
Malam ini Reno datang ke rumah Lili dengan membawa Bunga dan juga martabak untuk kedua orang tua Lili, walaupun hati nya gugup sebisa mungkin menyembunyikan nya " Kamu Bisa Ren " Ucap Reno kepada dirinya sendiri. Reno keluar dari mobil nya.
Ting.. Nong...
Lili yang sedang berada di dapur Langsung berlari untuk membuka pintu " Ceklek "
" Kak " ucap Lili ketika pintu sudah di buka sambil menampilkan gigi putih nya " ayo masuk kak " ajak Lili
" Terimakasih " jawab Reno masuk kedalam rumah
" Bentar ya kak, aku panggilkan Mamah dan papah, Kakak duduk saja dulu " Ucap Lili
Reno mengangguk dan duduk di sopa. Lili langsung memanggil kdua orang Tua nya " Mah pah, kak Reno sudah sampai " Ucap Lili
" Hem " jawab papah lili yang langsung berdiri dan berjalan ke arah ruang tamu
__ADS_1
Ruang tamu Papah lili melihat Reno yang sedang duduk " Selamat malam " sapa Papah lili duduk di sopa
Reno langsung berdiri dan menyelami Papah Lili " Selamat malam Om " ucap Reno
" Hm, silahkan duduk " Reno dan papah lili pun duduk
Di ruang Tv, Lili, mamah Lili, dan Meisya sedang mendengarkan pembicaraan papah Lili dengan Reno, Jujur saja perasaan Lili saat ini tidak karuan takut Papah nya tidak menerima Reno " Tenang saja papah pasti akan merestui kalian apa lagi sudah dapat lampu ijo dari kakak mu " ucap mamah Lili
" Seperti apa memang nya perasaan mu saat ini.?" tanya Meisya kepada lili
Lili menatap Meisya " Rasanya seperti nano-nano " jawab asal Lili asal
Mama lili mengulum senyum nya mendengar ucapan Meisya yang polos
Duar..
__ADS_1
Ketiga wanita itu langsung terperanjat karena kaget " Mas.. Kak, Adam " ucap ketiga wanita itu sambil melotot
" Hahaha lagian kalian sedang apa di sini " Adan memegangi perut nya karena tak tahan menertawakan Ke tiga wanita yang masih bengong dan melotot ke arah nya
" Kamu ini Adam " Tegur mama Lili yang langsung pergi meninggalkan mereka
" Iyah kakak ini, untung saja aku tidak jantungan " Lili mengikuti Mamah nya ke dapur
Sedangkan Meisya menatap sang suami dengan lekat lalu mendekat ke arah Adam " Tidak ada jatah untuk nanti malam " ancam Meisya sambil berlalu
Adam menggaruk pelipisnya " Ah sial, gak dapat jatah kan" gerutu Adam " Tidak bisa, aku harus meminta maaf kepada istriku agar dia menarik kata-kata nya " ucap Adam yang langsung berjalan menyusul sang istri
Di ruang tamu, Papah Lili dan Reno masih mengobrol, Obrolan mereka tidak jauh tentang perbekalan diri dan juga menanyakan keseriusan Reno kepada Putri nya " Jadi kapan kamu akan melamar putri saya?" tanya papah Lili
" Secepatnya Om, Jika Uang Reno sudah terkumpul maka Reno akan segera melamar Putri Om " jawab Reno. sudah dua tahun ini Reno mengumpulkan uang untuk masa depan nya tidak hanya itu Reno juga sedang menyicil rumah untuk keluarga kecil nya nabati, walaupun rumah tidak besar tapi cukup untuk mereka membangun rumah tangga
__ADS_1
Papah lili manggut-manggut mengerti, papah lili bisa melihat jika Reno serius dengan Putri nya " Kalo begitu, Jika semua nya sudah siap, kamu harus langsung melamar Putri Om, sebelum Om memberikan nya kepada lelaki lain " ucap Papah Lili menggoda Reno
Reno langsung menunduk lalu menganggukkan kepalanya.