
Pagi ini Meisya seperti biasa ia membuka warung kelontong miliknya " Selamat Pagi ibu-ibu " Sapa Meisya Ramah
" Pagi juga Nak Meisya " Jawab mereka
" Ibu-ibu ke sini mau beli apa? " tanya Meisya
" Ibu mah beli telor sama Mie goreng "
" Kalo saya mau beli beras "
Meisya tersenyum " Yaudah Saya siapkan ya Bu " Meisya Langsung menyiapkan pesanan ibu-ibu
Ketika Meisya masuk kedalam di laur terdengar berisik sekali " Ada apa di luar " Gumam Meisya. Meisya tidak bisa melihat keributan di luar karena ia sedang Menyiapkan pesanan ibu-ibu.
" Ibu-ibu ini pesanan nya..." Meisya langsung mematung ketika ia melihat Sosok pria Tampan gagah dan juga tinggi Namun Meisya langsung terlihat panik ketika wajah Si pria itu Pucat
" Mas. Mas sakit? " tanya Meisya ia bisa yakin jika pria yang selama ini ia rindukan ini sedang Tidak baik-baik saja
Ibu-ibu merasa heran ketika Meisya memanggil pria tampan ini dengan sebutan Mas " Nak Meisya kenal dengan pria tampan ini? " tanya salah satu ibu-ibu
" Ini suami saya " jawab Meisya
" Nyonya " Sapa asisten Adam
" Layani pembeli, Aku akan bawa Mas Adam ke dalam " Ucap Meisya Memberikan kantung kresek yang ia pegang tadi kepada Asisten Adam
Asisten Adam langsung membulatkan matanya lalu melihat ibu-ibu yang tersenyum dengan Menunjukan Gigi putih Mereka.
Meisya langsung membawa Adam kedalam Rumah nya Ia sangat Khawatir ketika melihat Suaminya yang pucat dan bahkan Seperti tidak ada energi
__ADS_1
" Mas. Mas berbaring ya " Ucap Meisya membaringkan Adam. Adam hanya nurut saja karena jujur dirinya sangat Pusing dan juga lemas apa lagi badannya yang panas " Mas demam " Meisya dengan Cekatan mengambil Kain dan juga Air hangat untuk mengompres Adam
" Kenapa Mas bisa sakit seperti ini, Hem? " Tanya Meisya yang menahan air matanya agar tidak menetes
Siapa yang tidak sedih melihat Pria yang ia Rindukan Datang dengan keadaan Seperti ini, Hanya Meisya sakit melihat Adam terbaring tidak berdaya.
Semalam Orang kepercayaan Adam menemukan keberadaan Meisya. Adam tidak menunggu Lama-lama lagi ia langsung meminta Asistennya untuk mengantarkan dirinya ke pada Meisya saat itu juga padahal keadaan Adam sedang tidak baik-baik saja tapi ia keluh ingin segera Menemui istrinya ini.
" Jangan tinggalkan Mas. Mas Minta Maaf " Lirih Adam pelan
Meisya menyeka Air mata yang telah lolos di wajah cantiknya " Mas jangan banyak bicara dulu, Mas harus banyak istirahat agar cepat sembuh ya " Ucap Meisya yang masih mengompres Adam
Adam hanya patuh dengan ucapan Meisya namun ia seperti enggan Menutupkan kedua matanya Karena takut jika dirinya Kehilangan istri yang selama ini ia cari-cari " Mas di sini dulu ya, Aku akan buatkan Mas makanan biar Mas cepat sembuh " ucap Meisya yang hendak meninggalkan Adam namun tangannya malah di cekal oleh Adam
" Ada apa Mas, Apa Mas membutuhkan Sesuatu? " Tanya Meisya namun di balas gelengan oleh Adam " Lalu ada apa? "
. Meisya membuang Napas nya pelan Namun walaupun begitu ia menurut dengan Keinginan suaminya untuk Tetap menemani dirinya Di samping Adam. Meisya yang sudah merindukan Suaminya ini Ia ikut terbaring di samping Adam lalu memeluk sang suami
" Aku merindukan Mu sayang "
" Aku juga merindukan Mas " jawab Meisya
Adam menahan tengkuk Meisya Lalu menc*** nya dengan Posesif apa lagi tidak ada penolakan dari sang istri Membuat Adam lebih gencar lagi Membawa Meisya pergi ke atas awang-awang
Meisya tidak mungkin menolaknya karen ia juga selama ini merindukan sosok suaminya, Meisya Meremas rambut Milik sang suami ia tidak tahan dengan Permainan yang di berikan oleh sang sang Suami, Bergeliat Manja menunjukan bahwa Meisya sudah membanjiri jalan Untuk di pinjak oleh Adik Adam
Adam begitu Lihai Memanjakan Istrinya padahal dirinya sedang sakit, Dengan pelan namun Pasti adik Adam Menari-nari di dalam Goa yang sudah membanjiri Jalannya, Adam tidak bisa selincah biasanya karena ia takut Jika rumah ini takut roboh.
