Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
KEPERGIAN PAMAN IBRAM


__ADS_3

Dua hari kemudian Paman Ibram harus di larikan ke rumah sakit karena penyakitnya yang kambuh bahkan seisi rumah ikut panik. Kini mereka sedang berada di Dalam ruangan Paman Ibram mereka terlihat sedih karena Kondisi Paman Ibram semakin memburuk.


" Mah.. " Lirih Paman Ibram bangun dari tidur nya


Bibi Vina langsung mendekat kearah Sang suami " Iyah Pah. Papah sudah sadar, Papah mau minum? " Tanya Bibi Vina Yang di balas anggukan oleh Paman Ibram


degan sigap Bibi Vina mengambil Air minum untuk suaminya " Di minum dulu pah "


Setelah paman Ibram minum, Paman Ibram meminta Lili untuk mendekat kearah Nya " Papah ada apa? " tanya Lili pelan. Lili menahan air mata nya agar tidak terlihat sedih


" Lili putri pa..pah " Paman Ibram mengelus tangan Lili " Papah Minta Hari ini kamu menikah dengan Nak Reno " Pinta Paman Ibram dengan terbata-bata


Lili memejamkan matanya " Tapi papah harus sembuh Dulu Pah, kalo papah sembuh Baru Lili menikah sama kak Reno "


Paman Ibram menggelengkan kepalanya " Hari ini ya nak, Papah ingin melihat kamu menikah hari ini "


" Tapi pah "


" Ikuti saja sayang " jawab Bibi Vina sambil mengelus lengan putrinya. Bibi Vina takut jika ini adalah keinginan suaminya


Lili menganggukkan kepalanya " Iyah Pah, Lili akan kabulkan keinginan papah Tapi papah harus sembuh ya Lili Mohon "


Paman Ibram tersenyum ia tidak membalas ucapan Lili. dan Lili pun segera menelpon Reno untuk ke rumah sakit sekarang.


Meisya dan Adam yang sedari tadi ada di ruangan Paman Ibram hanya bisa terdiam mereka ikut sedih apa lagi Adam yang sudah menganggap Paman Ibram adalah ayah nya sendiri


" Mas.. "


" Aku baik-baik saja sayang " Jawab Adam mencoba untuk tegar


Meisya bisa melihat kalo suaminya ini sedang khawatir namun mencoba untuk menutupinya agar orang lain tidak melihat.


Setelan satu jam akhirnya Reno dan Bunda Samapi di rumah sakit Mereka terkejut ketika mendengar permintaan Lili yang meminta Reno untuk menikahinya hari ini " Semoga semuanya baik-baik saja ya Nak " Ucap Bunda

__ADS_1


" Amin Bund. Udah ayo kita masuk "


tok..tok..


" Assalamualaikum.. "


" Iya. Wa'alaikumsalam " jawab Orang di dalam


Reno masuk kedalam Ruangan Paman Ibram ia melihat Lili yang sudah menggunakan Kebaya putih dengan Rambut yang di sanggul Modern


" Nak Reno " Sapa bibi Vina


" Tante. Tante perkenalkan Ini Bunda saya " Ucap Reno kepada Bibi Vina


Bibi Vina tersenyum lalu mengulurkan tangannya " Mamah nya Vina, Terimakasih sudah hadir " Ucap Bibi Vina


" Saya Bunda nya Reno. senang bisa bertemu dengan Jeng Vina " jawab Bunda sambil membalas uluran tangan Bibi Vina


Acara akad Berjalan dengan lancar Namun..


Tiiiitttttttttttt.........


