Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
BERSAHABAT KEMBALI


__ADS_3

" .. terimakasih Bibi. bibi emang paling pengertian " Ucap Meisya


" Assalamualaikum... "


" Wa'alaikumsalam.. " Jawab Meisya. Meisya menaruh makanannya lalu ia kedepan untuk melhahg siapa yang sayang


" Lili " ucap Meisya


Lili yang bertemu langsung dengan Meisya langsung mematung dirinya merasa berat untuk melangkah dan terasa berat untuk mengucapkan Salam kenapa Meisya


Namun Meisya langsung melangkah dan memeluk Lili " apa kabar sahabatku, Maafkan aku karena aku pernah melukai hatimu " Ucap Meisya yang memeluk Lili


Lili menitihkan air mata nya ia tidak menyangka jika Sahabatnya akan membuka pinta Maaf untuk dirinya " Maafkan aku Hiks... " Lili malah menangis di pelukan Meisya


Meisya mengulurkan Pelukannya " Jangan Menangis " Meisya mengusap air mata Lili " kamu tidak salah, Yang salah Aku yang sudah membohongi mu, Aku minta Maaf ya. " Lili langsung menganggukkan kepalanya Lalu memeluk Meisya kemabli


" auch.. " Rintih Meisya ketika Lili terlalu kencang memeluk dirinya


" Maafkan aku " ucap Lili yang tidak sejahat " aku lupa kalo kamu sedang hamil besar "


Meisya tersenyum " Tidak apa-apa ko, ayo Masuk " Ajak Meisya yang di balas anggukan oleh Lili


Di sinilah mereka berada di tempat yang biasa mereka Saling berbagi keluh kesah dengan di temani Jus Mangga " Bagai mana kabar mu? " Tanya Meisya


" Sebelumnya Kabarku buruk namun sekarang Aku sudah baik-baik saja karena kamu sudah Memaafkan aku " Jawab lili dengan senyum yang merekah


" Apa perlu kita pesan Seblak untuk merayakan Kembalinya persahabatan kita? " tawar Meisya


" Bukan ide yang buruk Hahahah "


Meisya memang sudah memaafkan Lili, Meisya tidak ingin bermusuhan dengan Lili sahabatnya sendiri apa lagi Lili sangat berjasa dalam Perjalan hidup Meisya.


Lili memesan Seblak Ceu Kokom untuk merayakan Kembalinya persahabatan mereka " Och iya jadi kemana kemarin pergi? ko bisa Kak Adam tidak menemukanmu? " Tanya Lili sambil menyantap Seblak yang tadi ia pesan


" Hanya ke sebuah Desa " jawab Meisya


" Kamu tau, Kakakku hampir gila oleh mu, setiap hari kak Adam terus mencari keberadaan mu bahkan ia Samapi Lupa memikirkan Kesehatan Nya sendiri "

__ADS_1


" Benarkah? "


Lili menganggukkan kepalanya " Makanya aku sangat bersyukur ketika Kak Adam telah menemukan mu, karena kamu adalah separuh nyawa Kak Adam Tanpamu Kak Adam tidak berdaya Mungkin jika bukan aku yang memaksanya untuk makan sudah bisa di pastikan jika saat ini Kak Adam sudah tidak bernyawa " ledek Lili sambil terkekeh


" oh jadi gitu ya, kalo Kakak nya tidak ada Kamu akan menjelek-jelakkan Kakak mu ini hah!! " ucap Adam yang tiba-tiba saja datang


" kakak/ Mas " ucap Anisa Dan Resti bersamaan


" Kenapa Kalian kaget? " Tanya Adam yang langsung duduk di samping sang istri lalu mengecup kening sang istri


" Is kalian itu kalo sudah ketemu Pasti pada lupa diri " keluh Lili yang harus melihat kemesraan Sang kakak dan juga kakak ipar nya ini


" hahaha.. Nikmati saja pemandangan indah ini anggap saja ini hukuman untukmu karena kamu telah Memisahkan ku dengan istriku " ucap Adam agak pedas


" ck.. Menyebalkan " keluh nya namun walaupun begitu Lili masih menikmati Santapan seblak miliknya


Akhirnya mereka berbincang-bincang ria melupakan masalah yang pernah ada di antara mereka Dan membuka lembaran baru dengan penuh keceriaan.


