
‘’ Tuan Maaf, Anda belum memberikan uang belanja kepada saya jadi Saya tidak bisa membuatkan Tuan Makan malam ‘’ Kata Kanza kepada Fadil yang sedang duduk di sofa dengan memangku Laptop
Fadil langsung menoleh lalu ia menutup Laptop miliknya ‘’ Ikut saya ‘’ Kata Fadil yang langsung mengambil jaket dan berjalan kearah luar
Kanza bingung Boss nya ini mau mengajak dirinya kemana ‘’ Maaf Tuan kita mau kemana? ‘’ Tanya Kanza heran
Ting..
Lift terbuka lalu mereka masuk kedalam kotak besi itu. Kanza membulatkan kedua matanya ketika Fadil menghadang tubuhnya dengan kedua tangannya ‘’ Tadi bukannya kamu bilang jika kita tidak memiliki stok makanan? ‘’ Tanya Fadil yang sangat dekat dengan wajah kanza sehingga Kanza juga bisa mencium bau harum mulut Fadil Apa lagi maskulin yang begitu wangi di hidung Kanza membuat Kanza ingin menyandarkan tubuhnya di dada bidang milik Fadil.
Ahem.. Fadil berdehem ketika melihat Kanza yang menutup kedua matanya.
Fadil menjauh dari tubuh Kanza lalu ia melipatkan kedua tangannya di dada ‘’ Jangan punya pikiran Aneh-aneh, Saya membawa kamu ke supermarket karena takut jika kamu tidak tau apa saja yang tidak saya suka ‘’ Kata Fadil yang menetralkan napasnya Entah ada apa dengan Fadil tiba-tiba saja dirinya menjadi seperti itu padahal sebelumnya ia tidak pernah dekat-dekat dengan dengan orang lain Apa lagi dengan wanita.
Ting...
Pintu Lift terbuka Fadil langsung keluar dengan di susul oleh Kanza, Kanza hanya diam saja ia tidak ingin kejadian yang sepeti tadi terulang kembali ‘’ Masuklah ‘’ Pinta Fadil kepada Kanza
Fadil masuk kedalam mobilnya lalu di susul dengan Kanza. Fadil melihat jika Kanza agak kesusahan untuk memasangkan seat belt ‘’ Apa begitu saja kamu tidak bisa ‘’ Keluh Fadil
‘’ Ini memang... ‘’ Ucapan Kanza terhenti ketika Fadil membantu memasangkan seat belt. Setelah terpasang Fadil menatap wajah Kanza yang terlihat memerah ‘’ Te..terimakasih Tuan ‘’ Lirih Kanza
Fadil langsung duduk kembali setelah membantu Kanza ‘’ Ada Apa dengan wajah mu ‘’ Kata Fadil yang langsung mengendarai mobil pemiliknya ke salah satu supermarket.
Kanza benar-benar di buat jantungan oleh Fadil, bisa-bisanya Fadil bersikap manis sepeti itu ‘’ Ya tuhan ada Apa dengan jantungku ini, Apa aku tiba-tiba terkena serangan jantung ‘’ Gumam Kanza dalam hati namun Kanza langsung memalingkan wajahnya kearah lain dan menggibas-gibaskan tangannya seperti yang kepanasan.
Fadil yang melihat Kanza yang terlihat kepanasan ia langsung memeriksa Ace mobil ‘’ Apa kamu merasa kegerahan? ‘’ Tanya Fadil heran
‘’ Eum tidak Tuan ‘’ Jawab Kanza
‘’ Tapi kamu terlihat seperti yang kepanasan ‘’
‘’ Ti.. tidak Tuan, saya tidak Apa-apa ‘’
‘’ Hm.. Baiklah ‘’ Kata Fadil yang kembali fokus untuk mengendarai mobil miliknya Tidak Ada suara di sana hanya ada suara deruman mobil.
