Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
WAJAH YANG DINGIN


__ADS_3

Sore ini Adam, Meisya Dan yang lainnya memutuskan untuk pulang ke kota Meisya memberikan warung yang ia buat kepada orang yang selama ini selalu membantu dirinya selama di Desa itu.


Diva juga ikut pulang bersama Adam dan juga rombongan Tidak mungkin mereka membaurkan Diva pulang sendirian bagai mana Jika ia bertemu lagi dengan Orang yang sudah menjual dirinya salama ini.


Di perjalanan Meisya memilih untuk tidur di Dada milik sang suami karena ia merasa pusing kalo melihat jalanan.


Setelah perjalanan yang membutuhkan waktu beberapa jam Akhirnya mereka sampai di rumah, Adam membawa sang istri Ke dalam kamar karena ia masih terlelap tidur


Sedangkan Dava membawa Diva ke paviliun yang kan di isi oleh Diva " Ini kamar mu, kamu bisa tinggal di sini, Dan kalo kamu butuh sesuatu Kamu bisa bilang kepada saya kalo tidak kamu Bisa bilang kepada Bibi " Ucap Dava


Diva mengangguk Mengerti " Ada yang mau kamu tanyakan? " Tanya Dava yang di balas anggukan oleh Diva


" Apa aku boleh pulang ke panti terlebih dahulu karena Aku takut Ibu panti akan khawatir dengan keadaan ku " ucap Diva Ragu-ragu


" Kamu bisa pergi besok dan saya yang akan temani kamu ke sana, Jadi Sekarang istirahat lah hari sudah mulai malam " Ucap Dava


Diva tersenyum lega karena ia di perbolehkan untuk pulang terlebih dahulu " terimakasih Pak " Ucap Diva malu-malu


" Hem " jawanya yang langsung meninggalkan Diva


Diva masuk kedalam kamar miliknya ia sangat terkesima melihat kamar yang cukup luas baginya, Jika di panti dirinya hanya tidur di Karpet Palembang Dan itupun harus berbagi dengan adik-adik panti. diva Menitihkan air matanya ia merasa bersyukur bisa berada di sini dan memiliki hidup yang lebih baik dengan begitu Diva bisa membantu ibu panti.


" Alhamdulillah.. Allah memang maha baik " Ucap Diva berucap syukur


Di kamar Adam baru saja usai mandi namun ia harus di kejutkan dengan sang istri yang menggunakan pakaian Tipis " Sayang "


" Iyah " jawab Meisya


" Bukannya tadi masih tidur tapi kenapa sekarang? " Adam tersenyum lalu berjalan kearah sang istri " Kamu menggoda ku sayang "


" Kalo begitu Ayo lakukan " Ucap nya


Entahlah Meisya menjadi mes** ketika bertemu kemabli dengan suaminya padahal Kemarin-kemarin Meisya merasa biasa saja


" Apa ini bawaan Anak kita sayang? "

__ADS_1


" entahlah " Jawab meisya Malu-malu


Adam tidak menunggu lama lagi, Adam langsung melahap Bi*** Meisya dengan rakus Lid** mereka saling membelit tangan Adam menahan tengkuk milik sang istri agar semakin memperdalam Ciu** mereka


Lengguhan mulai terdengar ketika Adam merem** Payu** milik sang istri, Merasa puas dengan Bib** sang istri Adam menulusuri leher jenjang milik sang istri dan memberikan stempel di sana Tidak hanya satu bahkan lebih dari tiga


" Eum... " Lengguhan Meisya tidak tahan karena Adam Menghi** Payu** milik sang Meisya dengan kencang apa lagi tangan Adam yang sangat aktif di bawah sana Membuat Meisya benar-benar gila Karen Sentuhan Sang suami


" Ma..s " lirih nya


" Call my name baby "


" A..dam " Jari-jari meisya meremas rambut Milik sang suami Dan menenggelamkan wajah Adam di bawah sana


" Iyah.. ahhhh... terussssss..... " Des*** Meisya yang tidak tahan ingin Meledak


" Keluarkan sayang " Ucap Adam yang sudah siap menerima ledakan dari sang istri, Benar saja Meisya menggeliatkan badannya ketika ia akan meledak di bawah sana


