
Di paviliun Diva masih diam saja ia merasa di lecehkan oleh Dava Karena sudah mengambil First kiss nya ya walaupun Diva juga tidak menyangkal jika Dava sudah membantu dirinya menghadapi mantan yang laknat itu.
" Kamu kenapa Diva? " tanya bibi karena Diva diam terus sedari tadi
" Diva tidak apa-apa Bu " jawab Diva sambil tersenyum hambar
bibi tidak percaya begitu saja namun bibi juga tidak ingin memaksa Diva untuk cerita kepada bibi " Yasuda kalo begitu Ayo makan dulu jangan hanya di aduk-aduk saja " tegur Bibi
* Iyah Bu " jawab Diva
" Selamat malam Bi " sapa Dava duduk di samping Diva. wangi maskulin yang Dava gunakan sangat segar di hidung Diva ia merasa terhipnotis sepertinya Dava habis mandi ia terlihat segar dan wangi
" Makan yang benar, gak baik makanan hanya di aduk seperti itu " Tetep Dava Tanpa menoleh kearah Diva
" Ah iya " Kata Diba yang sadar dari lamunan nya, entah apa yang sedang Diva lamun kan. Gadis itu tiba-tiba saja menggigit bibir bawah nya
" Jika kau terus menggigit bibir mu maka akan aku ciu** kamu sekarang juga di depan bibi " Bisik Dava Di telinga Diva
Sontak saja Diva langsung membulatkan kedua mata nya dengan Sempurna " Mesum " Keluh diva. untung Bibi sedang ke dapur kalo tidak bisa-bisa Bibi bisa melihat wajah Diva yang memerah.
Dava tersenyum kecil lalu ia memakan makanan nya dengan tenang walaupun Dava Tau jika saat ini Diva sedang tidak karuan karena ulah nya.
Setelah makan malam, Diva langsung masuk kedalam kamar nya ia tidak ke rumah utama karena ini hari libur Besok baru ke rumah utama untuk menjaga baby Fadil
Diva membaringkan Tubuhnya di atas tempat tidur ia melihat langit-langit kamar dengan tangan memegangi bibir bawah nya, Rasanya Diva tidak bisa melupakan kejadian tadi sore tapi Ia juga merasa Was was ia takut jika calon kekasih nya nanti tidak menerima dirinya apa adanya karena Bi*** milinya telah di renggut begitu saja dari Diva
" Awas saja ya bang, aku gak akan maafin abang jika Samapi Aku tidak memiliki kekasih " keluh Diva " Tapi rasanya... ah ada apa dengan jantung ini kenapa dia dag Dig dug tidak karuan gini dan kenapa rasanya sangat.... " Diva Langsung mengambil bantal lalu menutupi wajahnya dengan bantal agar ia bisa melupakan Kejadian tadi siang namun apa daya jika pikiran Diva tidak sejalan dengan keinginan nya Semakin dirinya berusaha untuk melupakannya semakin gencar pula ingatan nya muncul begitu saja
" Aahhhhh... " keluh Diva kesal " Kenapa ingatan itu muncul terus aku ingin tidur dan melupakan kejadian tadi " Ucapnya Diva. karena tidak kunjung tidur Dia memutuskan untuk membuat Coklat panas agar dirinya bisa tidur
Diva menunggu mendidihkan air panas di kompor sambil menunggu Diva menyiapkan gelas miliknya " Sekalian buatkan untukku " ucap Dava yang langsung duduk di kursi
__ADS_1
Deg..
tadi bayangan nya yang menari-nari di pikiran Diva tapi sekarang Diva malah mendengar suara nya " apa aku sudah gila? " gumam Diva yang belum melihat keberadaan Dava di belakang nya.
