Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
MASIH HARI H


__ADS_3

Setelah Fadil dan kanza mengucap janji suci dan para keluarga juga telah mengucapkan selamat kepada Kanza dan juga Fadil, tidak hanya keluarga yang memberikan selamat tapi para tamu undangan juga ikut mengucapkan selamat kepada Kanza dan juga Fadil.


Acara janji suci terus berlanjut bahkan Kanza sampai merasakan pegal di kakinya karena harus terus berdiri apa lagi menggunakan sepatu hak tinggi.


Fadil yang melihat istrinya seperti kelelahan, ia langsung menyuruh anak buah nya untuk mengambilkan sandal " Ini Tuan muda "


" Hm.. "


" untuk Apa itu Mas? " Tanya Kanza


Fadil berjongkok lalu memasangkan nya ke kaku Kanza " Aku lihat Istriku yang cantik ini kelelahan makanya aku ambilkan sandal agar kaki Istriku ini tidak merasa pegal" Jawab Fadil sambil tersenyum


Wajah kanza langsung memerah karena mendapatkan sikap manis suaminya, Bahkan para tamu undangan juga ikut baper ketika melihat keromantisan Fadil kepada Istrinya


 "Andaikan saja, Ada duplikat Kak Fadil pasti Aku sangat senang sekali " Kata Aulia


" Jangankan Kamu, Aku ikut baper juga melihat sikap Kak Fadil yang begitu manis keadaan Kanza "


" Aku harap suatu saat nanti aku akan mendapatkan pria yang seperti Kak Fadil, agar aku bisa hidung panjang dan juga Bahagia hihihi "


Amira melirik kearah Aulia lalu ia pergi untuk mencari makanan karena dirinya sedari tadi pagi belum mengisi perut.


" Hai "


Amira langsung menoleh kearah suara " Kak Marlo "


Marlo tersenyum " Apa kamu juga akan makan? " tanya Marlo yang sudah memegangi piring kosong


" Iyah Karena perutku sudah demo ingin segera di isi hehehe... " Jawab Amira terkekeh


" kalo begitu, mari kita makan bersama kebetulan Aku juga mau makan " Ajak Marlo


Amira melirik kearah meja keluarga nya, mereka sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing" Boleh deh " Jawab Amira


Akhirnya setelah Amira dan Marlo mengambil makanan mereka, Marlo mengajak Amira untuk bergabung bersama Lixi dan juga Liong.

__ADS_1


" Hai semuanya, Aku ikut gabung ya " Pamit Amira sopan


" Silahkan Nona cantik " Jawab Liong sambil tersenyum namun sekian detik Liong langsung membungkam mulutnya ketika melihat ekspresi Marlo yang dingin


" Sepertinya Aku harus ke sana " Ucap Liong yang langsung melarikan diri karena tidak ingin terus di tatap tajam seperti itu oleh Marlo


Lixi berdehem " Ahem... "


" Kenapa, Apa Kakak butuh minum? " Tanya Amira


" Ti..tidak " Jawab Lixi " Ngomong-ngomong Aulia kemana, ko aku gak melihatnya? " Tanta Lixi berbisik


Amira mengulum senyum lalu ia meminum air yang ada di meja " Tadi sih Aulia ada di sebelah ku tapi entah deh, dia sekarang dimana " Jawab Amira yang memang tidak mengetahui keberadaan Aulia


" Oh... Aku Telpon juga tidak ia angkat "


" Hihihi.. mungkin dia lagi di jodohkan sama tante lili karena tadi aku lihat Tante lili bawa anak temannya " Goda Amira


Godaan Amira berhasil membuat Lixi membuatkan kedua matanya " Aku pergi dulu " Pamit Lixi yang entah akan kemana


Marlo menghentikan makannya lalu ia menatap Amira yang masih tertawa " Mereka memang sudah jadian " Ucap Marlo yang membersihkan bibirnya dengan tisu


Uhuk... Uhuk..


