Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
BERHARAP SEMUA INI ADALAH MIMPI


__ADS_3

Kanza bangun dari tidurnya ia melihat ke kanan dan juga kiri, Kanza merasakan sesak di dadanya " Sayang kamu sudah bangun? " Fadil langsung menghampiri sang istri dengan membawa nampan berisi bubur dan juga susu.


" Habby, dadaku sesak sekali hiks.. " Kanza memegangi dadanya


Fadil mengelus kepala sang istri lalu memeluknya " Yang sabar ya sayang " Ucap Fadil. Fadil benar-benar tidak bisa melihat kondisi istrinya seperti ini.


" Ini hanya mimpikan Habby, ini tidak nyatakan hiks.. " Tanya Kanza yang berharap jika ini adalah sebuah mimpi


Fadil tidak mampu untuk menjawab " Tapi ini Nyata sayang, Kakek sudah tenang di alam sana bahkan Kakek sudah bahagia di sana "


Kanza memukul-mukul dada Fadil pelan, Kanza benar-benar tidak bisa menerima semua ini, Baru saja Kanza bertemu dengan Anggota Keluarganya tapi sekarang Kanza harus merelakan itu semua.


" Hei sayang, Kamu harus ikhlas. Ini semua sudah menjadi takdir Tuhan " Ucap Fadil


" Tapi kenapa Habby, Kenapa Ha-na tega melakukan itu semua kepada Kakek, kenapa! " Kanza tidak terima dengan semua ini " Jika karena Harta dia seperti itu seharusnya dia ngomong kepadaku dan aku pun akan dengan senang hati akan memberikan semuanya kepada Ha-na, Aku tidak butuh Harta yang aku butuh hanya keluarga dan juga Kakek "


" Kanza " Panggil Mom yang masuk kedalam kamar


" Mom hiks.. "


Mom menyuruh Fadil untuk berdiri dan Mommy duduk di samping Kanza " Kanza sayang, Tuhan itu cukup Adil, Tuhan mengambil Kakek di saat Kakek sudah bertemu denganmu bahkan Kakek sudah bahagia karena akan segera mendapatkan cicit, Tuhan mengambil Kakek agar Kakek bisa membawa pesan bahagia untuk Ayah dan juga Ibumu di atas sana, Dam Mom yakin jika saat ini, di Atas sana Tuan Lee dan juga kedua orangtuamu pasti tidak menyukai kesedihan kamu padahal saat ini mereka sedang bahagia karena bisa berkumpul kembali "


Kanza Langsung memeluk Mommy " Sekarang kamu sarapan dulu ya, kasian anak kamu pasti sudah laper apa lagi Mami nya yang terus bersedih " Ucap Mom " Biar Mom suapi ya " Mommy langsung menyuapi Kanza dengan lembut dan juga hati-hati.


Kanza begitu menurut dengan Mommy, Mungkin karena Mom adalah ibu yang begitu lembut membuat Kanza juga bisa merasakan bagaimana kasih sayang di berikan oleh Mommy kepada dirinya.


Fadil keluar dari kamar ia melihat Aulia, Amira dan yang lain sedang duduk di ruang Tv " Kak, Bagaimana Kanza? " tanya Amira


" Mommy sedang menenangkannya " Jawab Fadil yang meminum air putih yang ada di meja


" Kamu yang sabar ya, Kamu harus terus ada di sisi Kanza, jangan biarkan Kanza sendiri karena di saat seperti ini Kanza membutuhkan perhatian lebih dari kamu " Ucap Ibu Lili


" Iyah Tante, kalo begitu aku masuk lagi ya " Ibu Lili menganggukkan kepalanya


" Iyah Nak "


Aulia dan juga Amira merasa Iba dengan kondisi Kanza saat ini, jika musibah itu menimpa mereka belum tentu mereka akan kuat " Ibu "

__ADS_1


" Iyah Ada Apa? " Tanya Ibu Lili


" Ibu dan Ayah tidak memiliki musuh kan, Aku tidak ingin jika Ibu atau ayah mati seperti Kakek nya Kanza "


Plak..


