
Jam sudah menunjukan jam delapan Malam Reno dan Lili baru turun ke ruang Makan " Baru makan Kak " sapa Bunda yang masih berada di dapur
Anak dan Menantunya itu malah langsung nyengir sambil menggaruk kepala yang tidak gatal " Bunda masih di dapur, ini kan sudah jam delapan malam " Ucap Reno
" memang kenapa Jika bunda Masih di dapur? " Tanya Bunda sambil menggelengkan kepalanya
" Biasanya Bunda Sudah ada di kamar Bund " Elak Reno
" Sudah kalian malam dulu, ini sudah malam kasian menantu Bunda pasti tenaga nya sudah terkuras "
Lili langsung membulatkan kedua matanya lalu mencubit Reno karena ia malu " Auh.. yank sakit "
" Bund. kami permisi makan dulu " ucap Lili yang langsung menarik sang suami untuk Makan malam
" ini gara-gara Ayank sih, Tadi minta nambah segala jadikan Malu sama Bunda " keluh Lili
" Tidak apa-apa yank, Bunda pasti memakluminya ko kan Bunda juga Pernah muda " jawab Reno asal
Lili membuang wajah nya kearah lain lalu ia menikmati makanan malam yang sudah telat ini, Jika terus meladeni omongan suaminya bisa-bisa gak akan kelar acara makan malam mereka.
setelah makan malam mereka usai Lili langsung mencuci Piring kotor Yang habis makan mereka " Bunda ko tumben belum beres Bund? " tanya Lili yang melihat ibu mertuanya yang sedang mengadon
" ini besok Ada pesanan Cukup banyak makanya Bunda belom usai " jawab Bunda " Tadi Adek juga ada di sini tapi sekarang udah masuk kamar soalnya besok Harus sekolah "
Lili mengangguk Lalu mengeringkan tangannya " Biar Lili bantu Bund " ucap Lili
" Apa tidak keberatan? "
" tidak dong Bund, Malah Lili senang bisa Bantu Bunda sekalian Lili juga belajar hehehe "
Bunda Tersenyum " baiklah kalo begitu, Tolong kamu cetak ya Kue-kue ini lalu kamu masukan ke open " ucap Bunda
" siap Bunda " jawab Lili
" Bunda. Bunda kan sangat pintar bikin Kue tapi kenapa gak bikin Toko kue aja "
" Kalo bikin toko kue, Bunda takut Kewalahan " Ucap Bunda
__ADS_1
" Tapi kan Luamyan Bunda. Kalo Bunda capek, Biar nanti Lili Carikan pegawai untuk kerja di toko kue Bunda "
"Terimakasih sayang Atas Nita Baiknya. Segini Juga Bunda sudah senang ko dan lagian Ini hanya untuk sampingan saja Sayang dari pada Bunda hanya diam saja di rumah mending mengisi kegiatan dengan Seperti ini " Ucap Bunda. Bukannya Bunda tidak ingin memiliki sebuah Toko kue tapi Bunda tidak ingin Mengabaikan anak-anak nya jika sudah memiliki Toko Kue.
Lili hanya manggut-manggut mengerti, ia juga tidak ingin memaksa Ibu mertuanya toh semua itu kembali lagi kepada Ibu mertuanya.
Lili membantu Bunda sampai tenaga malam padahal Bunda sudah menyuruh Lili untuk kembali ke kamar namun Lili masih kekeuh ingin Membantu Bunda Samapi selesai.
" Alhamdulillah.. beres juga, sekarang kamu bisa istirahat Nak, terimakasih ya sudah bantu Bunda " ucap Bunda
" Sama-sama Bund, Kalo begitu Lili ke kamar dulu ya " ucap Lili yang langsung pergi ke kamar nya.