" Yasudah aku mau pulang dulu keburu Mas Reno pulang kerja " Pamit Lili


" Dih yang sudah punya suami dan rumah " Ledek Meisya sambil terkekeh


" Terserah kau saja, sudah sana pergi Aku ingin menjenguk Calon anakku " Ucap Adam sambil mengusir Lili


" Menyebalkan " Hardik Lili namun walaupun begitu Lili Langsung tersenyum Lalu pergi meninggalkan Pasangan yang baru ketemu itu


Lili mengendarai Mobil miliknya sendiri Namun sebelum ia sampai di rumah Lili mampir di tukang Bakso yang biasa ia beli untuk di bawa pulang


" Assalamualaikum.. " Ucap Lili masuk kedalam Rumah


" Wa'alaikumsalam.. "


" sudah pulang Nak " Sapa Bunda


Lili mencium Punggung tangan Bunda " Sudah Bund. Oh iya ini Aku bawa Bakso Untuk kita Makan bersama " Ucap Lili


" Wah kakak tau aja kalo Adek lagi ingin makan Bakso " Seru adik iparnya itu yang langsung mendekat ke arah Lili

__ADS_1


" Kamu ini, kalo ada Makanan langsung ke dapur " Ucap Bunda Menggelengkan kepalanya


Lili tersenyum " kalo begitu Lili pergi mandi dulu ya Bund " Pamit Lili


" Iyah sayang " Jawab Bunda


Lili langsung masuk kedalam kamar untuk membersihkan dirinya Karena seharian ini sangat lelah dan Berkeringat


Setelah Mandi Lili menatap dirinya di pantulan kaca " kapan akan ada Mahluk kecil di dalam perutku? " Gumam Lili yang sudah menginginkan seorang Anak


" Nanti jika Allah sudah mengijinkan pasti kita akan di berikan seorang anak yang lucu " Ucap Reno memeluk sang istri dari belakang


" Yank. Sudan pulang " Ucap Lili


" Iyah Yank. Rambutmu wangi sekali" ucap Reno


" Aku habis keramas Yank " jawab Lili


Namun bukan itu yang di inginkan Reno. Reno malah membawa sang istri ke atas tempat tidur " Yank mau apa? " tanya Lili


" bukannya kamu sudah ingin Memiliki seorang anak. Hem.. " ucap Reno menggoda Lili


Lili yang masih menggunakan handuk memudahkan Reno untuk melancarkan aksinya" Mari kita membuatnya lagi, agar adonan nya cepat jadi dan tumbuh di dalam ini " ucap Reno mengelus perut Rata Lili


Reno membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya. Sedangkan Lili hanya mengangguk Patuh, dirinya Langsung menerima sentuhan dari sang suami bahkan Lili mend*** Pasrah Ketika Reno sudah berani Di bawah sana.


" Yank.. eumm.. "


" Nikmatilah sayang " jawab Reno


#Skip


Di bawah Adik Reno sudah mendesah kesal karena menunggu sang kakak dan Kakak ipar nya yang tidak kunjung Turun dari kamar nya " Bund ko kak lili Sama Kak Reno lama sekali sih turun nya " keluh Nya


" Sabar Mungkin mereka masih mandi, kalo Adek sudah ingin makan bakso nya makan saja duluan jangan nunggu kakak mu " Ucap Bunda karena Bunda yakin Jika Anak dan menantunya Akan lama turun apa lagi Tadi ketika Bunda mau menaruh pakaian Milik Adik Reno ke dalam Kamar Bunda mendengar suara Lili yang sedang mend***


" Baiklah, kalo gitu aku makan duluan ya Bund, Adek sudah tidak sabar apa lagi sedari tadi siang Adek belum Makan " keluh Nya

__ADS_1


" Iyah makan saja Duluan " Jawab bunda membiarkan Putrinya itu makan terlebih dahulu jika menunggu mereka turun bisa-bisa adiknya Reno Salatri


Bunda Melanjutkan aktivitasnya membuat Kue basah Karena besok ada Pesanan yang cukup banyak untuk ibu-ibu pengajian, Bukan hanya Kue basah Bahkan Bolu Bakarnya Juga Membuat Bunda kewalahan.


__ADS_2