Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
PERSIAPAN


__ADS_3

Setelah obrolan kemarin Siang Dava dan Diva semakin dekat bahkan Dava sudah jujur kepada Adam dan juga Meisya kalo mereka akan segera menikah beberapa bulan lagi dan itu semua dia sambut gembira oleh Meisya dan juga Adam.


" Kalo begitu kalian pergi lah cari gaun yang cocok untuk pernikahan kalian " kata Meisya sambil menggendong Baby Fadil


" Tapi Nyonya bagai mana dengan baby Fadil? " tanya Diva


" Kamu tenang saja, hari ini biar aku saja yang jaga baby Fadil, lagian kalian harus segera mempersiapkan Pernikahan kalian, Waktu kalian hanya satu bulan lagi "


Diva mengangguk mengerti walaupun sebenarnya dia merasa tidak enak karena sudah sering Libur " Baik Nyonya " jawab Dava dan Diva


Meisya mengijinkan Pasangan itu untuk pergi mencari gaun pengantin dan mempersiapkan semuanya.


" Halo kakak " Sapa Lili yang baru saja datang


" Tumben ke sini pagi-pagi sekali ada apa? " tanya Meisya Curiga


" Tidak ada, hanya ingin main saja masa gak boleh " ucap Lili yang sudah mendaratkan bokongnya di sofa


Meisya mengangguk namun ia yakin jika menyembunyikan sesuatu '' Apa kamu sudah sarapan? '' Tanya nya


'' Sudah tadi sebelum ke sini aku sarapan terlebih dahulu '' Jawab Lili '' Halo ponakan Aunty yang tampan '' Lili langsung meraih dan mencium pipi Fadil


Baby Fadil tertawa ketika Lili menciumi seluruh pipinya '' Ponakan Aunty gemes banget sih sayang ''


Meisya tersenyum ia selalu mendoakan Adik iparnya agar cepat hamil dan di beri momongan. Meisya bisa merasakan jika Lili sangat mengharapkan seorang anak namun Lili selalu tersenyum seolah dia baik-baik saja.


" Lili "


" Iyah Ada apa? " tanya Lili sambil menoleh kerah Meisya


" Aku dan mas Adam berencana akan pergi liburan sekalian Mengantar Dava dan Diva "


Lili Mengerutkan keningnya " Hah!! mengantar? " tanya Lili tidak mengerti


" Mereka sebentar lagi akan menikah dan rencananya kami akan ikut liburan bersama mereka, Apa kamu mau ikut? " Tanya Meisya " Ke negara yang dingin Loh, Pasti di sana enak banget buat hehehe "


" Seru tuh, Boleh-boleh. tapi Aku harus tanyakan dulu kepada suamiku apa dia mau atau tidak "

__ADS_1


Meisya menganggukkan kepalanya " Iyah tanyakanlah dahulu "


~ DI PANTI


Setelah Mereka pulang dari Butik Diva mengajak Dava untuk mampir di panti. Diva merindukan adik-adiknya Sekalian Ia memperkenalkan Dava kepada Ibu panti.


Sesampainya di Panti Diva dan Dava di sambut hangat oleh ibu panti karena Sebelumnya Diva sudah menelpon ibu panti kalo dirinya telah di lamar oleh Dava. Ibu panti turut bahagia dengan Rencana pernikahan Diva dan juga Dava.


" Selamat siang Bu " Sapa Dava


" Siang Nak. Silahkan Masuk " Ajak ibu panti


Dava dan Diva Langsung masuk kedalam ruangan Ibu Panti, Mereka Langsung mengobrolkan soal pernikahan yang akan di adakan Satu bulan lagi dan Diva juga meminta ijin kepada ibu panti agar ibu panti mengijinkan Diva untuk menggelar pernikahannya di panti


Diva tidak ingin melupakan dimana ia di besarkan dan ia juga ingin ibu panti ikut adil dalam pernikahannya.