" Tidak.. tidak.. Pa. papah hiks.." Lili menggelengkan kepalanya lalu memeluk Papah nya


" Yank " Reno terus menenangkan Lili yang menangis Histeris


Bibi Vina tidak kalah Menangis ia juga ikut memeluk Sang suami, Ternyata Filing Bibi Vina benar kalo ini adalah permintaan terakhirnya


" Pah, bangun Pah, kalo papah pergi Mamah sama siapa Hiks.. " Bunda Reno ikut menangis ia ikut bersedih karena Paman Ibram harus pulang setelah acara akad Putrinya


" Jeng yang sabar ya, Sekarang Tuan Ibram sudah tenang di sana sudah tidak merasakan kesakitan lagi " Ucap Bunda memeluk Bibi Vina


Satu ruangan itu ikut bersedih termasuk Adam yang awalnya pura Tegar tapi ternyata Dirinya malah menangis Tidak kuasa melihat Paman kesayangan nya sudah terbaring dengan tenang

__ADS_1


" Mas.. hiks.. yang sabar ya Mas, paman Sekarang sudah Tidak kesakitan lagi "


Meisya sangat tau bagai mana perasaan Suaminya, Anisa juga pernah berada di posisi Adam bahkan saat itu Anisa hanya sendirian tidak ada sanak saudara yang menguatkan dirinya.


Paman Ibram segera di sholat kan Dan langsung di Makamkan, Bibi Vina di tuntun oleh Bunda, Lili di dampingi oleh suaminya sedangkan Adam Ia membantu membawa Keranda ke pemakaman, Meisya Tidak ikut ke pemakaman ia menunggu di rumah karena ia tidak di ijinkan untuk ikut apa lagi di luar gerimis takutnya Meisya jatuh dan Membahayakan kandungannya.


Setelan acara pemakaman usai kini Bibi Vina langsung mengumpulkan keluarga nya di ruang tengah Termasuk Reno yang saat ini sudah menjadi Anggota keluarga di rumah Ini. sedangkan Bunda ia sudah pamit Untuk pulang karena tidak bisa meninggalkan Putrinya di rumah sendirian apa lagi hari sudah semakin malam.


Bibi Vina di temani oleh kuasa hukum keluarga, Kuasa Hukum Menjelaskan wasiat yang di tuliskan oleh Paman Ibram.


Paman Ibram Menyuruh Reno selaku suami Lili untuk menjalankan perusahaan miliknya Tapi Jika Reno Sampai bermain api ataupun menyakiti Putrinya makan Semua warisan akan jatuh kepada Lili dan juga Calon anak mereka nanti sedangkan Reno tidak akan mendapatkan apa-apa.


Paman Ibram juga ibram juga memberikan kekuasaan Untuk Lili jika Lili ingin mengurus perusahaan Karena hanya Lili putri satu-satunya paman Ibram dan juga Bibi Vina


Bibi Vina hanya mendapatkan Tiga puluh persen dari harta Paman Ibram, Bibi Vina tidak protes karena bagi Bibi Vina harta tidak akan ada gunanya jika Sang suami telah tiada, Jika bisa di tukar mungkin Bibi Vina lebih memilih suaminya dari pada warisan.


Adam tidak mengharapkan apa-apa Dari paman Ibram karena tanpa warisan dari paman Ibram juga Adam sudah Kaya raya belum lagi warisan yang di tinggalkan oleh Kedua orang tua nya yang tidak akan habis tujuh turunan.


Setelah membacakan wasiat dari Paman Ibram kuasa hukum Keluarga paman Ibram pun langsung pamit undur diri.


Bibi Vina pergi ke kamar, Adam dan Anisa pun ikut masuk kedalam kamar mereka masing-masing. tinggallah Lili dan juga Reno yang masih setia duduk di sopa


Lili tidak mempersalahkan Soal Perusahaan yang akan di pegang oleh Reno karena sedari dulu juga Papah nya ingin jika Reno membantu perusahaan


" Yank "


Lili langsung menoleh dan memeluk Reno yang saat ini status nya sudah menjadi suami Lili " Iyah Yank " jawab Lili


" Kamu harus istirahat Yank, kamu pasti lelah, Ayo ke kamar " Ajak Reno lembut yang di balas anggukan oleh Lili


Reno membawa Lili kedalam kamar nya lalu membaringkan Lili di atas tempat tidur lalu menyelimuti Lili. Reno mengelus kepala Lili dengan Lembut, Reno tidak menyangka Jika dirinya tertulis di daftar Warisan bahkan Reno kaget ketika Dirinya di sebut Bakan di berikan kekuasaan untuk mengurus perusahaan


..." Pah Kenapa harus aku? " Batin Reno ...

__ADS_1


__ADS_2