" Kakak jangan bercanda " Kata Amira yang tersedak oleh makanannya


" Minum dulu " Marlo memberikan gelas air putih kepada Amira


" Aku tidak bercanda, orang Lixi sendiri yang bilang kepadaku jika ia sudah jadian "


" Secepat itu? Bukanya mereka bertemu baru beberapa hari yang lalu? " Heran Amira bisa-bisanya Aulia berpacaran dengan Pria yang baru ia kenal beberapa hari yang lalu


" Entahlah" Jawab Marlo " Lagian memang nya kenapa jika mereka baru beberapa hari yang lalu bertemu? " Tanya Marlo


" Iya, ga etis aja gitu, kan kita harus tau bagaimana sipat dan sikap pasangan kita nanti jangan sampai sudah jadian lalu menyesal karena tidak tau bagaimana kekasih kita " Jawan Amira

__ADS_1


Marlo menganggukkan kepalanya " Anggap saja jika mereka sedang saling mengenal satu sama lain, bukanya lebih baik berstatus dulu dari pada nantinya di gosting " Ucap Marlo


" Entahlah, tapi kalo aku sih lebih baik saling mengenal dulu, jika memang merasa cocok dan nyaman baru deh jadian " Ucap Amira tersenyum


Amira bukan tipe wanita yang gampang untuk di taklukkan karena jika selama dirinya belum nyaman dengan si pria ia tidak akan membuat sebuah komitmen karena Amira tidak ingin gara-gara komitmen itu malah jadi merusak pertemanan.


Ternyata interaksi Amira dengan Marlo tidak luput dari pandangan sang Mommy dan juga Daddy nya, walaupun mereka sedang Fokus dengan pernikahan putra pertamanya namun mereka juga tidak lupa jika mereka memiliki seorang anak perempuan yang saat ini sedang di dekati oleh pria asing.


" Lihatlah Dad, sempat-sempatnya Amira makan berdua dengan pria " Kata Mommy


Daddy memberikan tatapan tajam kepada Marlo, ia merasa tidak suka ketika putrinya di dekati oleh seorang pria.


Daddy langsung mengirimi pesan kepada anak buahnya untuk mencari tau siapa pria yang sedang bersama putrinya.


Mommy yang melihat suaminya memberikan tatapan tajam kepada Pria yang bersama Amira hanya bisa mengulum senyum


" Sudah Dad, Biarkan saja Amira mengenal pria baru mau sampai Kapan Daddy tidak memberikan ijin Amira untuk dekat dengan seorang pria. Lama-lama nanti Amira akan jadi perawan tua jika Daddy melarang nya terus " Keluh Mommy yang tidak habis pikir kepada Suaminya ini yang terlalu Posesif kepada putrinya


" Aku tidak akan melarang asalkan Putriku bertemu dengan pria yang tepat " Ucap Daddy melirik kearah Istrinya


" Pas untuk Daddy atau Pas untuk Amira? " Goda Mommy


" Hm.. " Daddy membuang napasnya pelan " Intinya yang pas saja, Aku tidak ingin jika putriku di permainkan apa lagi di bohongi oleh Pria lain " Lanjut Daddy


" Iyah Aku mengerti, Sekarang Daddy makan dulu sedari tadi pagi Daddy belum makan " Ucap Mommy Meisya yang menyuapi suaminya " Enak kan " Kata Mommy


" Enak, apa lagi istriku yang cantik ini yang suapi " Goda Daddy


" Daddy, Malu di lihat banyak orang " Tegur Mommy


" Biarkan saja, Apa peduli mereka jika aku merayu istriku sendiri " Balas Daddy yang tidak tau malu


" Wajah Kakak ku kan sudah kaya kulit badak gak ada malu nya Hahaha.. " Timbal Ibu Lili yang duduk di sebelah Mom Meisya dengan di ikuti oleh Ayah Reno


" Kalo aku kulit badak lalu kamu Apa? " Kata Daddy yang tidak ingin kalah

__ADS_1


" Sudah-sudah ko malah ribut sih, kalo Fadil tau kalian ribut gak jelas biasa-biasa Fadil ngamuk karena di hari pernikahan nya ada pengacau " Keluh Mommy. " Sudah Daddy lanjutkan makan ya, Aku mau mengambil Dimsum dulu " Ucap Mommy yang langsung pergi meninggalkan meja.


__ADS_2