Suara pelan Des*** Meisya membuat Adam semakin Semangat " Baby Maafkan Papah " Ucap Adam sambil Mengelus perut Meisya yang sudah buncit
__ADS_1
Meisya menggeleng kepalanya Bisa-bisanya Adam Berucap seperti itu ketika Adiknya yang masih menari dalam goa Miliknya " Ems.... A... "
" Bareng sayang " ucap Adam
" Aaaaahhhh.... " Adik Adam menyirami Goa yang selama ini tidak ia pijak Rasanya sangat plong
" Terimakasih sayang " Ucap Adam yang mengecup kening Meisya Lalu ia membaringkan tubuhnya di pinggir Meisya " Tidurlah sayang kamu pasti lelah " Ucap Adam
" Tapi aku sedang membuka warung " balas Meisya
Adam semakin Erat memeluk Meisya " Biar asistenku yang Mengurusnya, Jadi istirahatlah "
Mau nolak juga bagai mana jika Tuan Adam suaminya ini sudah berkata Seperti ini " Baiklah " Jawan Meisya yang ikut Memeluk Adam dan akhirnya merekapun tertidur bersama dengan keadaan yang masih Tidak menggunakan apa-apa hanya Selimut yang menutupi tubuh mereka.
Di depan Asisten Adam di buat pusing oleh kaum Ibu-ibu bukan hanya menanyakan soal suami Meisya bahakan mereka juga mendadak membawa Anak gadis mereka untuk di jodohkan dengan dirinya
" Maaf ibu-ibu Saya Belum Ada Niat untuk menikah dan sekali Lagi saya mInta Maaf karena Saya juga tidak Bisa menerima salah satu anak dari ibu-ibu karena Saya Tidak berniat Untuk mencari wanita " ucap Nya dengan tegas
." Is sombong sekali kamu ini. Untung tampan kalo tidak Sudan aku cor itu mulutmu pakai cabe rawit" Ucap salah satu ibu-ibu yang merasa tidak terima oleh ucapan Asisten Adam
Asisten Adam yang mulai gerah langsung memanggil Anak buah nya " Siap bos " ucap Anak buahnya
" jaga warung Kelontong Milik Nyonya, saya mau Pergi cari penginapan Lelah " Ucapnya sambil melonggarkan Dasi di lehernya. Ia yakin Jika Bos nya tidak akan keluar kamar Samapi Nanti sore apa lagi ia tadi sempat mendengar Suara yang aneh di balik pintu kamar
Tadi Asisten Adam berniat untuk menanyakan harga tapi alangkah Sopannya Suara Laknat itu terdengar jelas di telinga miliknya, Asisten Adam langsung mendesah pasrah ia benar-benar tidak menyangka jika Atasannya bisa bermain padahal Dirinya sedang sakit Bahkan lemah.
Jam sudah menunjukan jam Satu siang Anak buah Adam masih setia menunggu warung kelontong Milik Nyonya nya, Bahkan ia juga sempat Menggoda gadis-gadis Desa yang polos dan juga lugu
" Benar kata Ibuku kalo Gadis desa paling menggoda hahaha " Katanya kepada dirinya sendiri sambil ngemil Cemilan yang ada di warung.
__ADS_1