Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
HIDUP BARU


__ADS_3

Di sebuah Desa Yang cukup terpencil bahkan penduduknya juga belum Cukup banyak Meisya memutuskan untuk mengontrak rumah di desa ini, Meisya berharap Jika Dirinya bisa membuka lembaran Baru dengan Anak nya kelak.


" Kini kita hidup berdua sayang, Mamah janji kalo mamah akan selalu melindungi mu dan Menyayangi mu Nak " Ucap Meisya mengelus perutnya pelan


Meisya menyewa rumah kayu yang harga nya bisa ia jangkau bahkan rumah yang Meisya sewa Hanya satu kamar, Ruang Tamu, dapur dan juga kamar mandi namun walaupun begitu Halaman rumah Meisya sangat rapih bahkan pembatas rumah kayu itu menggunakan Tanaman pagar Khas kampung ini.


Dengan uang yang Meisya pegang ia membeli tempat tidur dan peralatan dapur agar ia bisa memasak, Meisya juga berencana akan Mencari pekerjaan yang bisa ia kerjakan karena jika hanya mengandalkan Uang tabungannya bisa-bisa habis sebelum ia lahiran Nanti


Karena hari sudah mulai sore Meisya memutuskan untuk istirahat dan besok akan mulai mencari pekerjaan.


Di kota Adam baru pulang dari Kantor dirinya masuk kedalam kamar, Biasanya Kalo dirinya pulang akan di sambut oleh sana istri dengan senyuman manis yang membuat lelah nya hilang namun sekarang kamar ini merasa hampa bahkan Terasa kosong


Adam menaruh tas kerjanya sembarang Arah ia mendesah frustasi Mengingat dulu ia sangat mencintai sang istri Tapi kenapa sekarang malah seperti ini bahkan Adam merasa bersalah karena telah Memperlakukan Meisya dengan kasar


" Maafkan aku " Ucap Adam duduk di lantai dengan Menjambak rambutnya sendiri dirinya benar-benar Merasa bersalah Kepada istri dan juga Calon anak nya sendiri " Maafkan atas keegoisan ku Sayang "


" Kakak " Ucap Lili yang masuk kedalam Kamar Adam ia sangat terkejut ketika melihat Kakak nya yang sedang terduduk di lantai " Kakak kenapa? " Tanya Lili yang sudah berjongkok di depan kakak nya


" Kakak sudah egois Dek, kakak tidak pantas di sebut seorang suami " Lirih Adam yang memeluk adiknya itu


Lili masih bingung ia masih tidak mengerti apa yang di maksud oleh Kakak nya " Ada apa Kak, kenapa Kakak ngomong seperti itu? "


" Istriku meninggalkan ku dek, sekarang Kakak tidak tau dimana Keberadaan Istri kakak bahkan Ia sedang hamil bagai mana Jiak di luar sana Istriku kenapa-kenapa "


Lili melepaskan pelukan kakak nya, Walaupun awalnya Lili kaget mendengar ucapan sang kakak tapi Lili malah bersyukur dengan kepergian Mantan sahabat nya itu dengan begitu dirinya tidak perlu Melihat Meisya lagi.


" Kakak tidak salah, yang memilih pergi itu dia bukan Kakak yang meminta nya untuk pergi jadi buat apa kakak sesali " Ucap Lili mengelus lengan Lili

__ADS_1


Adam tidak ingin melanjutkan kata-katanya karena Adam yakin jika saat ini Adiknya masih memendam Dendam kepada Meisya


" Keluarlah Dek. Kakak lagi ingin sendiri " Usir Adam yang berdiri lalu pergi kedalam kamar mandi


Lili membuang napasnya berat Ia memutarkan bola mata nya lalu ia pergi keluar dari kamar sang kakak namun Langkahnya terhenti karena melihat Ada kertas yang terkepal lalu lili kelar dari kamar dengan membawa Kertas itu.