" Kalo ibu setuju-setuju saja Nak, Jika itu mau mu. Tapi rumah ibu kecil apa elok jika di jadikan Tempat resepsi? " tanya Ibu Panti


" Diva rencananya ingin outdoor Bu. di sini kan Halamannya cukup luas jadi kita bisa melaksanakan Resepsi nya di luar ruangan " Ucap Diva


Bu panti Tersenyum " Baiklah kalo begitu, Ibu ikut saja bagai mana mau mu Nak " Jawab ibu panti


Setelah berbincang-bincang Diva dan Dava langsung pamit untuk kembali pulang karena masih ada yang harus mereka selesaikan bahkan mereka belum sempat membeli Cincin pernikahan mereka.


Di sinilah mereka berada di Sebuah Mol yang cukup besar Dava membawa Diva ke salah satu perancang Cincin pernikahan, Dava ingin merancang sendiri cincin yang akan mereka gunakan.


" Abang apa ini tidak terlalu mewah? " tanya Diva ketika ia tau semahal apa Cincin yang akan mereka gunakan


" Ini tidak seberapa, Lagian cincin ini yang akan mengikat kita seumur hidup " jawab Dava


Diva tersenyum walaupun sebenarnya ia merasa sangat sayang jika harus membeli cincin semahal ini " Baiklah, Terserah Abang saja " jawab Diva


Dava sudah memesan Cincin yang ia akan gunakan ia juga sudah membayar lunas Cincin tersebut tinggal nanti jika sudah beres Akan di kirim ke alamat yang di berikan Dava


" kita kemana lagi? " tanya Diva


" Cari makan dulu, perutku sudah laper " ajak Dava

__ADS_1


" Baiklah "


Disinilah mereka berada di salah satu restoran yang ada di dalam Mol. mereka langsung memesan makanan yang akan mereka santap sore ini " Abang "


" Iyah kenapa? "


" Apa pernikahan ini tidak terlalu mewah? bagai jika nanti Abang jadi miskin gara-gara mengelar pernikahan mewah seperti ini? " tanya Diva dengan polosnya


Dava mengulum senyumnya " Hehehe kamu tenang saja, kita tidak akan jatuh miskin karena Tuan Adam ikut adil dalam pernikahan kita " jawab Dava


Ya waktu itu Adam pernah berjanji kepada Dava jika suatu saat nanti Dava menikah Adam akan ikut adil dalam pernikahan Dava bahkan Adam akan membayar 75% biyaya pernikahan Dava dengan sarat Dava tidak di perbolehkan untuk pindah rumah.


" Kenapa Tuan Adam baik sekali sama seperti Nyonya Meisya "


" Allah tidak akan salah pilih dalam menjodohkan orang, Orang baik pasti akan bertemu dengan orang baik juga " Jawab Dava


Diva hanya manggut-manggut ia benar-benar bersyukur karena di pertemukan dengan orang-orang baik seperti mereka.


" Kamu sudah makannya? kalo sudah ayo kita pulang hari sudah mulai malam " Ucap Dava yang langsung di anggukan oleh Diva


~ RUMAH RENO


Malam ini Lili sudah berdandan Cantik untuk menyambut kepulangan sang suami dari luar kota, Sudah dua hari ini Reno pergi ke luar kota jadi Lili ingin memberikan kejutan untuk sang suami


" Assalamualaikum... " Ucap Reno yang baru saja Samapi di kamar nya " Yank... " Panggil Reno


Reno menaruh tas dan juga Jaket miliknya di sopa lalu ia berniat untuk mencari sang istri Namun siapa sangka Jika Reno akan terkejut melihat sang istri


" Yank.. " Lirih Reno


Lili tersenyum manis " Kenapa yank? " tanya Lili


" Kamu sangat cantik Yank "


" Kalo begitu cepatlah mandi, Aku tunggu di dalam " bisik Lili di telinga sang suami. Reno langsung menganggukkan kepalanya lalu ia segera pergi kedalam kamar mandi


Tak butuh waktu lama untuk Reno pergi mandi. Reno keluar dari kamar mandi dengan menggunakan Handuk tatapan pertama yang Reno lihat adalah Sang istri yang sudah berpose menggoda Seolah ia ingin langsung di lahap habis oleh dirinya " Kamu sangat menggoda malam ini Yank " Ucap Reno yang berjalan ke arah sang istri lalu....

__ADS_1


# Skip


__ADS_2