Setelah melewati jalanan yang cukup macet Akhirnya mereka sampai di salah satu Supermarket ‘’ Ayo turun ‘’ Kata Fadil yang langsung di anggukan oleh Kanza
Kanza langsung mengikuti langkah Fadil. Di supermarket mereka berjalan beriringan dengan Kanza yang mendorong troli ‘’ Kamu hapalkan baik-baik. Saya tidak suka pedas, tomat, kacang-kacangan, dan juga seafood ‘’ Kata Fadil yang memasukan Daging A5 wagyu kobe. Daging A5 itu termasuk daging yang paling mahal, Fadil juga memasukan bermacam-macam sayuran dan juga kentang tidak lupa Fadil juga menyuruh kanza untuk memasukan bahan atau bumbu.
__ADS_1
Kanza melongo ketika melihat Fadil yang begitu semangat memasukan apa saja kedalam Troli ‘’ Jika sedang seperti ini Tuan seperti bapak rumah tangga yang sedang belanja bulanan hehehe.. ‘’ Gumam Kanza pelan lalu ia langsung mengekor kemana pun Fadil pergi.
Kanza menghentikan langkah nya ia melihat ada toko pakaian di sini ‘’ Lebih baik aku sekalian saja beli baju buat nanti biar tidak repot-repot lagi ‘’ Gumam Kanza
‘’ Tuan ‘’
Fadil langsung menoleh ‘’ Ada Apa? ‘’ Tanya Fadil yang tidak menoleh
Kanza tersenyum ‘’ Tuan saya ingin permisi kesana dulu sebentar ‘’ Kata Kanza yang langsung di balas anggukan oleh Fadil
Setelah mendapatkan ijin Kanza langsung masuk ke toko pakaian ia mencari pakaian yang pas untuknya ‘’ Aku selama ini tidak pernah memiliki Dress dan sepertinya untuk kali ini Aku harus cari Dress yang cocok untukku ‘’ Gumam Kanza yang langsung mencari dan pandangan Kanza jatuh kepada Dress yang berwarna ungu muda yang panjangnya hanya selutut dengan lengan yang hanya sebahu ‘’ Cantik, Aku ambil ini saja deh ‘’ Kanza langsung pergi ke kasir lalu ia membayar pakaian yang ia beli tadi
‘’ Hah!! Dua ratus ribu? ‘’ Kaget kanza ketika tau harga nya
‘’ Iyah Nona, Dua ratus ribu ‘’ Kata penjaga kasir itu
Kanza menelan air ludahnya ini pertama kalinya Kanza membeli pakaian dengan seharga dua ratus ribu biasanya di bawah seratus ribu saja ‘’ Bagaimana Nona, mau di bayar Kes atau debit ‘’
‘’ kes ‘’ jawab Kanza yang langsung mengambil Dompet lalu mengeluarkan empat lembar yang berwarna biru Kasir itu langsung menerima uang yang di berikan oleh Kanza lalu membungkus belanjaan Kanza
Kanza masih merasa ngenes karena dirinya harus mengeluarkan uang dua ratus ribu hanya demi membeli dress
‘’ Ada Apa dengan wajah mu ‘’ Kata Fadil yang sudah menunggu Kanza
Fadil mengerutkan keningnya ‘’ Kenapa, Apa bahannya jelek atau kenapa? ‘’ Tanya fadil
‘’ Bahannya bagus dan Dress nya juga cantik hanya saja, demi mendapatkan dress cantik ini Aku harus mengeluarkan uang dua ratus ribu hiks.. ‘’
Hups...
Fadil mengulum senyumnya ia pikir Ada apa ternyata gara-gara harga ‘’ Apa gajih yang ku berikan tidak cukup sehingga kamu terlihat menyedihkan seperti itu hanya karena dress yang kamu sebut mahal itu ‘’
‘’ Sudah cepat masuk kedalam mobil ‘’ Kata Fadil Dengan langkah gontai Kanza masuk kedalam mobil lalu ia duduk dengan tenang dan membiarkan Fadil menyetir.
