Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
RENCANA BARU


__ADS_3

Di sebuah Desa Meisya berjalan menyusuri Jalan untuk mencari warung sembako " Kampung nya adem banget " Gumam Meisya sambil menggerakkan kedua tangannya


" Nak. "


Meisya langsung menghentikan langkah nya " Iyah Bu " jawab Meisya


" Nak baru ya di desa ini, saya ko baru lihat? "


" Iyah Bu. saya memang baru di sini, Baru kemarin siang " Kata Meisya ramah sambil tersenyum " Nama saya Meisya Bu "


Ibu itu melihat Meisya dari atas Samapi bawah ia bisa lihat jika Meisya bukan orang sembarangan walaupun Meisya Menggunakan paikaian sederhana tapi tetap saja terlihat mewah


Meisya yang di perhatikan merasa salah tingkah ia takut jika ada yang salah dengan penampilannya Apa lagi ibu ini menatap tanpa kata


" oh pantas saja saya baru lihat. lalu ini mau pergi kemana? " Tanya ibu itu


" Saya mau cari warung sembako Bu Mau beli beras dan kebutuhan yang lainnya juga " Meisya masih Sopan karena Tidak mungkin Meisya berkata ketus kepada Ibu yang ada di hadapan nya ini apa lagi Meisya Warga baru jadi harus menjaga Ucapannya


Ibu itu manggut-manggut " warung sembako masih jauh dari sini Nak. Nak Meisya bisa jalan lurus saja terus nanti di ujung jalan akan ada Warung sembako, Di sini hanya ada satu warung dan itu adanya di ujung jalan ini "


" Oh begitu ya Bu. Kalo begitu saya permisi dulu ya Bu dan terimakasih sudah memberitahu saya "


" Iyah, Hati-hati di jalannya sepertinya Nak Meisya sedang Hamil, Kalo tidak Nak Meisya bisa naik Ojeg untuk ke sana "


" tidak perlu Bu. saya jalan kaki saja sekalian olah raga " Jawab Meisya ramah

__ADS_1


Setelah berbincang-bincang Meisya langsung pergi ke Toko sembako untuk belanja, benar saja ternyata warung sembako nya memang jauh bahkan Meisya Samapi Berhenti berkali-kali agar bisa Samapi di warung ini. Tokonya Cukup besar bisa di bilang Ini toko Grosir Apa lagi di sini sangat Lengkap dan harganya juga Terjangkau.


" Akhirnya Samapi Juga "


" Mbak orang baru ya " Tanya si penjual


Meisya tersenyum sambil mengelap keringat di dahinya " Iyah Mbak. Saya masih baru di ini " Ucap Meisya ramah


" Oh pantesan Baru Lihat saya " Kata nya sambil Tersenyum


" Di sini warung nya hanya ini ya Mbak "


" Iyah Mbak. ini Memang warung satu-satunya padahal Saya juga udah pernah usul pada Warga untuk membuka warung di salah satu rumah warga tapi mungkin karena keuangan yang tidak mendukung makanya tidak ada yang membuka warung, Kasian kan Setiap mau belanja harus pergi jauh-jauh "


" Wah ide bagus itu mbak. Boleh-boleh Saya malah senang kalo Mbak mau buka warung kelontong di sana " Jawab Si Mbak warung


Akhirnya setelah Diskusi sama si Mbak Grosir Meisya akan Membuka Warung Kelontong di depan Rumah nya dan Barang-barang pesanan Meisya juga akan Di antar oleh Anak Buah Mbak nya jadi Meisya hanya tinggal Buka Dan membayar Barang-barang nya saja.


Tadi Meisya tidak jadi belanja Ia malah pergi ke pasar Untuk membeli Etalase Dan juga Meja Untung saja Kaca Kontrakan Meisya bisa di buka jadi dan Agak lebar jadi Meisya tidak perlu Repot-repot untuk membuat Warung Lagi cukup buka jendela Lebar-lebar.