Di dalam kamar Lili membuka kertas yang tadi Sudah mengepal lalu Membacanya. Lili masih merasa tidak bersalah setelah membaca surat itu ia malah tersenyum sinis lalu membuang nya ke tong sampah


Jam Delapan Malam Reno baru saja pulang karena di kantor banyak kerjaan Makanya ia harus lembur bahkan dirinya lupa belum makan malam


" dari Mana jam segini baru pulang? " Tanya Lili yang sudah melipatkan tangannya di dada


" Aku habis lembur di kantor banyak kerjaan " jawab Reno menaruh tas kerja nya lalu membuka jas yang ia kenakan


" Jam segini kerja apa? Apa karena sekarang kamu sudah merasa hebat makanya bisa pulang sesuka hatimu? "


" Kak!!! " Teriak Lili kesal karena ocengan nya tidak di dengar oleh Reno


Reno sadar jika pernikahan nya sedang tidak harmonis bahkan Lili selalu menuduh dirinya yang tidak-tidak Namun Reno masih memaklumi itu semau dan berfikiran Positif kepada istrinya.


Reno keluar dari kamar mandi ia tidak melihat ada pakaian di atas tempat tidur Reno pun tidak ingin mempermasalahkan itu semua karena Reno juga terbiasa Segala sesuatu di lakukan sendiri


" Jawab pertanyaan ku, dari mana jam segini baru pulang? " Tanya Lili lagi dengan tatapan yang sangat tajam


" Aku laper yank, Boleh aku isi perut dulu? Lagian bukannya sudah ku jawab kalo aku lembur. Kalo kamu masih gak percaya Kamu bisa tanyakan kepada Sekuriti Perusahaan tidak mungkin ia bohong " Jawab Reno yang langsung keluar dari kamar karena jujur saja dirinya saat ini sangat laper bahkan tadi siang saja tidak sempat makan siang karena di kantor sedang banyak kerjaan


Di dapur Reno membaut Mie rebus untuk makan malam padahal di meja makan ada makanan tapi Reno lebih memilih makan dengan Mie rebus karena jujur saja Jika Reno masih merasa asing di rumah ini apa lagi melihat sikap Lili yang berubah menjadi dingin kepada dirinya.

__ADS_1


" Nak Reno "


" Eh mamah " Jawab Reno


" Loh ko Makan mie rebus sih, Kan ini ada nasi dan lauk pauk yang lain nya. Kemana Lili apa Lili tidak membantu menghangatkan makana untukmu Nak? " Tanya Bibi Vina kepada Reno


" Enggak ko mah, emang kebetulan Reno lagi ingin makan mie rebus " jawab Reno


" jangan kaya gitu nak, Biar mamah Siapkan ya kamu gak boleh Makan mie rebus kaya gitu Gak baik, Tunggu sebentar ya " Bibi Vian langsung menghangatkan Makanan untuk Reno, Bibi Vina Tidak tega melihat menantu hanya makan mie Rebus saja


Tak butuh waktu lama Makana pun telah jadi " Ini Nak Reno di makan ya " Ucap Bibi Vina


" terimakasih Mah, padahal Gak usah repot-repot " Ucap Reno merasa tidak enak, seharusnya Lili yang menyiapkan Makan untuk dirinya bukan Mamah Vina


" Gak Repot ko Nak, Justru Mamah yang harus minta Maaf karena Lili tidak melayani dengan Baik "


" Tidak ko Mah, Lili selalu Melayani ku dengan Baik hanya saja hari ini Lili sedang lelah Makanya Aku makan sendiri " Elak Reno mana mungkin Reno menjelek-jelakkan Istrinya sendiri kepada Mertuanya


" Shukur kalo begitu, Mamah ikut senang kalo Lili bersikap baik kepada Nak Reno "


" Mamah tenang Saja, Kami baik-baik saja ko "


" yaudah kalo gitu Mamah ke kamar dulu ya Nak, nanti bekas Makannya simpan saja di sana biar besok Mbok yang Cuci " ucap Bibi Vina


" Iyan Mah "


Setelah kepergian Bibi Vina, Reno Menaruh sendok dan juga Garpu nya ia membuang napas pelan, lalu melanjutkan makan malam nya.

__ADS_1


__ADS_2