Sesampainya di Apartemen Kanza langsung membantu Fadil untuk membawa belanjaan lalu menaruhnya di dapur ‘’ Tuan, Malam ini anda mau makan apa? ‘’ Tanya Kanza yang memasukan bahan-bahan kedalam lemari kulkas
‘’ Terserah kamu saja ‘’ Kata Fadil ‘’ Saya mau istirahat dulu ‘’ Fadil langsung masuk kedalam kamar miliknya lalu ia istirahat karena memang dirinya merasa lelah
Kanza berfikir sejenak ia akan memasak apa untuk Tuannya itu lalu tiba-tiba saja Kanza mempunyai ide untuk membuat bulgogi mandu ‘’ Iya Aku buatkan itu saja ‘’ Kanza langsung menyiapkan semua bahan yang akan ia gunakan ternyata tidak rugi juga ketika dulu dirinya selalu belajar memasak.
__ADS_1
Dengan telaten Kanza mengiris daging dan tidak lupa juga ia mencincang daging untuk isi Mandu alias pangsit.
Kanza Akan membuat Manu kuah biar enak di makan. Setelah satu jam lebih akhirnya makanan pun telah jadi Kanza langsung menaruh makanan di atas meja lalu ia segera pergi ke kamar milik Fadil
Tok.. Tok.. tok..
‘’ Apa Tuan sedang tidur ya ‘’ Gumam Kanza
Ceklek...
Fadil keluar dengan tidak menggunakan kaos ia hanya bertelanjang dada ‘’ Ada apa? ‘’ Tanya Fadil dengan suara seraknya
Kanza yang melihat itu langsung menganga ini kedua kalinya dirinya melihat dada bidang milik sang majikan
‘’ Tu..tuan ‘’ Lirih kanza pelan lalu ia memutarkan tubuhnya agar tidak melihat Fadil lagi ‘’ Makan malam sudah siap dan aku pun ingin langsung ijin untuk pulang ‘’ Kata Kanza yang langsung pergi namun segera di cekal oleh Fadil
‘’ Makan malam lah denganku, karena Aku tidak ingin makan malam sendirian ‘’ Pinta Fadil
‘’ Tapi Tuan ‘’ Lirih Kanza
‘’ Tidak ada tapi-tapian, kamu tunggu aku di bawah dan aku akan segera ke bawa ‘’ Kata Fadil yang langsung di balas anggukan oleh Kanza
Kanza langsung turun dari lantai kamar milik Majikannya ia masih bingung kenapa Majikannya malah mengajak dirinya untuk makan malam ‘’ Ada Apa dengannya, apa dia baik-baik saja ‘’ Gumam Kanza heran
‘’ Tolong buatkan aku teh ‘’ Kata Fadil yang berjalan kearah meja makan lalu ia duduk di kursi meja makan
‘’ Baik Tuan ‘’ Jawab Kanza yang langsung membuatkan teh untuk Fadil
Fadil melihat makanan yang ada di meja makan ‘’ Jika tiap hari aku makan yang seperti ini bisa-bisa aku gemuk ‘’ Gumam Hati Fadil. Lagian salah sendiri membeli daging yang cukup banyak.
Kanza membawa segelas teh lalu menaruhnya di dekat Fadil ‘’ Ini Tuan Teh nya ‘’
‘’ Duduklah kita makan bersama. Tidak ada penolakan bukannya hari ini kamu sudah mengeluarkan uang banyak untuk membeli dress mu itu ‘’ Kata Fadil ‘’ dan Aku yakin jika saat ini kamu tidak memiliki uang untuk makan malam ‘’
Gleg..
Kanza menela ludahnya bisa-bisanya Tuannya ini meledek dan ledekan nya itu sangat Pas kepada dirinya
‘’ Baiklah Tuan kalo begitu saya akan ikut makan ‘’ Kata kanza dengan senang hati.
__ADS_1