Siang Ini Meisya sibuk mempersiapkan Warung baru nya. Bahkan rencana Meisya membuka warung di sambut Gembira oleh para Warga selama ini Mereka berharap ada Salah satu di antar mereka yang membuka warung Kelontong tapi Mungkin Karena Faktor ekonomi Maknya Warga lebih Memilih Berjalan jauh dari pada Membuka Warung kelontong.


" haduh lelah juga ternyata, Aku pikir tidak akan lelah seperti ini tapi Aku tetap bersyukur dengan begini aku tidak perlu cari kerja " Gumam Meisya senang


Karena sudah siang Meisya menghentikan aktivitasnya ia ingin mengisi perutnya terlebih dahulu karena Meisya juga harus memikirkan Anak yang ada di dalam kandungan nya.

__ADS_1


" Untung aku tadi sudah bikin nasi Jadi aku tinggal bikin Telor dadar deh " Seru Meisya yang langsung membuat Telur dadar


Dengan Nikmat Meisya menikmati makanannya sambil mengelus perut dengan pelan " Walaupun sederhana tapi Nikmat ya Nak. Semoga kalo kamu sudah besar Nanti kamu tumbuh menjadi orang yang selalu bersyukur ya Nak "


Tiba-tiba saja Meisya teringat kepada Sang suami " apa Mas Adam sudah makan, Hem mudah-mudahan saja Mas Adam baik-baik saja dan menjalani Hidupnya dengan Bahagia " Gumam Meisya yang tidak sengaja air mata miliknya terjatuh Ia merindukan sosok suaminya Namun demi Suaminya hidup Bahagia Meisya berkorban Menyiksa batinnya sendiri.


Tinggalkan Meisya yang Sedang Memikirkan Suaminya, Di kota Adam, Lili dan juga Reno sedang menjaga Bibi Vina Di ruangannya. Dokter Menyuruh Bibi Vina Untuk Rawat Inap takut nya Bibi Vina terkena serangan jantung kembali apa lagi keadaan nya belom stabil bisa saja Bibi Vina tiba-tiba terkena serangan jantung dadakan.


" Kak. Kakak pulang saja Biar Lili di sini yang jaga Mamah " Ucap Lili kepada Adam


Adam Mengangguk " Baiklah kalo begitu Kakak pulang dulu, Nanti kakak akan ke sini lagi " Ucap Adam


" Iyah Kak " Jawab Lili


Adam tidak pulang ia malah menelpon anak buah nya dan menanyakan bagai mana info pencarian Mereka. lagi-lagi Adam harus mendengus kasar Karena Anak buah nya yang belum menemukan Meisya


" kamu pergi keman, Kenapa Anak Buahku sangat Sulit menemukan mu " Ucap Adam Yang Frustasi sambil meremas rambutnya di dalam Mobil " Aku tidak akan Putus asa Sayang, Aku akan tetap menjadi keberadaan mu dan juga calon Anak kita " Gumam Adam yang merasa bersalah kepada Meisya


Sedangkan di ruangan Bibi Vina Reno dan Lili masih diam-diaman Walaupun Reno sudah mencoba untuk Ngobrol dengan Lili tapi Lili masih dingin kepada Reno yang akhirnya Reno Lebih baik diam dari pada Lili semakin Ketus kepada dirinya.


Jam sudah menunjukan Jam delapan Malam Reno pergi keluar mencari Makan malam " Yank " Panggil Reno " Ini makan dulu. Kamu belum makan dari siang Yank " Ucap Reno


" Heum.. " Jawab Lili yang masih dingin tapi walaupun begitu Lili tetap memakan makanan yang di belikan oleh Reno


Reno tersenyum karena Lili mau memakan makanan yang ia belikan " Makan yang banyak ya, Jangan sampai kamu sakit Yank " Ucap Reno

__ADS_1


__ADS_2