" Kamu ngomong apa? " tanya Dava heran
" Ahh... loh.. ko Abang di sini, Sejak kapan, dan mau apa? " Tanya Diva terkejut melihat Dava yang sudah duduk di kursi
Dava menatap Diva dengan lekat " Aku minta kamu buatkan satu gelas susu coklat Untukku, Bukan memberikan banyak pertanyaan seperti itu " Ucap Dava Menggelengkan kepalanya
Karena tidak ingin debat Diva membuatkan juga buat Dava Lalu Diva berniat untuk meninggalkan Dava di dapur namun Dava langsung mencekal tangan Diva " duduk lah di sini dan temani aku habisi susu ini " ucap Dava
" Tapi aku " Karena mendapatkan tatapan dari Dava Diva langsung duduk di samping Dava dan meminum Susu coklat miliknya
" Kenapa belum tidur, Apa kamu juga tidak bisa tidur? " hanya Dava sambil melirik
Mata dingin Dava sangat tajam seolah menusuk kedua bola mata Diva " i..iya, Aku tidak bisa tidur " jawab Diva
" Apa yang sedang kamu pikirkan sehingga kamu tidak bisa tidur begitu " Tebak Dava
Karena tidak mendapatkan jawaban dari Diva, Dava dengan berani menahan tengkuk Diva lalu mengulanginya kembali, Dava merasa kecanduan dengan Bi*** kenyal Milik Diva yang tipis dan merah ini, Bahkan yang awalnya hanya biasa saja Kini mereka saling membelitkan Lida* mereka di dalam sana
" Eum... " lengguhan Diva menyadarkan keduanya
" maaf " Ucap Dava Yang mengusap bib** Diva yang basah " mulai senang Kamu tidak boleh dekat dengan pria mana pun sekalian aku, dan ingat kamu hanya milikku " kata Dava
" tapi.. "
Dava mengecup Bib** Diva kembali " tidak ada Tapi, sekarang kamu kembalilah tidur jangan punya pikiran yang aneh-aneh " Kata Dava
Dengan Patuh Diva kemabli ke kamar nya walaupun sebenarnya dirinya bingung dengan ucapan Dava.
__ADS_1
~ KEESOKAN HARINYA
Pagi ini setelah sarapan Diva Langsung ke kamar Baby Fadil Untuk menyiapkan keperluan Mandi untuk baby Fadil, biasanya Baby Fadil akan bangun jam Enam pagi dan akan siap Jam tujuh pagi untuk sarapan.
dengan Telaten Diva memandikan Baby Fadil Ia sekarang Sudah terbiasa memandikan Baby Fadil " Wah tampannya " Ucap Diva
" Anaknya siapa dulu dong " Jawab Meisya yang baru datang ke kamar Baby Fadil
" Selamat Pagi Nyonya " Sapa Diva sambil membungkukkan kepala nya
" Pagi Diva. bagai mana hari libur mu kemarin? " Tanya Meisya yang sudah menggendong Baby Fadil
" Seperti biasa Nyonya " jawab nya
Meisya tersenyum " Yaudah kalo begitu ayo turun " kata Meisya
Walaupun baby Fadil ada yang mengasuh tapi Meisya tidak lepas tangan begitu saja, ia masih Menyiapkan sarapan dan juga menyuapi baby Fadil kecuali jika dirinya sedang repot oleh sang suami Barulah Diva yang akan Menyuapi Baby Fadil.
" Selamat pagi Boy " sapa Adam mencium pipi Baby Fadil
" Pagi Daddy " jawab Meisya dengan suara anak kecil
Sedangkan Bocah sepuluh bulan itu hanya tersenyum menunjukan gigi yang sudah tumbuh Beberapa biji
" Mom, Biarkan baby Fadil diva yang menyuapi, Kamu suapi Aku saja " Kata Adam
Meisya tersenyum ia sudah terbiasa dengan Sikap sang suami yang terkadang Maja " Baiklah kalo begitu, Diva tolong kamu suapi Baby Fadil ya, Baby besar ku sedang Maja " ucap Meisya kepada Diva
" Baik Nyonya " jawab Diva
Diva langsung mengambil makanan untuk baby Fadil dan menyuapi nya. Diva sangat senang dengan Baby Fadil yang cukup patuh dan juga gembul jika di suapi.
__ADS_1
" Boy, kamu sangat pintar ya " Puji Adam Kepada sang putra " Oh iya Mom, nanti siang Ajak lah Baby Fadil ke kantor kita makan siang bersama lagian Kerjaan ku juga agak senggang nanti siang " Kata Adam
" baiklah " jawab Meisya.