Ibu Lili menepuk lengan putrinya bisa-bisanya putrinya itu berfikiran seperti itu " Kamu itu kalo ngomong suka asal, Mana mungkin Ibu atau ayah kamu bernasib tragis seperti itu, Atau kamu sendiri yang mendoakan kami " Keluh Ibu Lili


" Ibu, is.. " Sebal Aulia karena mendapatkan pukulan " Iya kan siapa tau saja, nama juga hidup siapa yang tau " Aulia memanyunkan bibir nya sambil kumat kamit


" Tante, Aku mau ke kamar Kanza dulu ya. Aku ingin melihat kondisi Kanza " Ucap Amira


" Iyah, Nak, nanti giliran tante ya "


" Giliran ngomong sama Amira saja lembut sedangkan sama anak sendiri kaya sama musuh " Keluh Aulia " Dah ah, Aku mau ikut amira saja " Aulia langsung menyusul Amira untuk ke kamar kanza


Mereka masuk bersama dan ketika mereka masuk Melihat kanza yang sedang duduk di samping Mommy " Hai Kanza " Sapa Amira berjalan ke atas tempat tidur lalu mendekap lengan Kanza " Bagaimana dengan keadaan mu saat ini, Apa sudah baikan? " Tanya Amira " Jangan sedih lagi ya, kan di sini masih ada kami keluarga kamu yang akan selalu ada untuk kamu " Lanjut Amira sambil melirik kearah Kanza


" Iyah, Aku juga akan selalu ada untuk kamu " Aulia pun tidak ingin kalah oleh Amira ia langsung memeluk Kanza


Kanza merasa bersyukur karena di pertemukan dengan anggota keluarga yang begitu perhatian dan begitu baik kepadanya " Terimakasih ya " Ucap Kanza menitihkan air matanya


Mom dan juga Fadil meninggal istrinya dan juga adiknya untuk mengobrol dan menghibur kanza agar tidak sedih lagi, mungkin di saat seperti ini Kanza membutuhkan peran kedua sahabatnya juga makanya Fadil memberikan wakti untuk kedua adiknya untuk tetap di kamar.


Kanza yang mendengar Daddy dan Ayah Reno pulang ia langsung menanyakan bagaimana kejadian sebenarnya dan apa motif Ha-na melakukan itu semua.


 " Daddy "


" Kanza " Daddy membuang napas beratnya ia bingung harus memulai bicara dari mana, Daddy menatap Kanza dengan lekat lalu Daddy ceritakan semuanya kepada Kanza, memang Betul pelaku utamanya adalah Ha-na. Ha-na melakukan itu semua karena ia merasa cemburu dan juga merasa tidak adil selama ini dirinyalah yang selalu ada di samping Tuan Lee, Namun ternyata Tuan Lee malah mencari cucu nya yang lain untuk menjadi ahli waris


Tidak hanya itu Ha-na juga melakukan itu di bawah tekanan obat-obatan yang ia konsumsi, Ha-na yang awalnya ingin menggertak namun siapa sangka jika Ha-na malah benar-benar membunuh Tuan Lee.


Daddy juga menceritakan soal perjuangan kedua orang tua Ha-na yang sudah membesarkan perusahaan itu makanya Ha-na ingin merebutnya kembali, Karena Ha-na pikir itu semua adalah hak nya bukan hak Kanza.


" Jadi begitu ceritanya " Kata Daddy " Dan satu lagi " Daddy menghentikan ucapannya " Setelah Ha-na membunuh Tuan Lee dan yang lainnya, ia juga langsung bunuh diri dan naas nya nyawa Ha-na tidak tertolong " lirih Daddy


Kanza menitihkan air matanya ia tidak menyangka jika harta itu bisa gelap mata " Kenapa dia tidak ngomong langsung kepadaku, Jika dia menginginkan nya aku dengan senang hati akan memberikan semaunya kepada Ha-na Hiks.. tapi kenapa Dia malah memilih jalan yang tragis "

__ADS_1


" Sudah yang sudah biarlah berlalu, Mereka semua sudah tenang di sisi yang maha Kuasa " Ucap Mommy mengelus lengan Kanza


" Iyah, Mungkin itu juga sudah menjadi pilihan Ha-na, Mati dengan keadaan yang tragis " Lanjut Amira buka suara. Amira cukup geram dengan wanita itu bisa-bisanya setega itu kepada keluarganya sendiri.


