
Pagi ini Lili bangun pagi karena ia harus mempersiapkan Sarapan namun siapa sangka ternyata ibu mertua dan adiknya sudah berada di dapur terlebih dahulu " Selamat pagi Bunda, Dek " Sapa Lili
" Pagi juga kak " Jawab Adik ipar Lili
" Pagi sayang " jawab Bunda sambil tersenyum
Lili berjalan ke dapur " Maaf ya, Lili telat bangunnya " Lili melihat masakan sudah hampir Selesai bahkan Adik iparnya Lili sudah menatanya di Meja makan
" Tidak apa-apa sayang, lagian Ini Bunda di bantu sama Adek ko " jawab Bunda
Lili mengangguk " Adik ipar emang paling Top pokonya " puji Lili kepada Adik ipar nya
" Iya dong siapa dulu " jawabnya bangga
Setelah Adik Reno ikut gabung prodak milik Lili, ia semakin Gencar dan bahkan Adik Ipar Lili bisa menjual Prodak dengan cepat, Mungkin karena Adik iparnya itu sangat ulet dan juga telaten jadi Banyak yang gemar dengan Kosmetik yang di promosikan oleh nya.
" Kamu sudah bangunkan suamimu Sayang? " tanya Bunda kepada Lili
" Sudah bund, Tadi Sebelum Lili turun Sudah membangunkan Kak Reno terlebih dahulu paling sebentar lagi Turun " jawab Lili
Bunda menganggukkan kepalanya " Baikan kalo begitu, Ayo kita ke meja makan sambil menunggu Kakak mu turun " Kata Bunda
" Selamat pagi semuanya " sapa Reno yang tidak lama kemudian berjalan ke arah meja makan
Reno mengecup Kening sang istri lalu mencium pipi Sang Bunda tidak lupa ia mengacak-acak rambut sang adik " Kakak!! " keluh Nya kesal
" Hahaha " Reno hanya tersenyum melihat adiknya marah
" Kakak kebiasaan suka mengacak-acak rambut Adek " Adik Reno langsung memanyunkan bibirnya ia kesal karena kakak nya sangat senang sekali menjahili dirinya.
__ADS_1
Lili tersenyum karena melihat kejahilan sang suami " Di makan Kak " ucap Lili Setelah menyiapkan makan di Piring Reno
" Terimakasih Yank " jawab Reno yang langsung di anggukan oleh Lili
" Oh iya, Bunda lupa belum Memberitahu kalian Jika Bunda akan pergi berlibur dengan ibu-ibu di Komplek kita selama Tiga hari " Ucap Bunda
" Benarkah? wah berarti selama tiga hari ini Adek gak akan memakan masakan Bunda dong " keluh Adik Reno
" Cuman tiga hari, sudah seperti tiga tahun saja " Kata Reno kepada Adiknya
Reno tidak pernah menghalangi sang Bunda jika ingin pergi berlibur karena Reno Pikir ini sudah saatnya untuk Reno berbakti dan membahagiakan Sang Bunda setelah sekian lama Sang Bunda berjuang untuk menyekolahkan dirinya dan juga sang adik.
" Nanti Lili Transfer ya Bund, Buat keperluan Bunda selama di sana " ucap Lili sambil tersenyum
" Tidak perlu, Bunda ada uang ko untuk Bunda selama di sana " Tolak halus Bunda
Selama ini Bunda memang selalu Menaruh uang nya sedikit demi sedikit untuk keperluan dirinya sendiri, Bunda tidak ingin merepotkan anak-anaknya Apa lagi Reno saat ini sudah menikah.
" Iyah Bunda, Kata istri Reno ada benarnya jadi Bunda jangan menolak ya, siapa tau saja Di Sana ingin membeli sesuatu untuk kami hihihi " Reno ikut bicara agar sang Bunda mau menerima pemberian dari Lili
" Baiklah Jika kalian memaksa Bunda, Bunda tidak akan menolak nya " Jawab Bunda. Bunda sangat Bersyukur karena Reno memiliki istri yang pengertian seperti Lili.