Adam menghisap Semau ledakan itu bahkan Adam semakin memperdalam Gerakan lid*** nya agar semuanya benar-benar bersih tanpa tersisa


Pisang semakin Maju mundur apa lagi Donat yang sudah licin membuahkan Pisang bergerak kesana kemari Samapi dalam, Adam sangat menikmati sensasi ini Apa lagi ia paling tidak tahan Jika sang istri menggigit bibir bawahnya


Adam meremas Gunung Dengan satu tangannya dan melahap Bi*** Milik Sang istri dengan Rakus " Sayang Lewat belang " ucap Afnan karena ia tidak ingin menyakiti Calon anaknya


Meisya sudah memposisikan dirinya Agar Adam bisa lewat belakang dan memasukan kemabli pisang miliknya kepada Donat yang sudah Siap di lahap dan di sembur oleh Susu kental manis " Bersama sayang " Ajak Adam


" I..Iyah " jawab Meisya yang med** Pasrah


Satu...dua...ti..


" Aaaaahhhhhhhh......" Adam Menarik rambut sang istri ketika ia akan meledakan susu kental manis nya di dalam donat sana.


" Terimakasih dear. Cup " Adam mengecup Bi** sang istri namun Meisya malah menahan tengkuk sang suami


" Sekali lagi " Ucap Meisya

__ADS_1


Dengan senang hati Adam akan melayani sang istri Samapi lemas


#Skip


Si paviliun Dava, Diva dan para pembantu sedang menikmati makan malam mereka " Jadi nama nya nya siapa Nak? " tanya bibi kepada Diva karena ia belum sempat perkenalan


" Nama saya Diva Bu " jawab diva sopan


" Nama yang Cantik. Nak Dava jadi Neng Diva akan bekerja sebagai apa? " tanya Bibi


" Diva akan menjadi calon pengasuh Anak dari Tuan Adam dan juga Nyonya Meisya " jawab Dava dingin lalu menyantap makanan nya kedalam mulutnya


Diva mencuri pandang kepada Dava, Diva pikir Dava hanya bersikap dingin kepada dirinya saja tapi ternyata Kesemua orang juga sama.


" Wah belum lahir saja sudah di Carikan pengasuh ya, Yang betah ya kerja di sini Jangan aneh-aneh tuan dan Nyonya sangat baik, tidak gampang untuk bisa kerja di sini tanpa melewati seleksi " Nasihat Bibi


" Iyah Bu " jawab diva


" Kamu orang paling beruntung karena bisa langsung kerja tanpa harus melewati seleksi " Ucap bibi lagi


" Bi saya sudah beres Terimakasih makanannya " ucap Dava " Oh iya sementara Diva akan bekerja bersama bibi, jadi tolong bibi ajarkan dan jelaskan apa saja yang harus ia kerjakan jangan Samapi Tuan dan Nyonya kecewa karena telah membawanya ke sini " Lanjut Dava yang langsung pergi begitu saja


Bibi yang melihat kepergian Dava hanya bisa geleng-geleng Kepala " Jangan di ambil hati dengan sikapnya, Nak Dava memang begitu tapi hatinya sangat baik hajaken sangat lembut " Ucap Bibi


Diva hanya mengangguk " Besok pagi kamu bangun jam Empat pagi, Kita bisanya sebelum bekerja harus sarapan dulu setelah itu baru kita Melakukan aktivitas " ucap Bibi


" Apa tidak tertukar Bu? bukanya bisanya Kerja dulu baru makan? " tanya Diva polos


Bibi tersenyum paham " Itu peraturan Nyonya, Nyonya tidak ingin Para pelayan pingsan ataupun kecapaian hanya gara-gara mengutamakan kerjaan dari pada perut " Jawab Bibi


" Nyonya sangat baik sekali ya Bi " Ucap diva


" nyonya memang baik, jadi kamu jangan sia-siakan kebaikan Nyonya dan juga tuan "


Diva mengangguk mengerti, Diva janji jika dirinya akan bekerja dengan rajin dan juga Cekatan ia tidak ingin menyia-nyiakan orang-orang yang sudah menolong dirinya.

__ADS_1


__ADS_2