Di dalam kamar Lili melihat suaminya yang masih di depan Laptop " Loh ko ayank belum tidur? " tanya Lili sambil berjalan ke atas tempat tidur dan hendak Menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Reno yang melihat sang istri terlihat lelah ia langsung Menutup Laptop miliknya " Bagai mana aku bisa tidur sedangkan Istriku yang baik hati ini masih membantu Ibu mertuanya di bawah Hem " Reno mengecup Kening sang istri yang sudah memejamkan mata nya
" Terimakasih Ya Yank sudah mau bantu Bunda " ucap Reno yang di balas anggukan oleh Lili
Lili yang sudah lelah dan tidak tahan dengan rasa ngantuk nya langsung tepar di atas tempat tidur
~ KEESOKAN HARINYA
Meisya bangun dari tidur nya ia sudah tidak melihat keberadaan Sang suami " Mas.. " Panggil Meisya namun Meisya tidak mendapatkan jawaban
" Mas.. dimana? " Rengek Meisya Sambil menari keberadaan sang suami
" Bi. apa bibi melihat suami aku?" tanya Meisya kepada Bibi
" Tuan lagi di Tempat olah raga nyonya " jawab bibi
Wajah Meisya langsung berseri-seri " Baiklah terimakasih Bi " jawab Meisya yang langsung mencari keberadaan Sang suami
" Sayang " Ucap Adam yang melihat sang istri Masuk ke ruangan Jim
" kenapa Mas Bangun sendiri gak Bangunin Aku " keluh Meisya dengan bibir memanyun
" Maafkan Aku sayang, tadi kamu sedang terlelap tidur jadi aku gak tega bangunin kamu, apa lagi semalam kamu gak bisa tidur "
__ADS_1
Semalam Meisya tidak bisa tidur karena ia sudah mulai tidak nyaman untuk tidur bahkan Meisya sampai tidak memakai pakaian karena ia merasa kegerahan sampai-sampai Adam Menahan adiknya untuk tidak menyentuh sang istri namun siapa sangka Meisya malah tidur setelah bermain dengan Adik kecil Adam.
" Heum " Meisya duduk di kursi yang sudah di sediakan di sana
" Yaudah jangan manyun gitu, lain kali Mas tidak akan meninggalkan mu Sayang. Sebagai gantinya bagai mana jika Mas buatkan sarapan spesial untuk Istri Mas yang cantik ini " Tawar Adam
Meisya langsung menatap sang suami " Benarkah? "
" Iyan Sayang. Kamu sedang ingin makan apa biar Mas yang buat "
" Aku ingin Makan spaghetti Ubur-ubur dengan Tolong Mozarella yang melimpah " Ucap Meisya sambil membayangkan spaghetti di hadapan nya
" Tapi ini kan masih pagi "
" Yaudah kalo begitu aku gak akan makan " keluh Meisya
" Oke oke. mas buatkan ya, Ayo kita ke dapur tapi hanya kali ini saja ya " Meisya langsung mengangguk patuh
Adam membawa sang istri ke dapur dan menyuruh Meisya untuk duduk di meja makan sedangkan Adam ia langsung membuatkan makan keinginan sang istri. dengan telaten Adam memasukan Satu persatu spaghetti ke dalam Sosis, ini tidak bisa di lakukan dengan cepat karena kalo cepat-cepat bisa Pada patah spaghetti nya.
Setelah usai Adam merebus spaghetti ke dalam Air mendidih, sambil menunggu Mateng, Adam mengambil daging Cincang di lemari es laku mengiris bawang bombai dan juga bawang putih. Bagi Adam ini makanan yang cukup gampang untuk di buat apa lagi saus nya sudah siap jadi tinggal di tumis saja.
" Selesai " Ucap Adam. Adam membawa Spaghetti spesial untuk sang istri
" Wah.. baunya harum Mas " puji Meisya
" Tentu. ini kan spesial untukmu sayang " Jawab Adam. Adam menaruh spaghetti spesial di atas meja Makan " Selamat menikmati sayang "
" Terimakasih suamiku Sayank " jawab Meisya yang langsung melahap Spaghetti buatan suaminya
" Bagai mana? "
" Very delicious " Jawab Meisya sambil mengacungkan jempolnya ke arah sang suami
" Kalo begitu habis kalah sayang " Ucap Adam sambil tersenyum melihat sang istri yang begitu lahap
__ADS_1