Aplikasi chating membuat status di aplikasi tersebut



Meisya senyum_senyum sendiri " Ada apa sayang.?"


Lili. : Wah kakak romantis sekali


Dava. : Tuan anda sangat so sweet

__ADS_1


Paman ibram : paman berdoa agar kalian selalu di berkahhi, di limpahkan kebahagian dan di berikan momongan secepat nya Amin...


Sedangkan para wanita yang berteman di aplikasi chatting milik Adam merasa geram melihat Status laki-laki yang mereka incar


" Tidak ada apa_apa mas, ini aku hanya membaca pesan yang masuk " jawab Meisya jujur


Lalu Adam melihat siapa yang Chatting kepada dirinya


Adam : Terimakasih paman, Semoga paman dan juga bibi selalu di berikan kesehatan agar bisa melihat cucu_cucu paman nanti ( Sand. )


Adam menaruh kembali handphone nya di atas meja " Kita akan pulang nabati Siang sayang apa tidak apa-apa .?"


" tidak apa-apa mas, lagian di rumah lebih nyaman dari pada di sini " balas Meisya lembut


" Iyah halo "


Ucapan Adam terpotong karena meisya mengangkat telpon, ia berdecak kesal karena modus nya kali ini di gagalkan oleh sambungan telpon " sebentar ya mas ini lili telpon " kata Meisya sambil menunjukan handphone


Hampir satu jam Meisya dan lili saling tukar cerita, Lili menceritakan tentang Kedua orang tau nya yang meminta Rafa untuk datang ke rumah nya " Lebih baik kamu bawa pacar mu itu, jika paman dan bibi tidak merestui maka kalian harus membuktikan kebesaran cinta kalian " saran meisya


Adam mengambil handphone dari tangan sang istri " Kamu pikir paman dan bibi materialis.? Jika dia laki-laki gentle maka dia tidak akan takut untuk bertemu sama bibi dan paman, sudah kamu mengganggu saja "


Tut...


Adam mematikan sambungan telpon tersebut tanpa ijin terlebih dahulu kepada Meisya " Loh ko di matiin " seru meisya.

__ADS_1


" Dia sangat mengganggu "


Meisya merasa sebel kepada sang suami yang mematikan sambungan telpon begitu saja, Meisya sangat merasakan kecemasan sahabat nya itu


" jangan ngambek begitu, lagian nanti sore kalian akan bertemu kenapa harus repot-repot ngobrol di telpon" Adam membawa meisya ke atas tempat tidur dan mengulangi kegiatan siang nya


Sedangkan lili saat ini ia sedang bersama dengan Reno " Eum.. sayang " panggil Lili


" ada apa.? tidak biasanya kamu seperti ini "


" emang biasanya aku seperti apa.? " tanya Lili dengan penuh selidik


" Bar bar ha ha ha..."


" Iiihhhh.. sebel " Lili melipatkan tangan nya di dada dengan wajah yang di tekuk


" Ulin uluh sayang nya aku merajuk " goda Reno


Lili memutarkan bola mata nya " Papah dan mamah ingin bertemu dengan mu " ucapan itu lolos begitu saja


Sedangkan Reno ia menghembuskan napas nya " Baik lah aku akan menemui nya " balas Reno tanpa ragu


" Serius.?" tanya lili tidak percaya, Reno mengangguk tanda serius


Mungkin ini sudah saat nya untuk dirinya menunjukan keseriusan kepada kedua orang tua lili, Sebagi lelaki ia juga harus gentle apa lagi sang bunda selalu menasehati dirinya agar menjadi lelaki yang bertanggung jawab

__ADS_1


__ADS_2