Setelan usai sarapan Reno dan Lili langsung berpamitan kepada Bunda untuk berbakat kerja. Sebelum Reno ke kantor seperti Baisa ia akan mengantar Lili terlebih dahulu ke Outlet milik sang Istri
" Terimakasih Yank, Atas tumpangannya " Ucap Lili setelah Mencium Punggung tangan sang suami
" Sama-sama Yank. kalo begitu Aku pergi Dulu ya Yank, Nanti siang Kita makan siang bersama " Ucap Reno yang langsung di balas anggukan oleh Lili
Setelah melihat Lili Masuk ke dalam Outlet, Reno langsung mengendarai Mobil ke Perusahaan
__ADS_1
" Selamat Pagi semuanya " Sapa Lili kepada para Pegawai
" Pagi juga Mbak " jawab Para pegawai sopan
Saat Ini Lili sudah menambah pegawai apa lagi usaha Body spa Miliknya berjalan Lancar Bahkan semakin Ramai di kunjungi oleh para pengunjung
Setelah menyapa para pegawai Lili langsung pergi ke ruangannya untuk mengecek pembukuan karena ini Akhir Bulan " Punya asisten tapi Ko kaya gak punya sih " keluh Lili
Entah bagai mana cara kerja Asisten Lili, semua pekerjaan masih saja di tumpuk di meja kerjanya bahkan Lili terkadang bingung kenapa asistennya itu sering kali lalai dalam pekerjaannya.
Baru dua Hari ini Lili memecat Asistennya Karena selama Asistennya itu bekerja Tidak ada kerjaan yang Selesai oleh nya bahkan Banyak sekali kejanggalan di laporan buku keuangan, Dengan berat Hati Lili pun harus memecat Asistennya itu karena Lili tidak ingi semakin merugi apa lagi dengan alasan dia yang tidak masuk akal.
Jam Makan siang Telah Tiba, Siang Ini Reno mau mengajak sang istri untuk pergi makan siang namun sepertinya Bukan waktu yang telat untuk dirinya mengajak sang istri " Yank " panggil Reno di depan Pintu ruangan Lili
" Yank. Ayank sudah Samapi? " ucap Lili yang melihat kedatangan sang suami lalu berjalan kearah Reno
" Iyah " jawab Reno yang langsung berjalan kearah sang istri. Reno lihat Jika di mejanya banyak sekali laporan dan berkas-berkas yang lainnya " Apa Hari ini sangat sulit untukmu? " tanya Reno
Lili memeluk sang suami " Lumayan yank. Ternyata setelah aku memecat asisten Ku, Aku semakin yakin Jika dia telah memakai uang kantor untuk keperluan dirinya " keluh Lili
" Terkadang orang yang kita percaya Tidak yakin ia akan setia, Lain kali jangan asal menerima orang, Cari orang yang benar-benar Jujur " Ucap Reno mengelus kepala Sang istri
" Iyh yank " jawan nya " Kalo Begitu ayo kita pergi, Bukannya kita akan makan siang di luar? " tanya Lili
Reno tersenyum " Kita pesan makan saja, Nanti kita makan di sini "
" Lo ko begitu sih " keluh Lili
" Aku tidak ingin membuat istriku lelah, Jadi Biar gak semakin lelah kita makan di sini saja, sekalian aku bantu istriku mengerjakan pekerjaan nya " Ucap Reno mengecup kening sang istri
__ADS_1
" Suamiku pengertian banget sih, Aku semakin Cinta kepada Mu Yank " Ucap Lili yang semakin memeluk Reno
walaupun di antara mereka belum di karunia Anak tapi Reno dan Lili semakin saling menyayangi, mereka juga tidak putus asa dalam berusaha memiliki Momongan, Lili juga sering ikut program hamil walaupun Reno tidak menuntutnya.