" Hus kalo ngomong itu " Tegur Mommy. Mommy memberikan tatapan tajam kepasa Amira lalu Mommy mengusap lengan Kanza " Sudah sayang jangan kamu dengarkan Amira " Kata Mommy yang langsung di balas anggukan oleh Kanza.


~ BEBERAPA MINGGU KEMUDIAN


Hari ini Aulia dan juga Amira mereka sedang di si bukan dengan acara pernikahan mereka, Iya pernikahan Amira dan juga Aulia akan di adakan dua minggu lagi dan mereka juga saat ini sudah sibuk mengurus undangan dan yang lain-lainnya. Walaupun pernikahan mereka bersama tapi mereka mencetak dua model kartu undangan yang sesuai dengan yang mereka inginkan.


Kanza juga sudah mengisi hari-harinya dengan senyuman, Kanza seolah ingin melupakan kesedihan yang telah menimpa dirinya namun tidak untuk kenangan yang di berikan oleh Kakek Lee.


" Bagaimana Kateringnya sudah kamu kontak? " tanya Amira


" Udah, dan mereka menunggu kita yang datang ke sana untuk memilih makanan apa saja yang akan di sediakan di acara resepsi " Balas Aulia


Amira menjatuhkan tubuhnya di sofa " Huh, ternyata mengurus semuanya sendiri itu cukup repot, Andai saja waktu itu kita menerima tawaran Mom dan juga Tante Lili mungkin semuanya akan agak ringan " Keluh Amira


Waktu itu Mom dan juga Ibu Lili sempat menawarkan diri untuk membantu menyiapkan resepsi pernikahan namun dengan tegas Aulia dan juga Amira menolak tawaran itu karena mereka ingin menikmati prosesnya, namun ternyata mereka kewalahan juga.


" Sudah jangan di sesali lagian bukannya ini sudah menjadi keputusan kita untuk melakukan semuanya sendiri " Jawab Aulia yang duduk di samping Amira


Amira menoleh kearah Aulia lalu ia membuang napasnya pelan " Iyah Deh "


" Ayok semangat, Acara nya tinggal dua minggu lagi " Seru Aulia yang semangat empat lima


" Baiklah, Ayok kita pergi ke Catering dulu setelah itu kita ke Toko perhiasan buat mengambil pesanan kita " Amira langsung berdiri dan mengambil tas kecil miliknya.


Kedua gadis itu langsung pergi ke tempat tujuan mereka dengan menggunakan supir, soalnya jika mereka yang bawa takut mereka kelelahan dan terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan.


Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di tempat tujuan mereka dan Ternyata pihak Catering juga sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


 "Selamat datang di tempat kami " Sapa Salah seorang pelayan


Amira dan Aulia tersenyum " Silahkan, lewat sini Nona " Ajak Pelayan itu yang menunjukkan jalan


Aulia dan Amira langsung mengikuti pelayanan yang barusan, dan mereka pun tidak menunggu lama langsung mencicipi makanan yang sudah di siapkan oleh pihak Catering.

__ADS_1


Kedua gadis itu sepakat untuk mengambil beberapa menu makanan, tidak hanya itu mereka juga mengambil makanan yang jadi Favorit di sini.


Setelah menentukan makanan apa saja yang akan di hidangkan nanti, Kedua gadis itu langsung pergi ke sebuah Tiko perhiasan karena mereka ingin mengambil Cincin pernikahan yang sudah mereka pesan waktu itu.


__ADS_2