Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
HARI PERTAMA BEKERJA


__ADS_3

Hari ini Kanza akan bergabung dengan perusahaan milik Fadil. Perusahaan yang Fadil bangun sendiri dari hasil jerih payahnya sendiri. Awalnya Mom dan Daddy tidak percaya jika Putra mereka telah memiliki perusahaan sendiri namun setelah di selidiki ternyata benar jika Putra mereka benar-benar telah mendirikan sebuah Perusahaan yang bidang dari Game.


Sebuah Aplikasi Game yang ia kembangkan dengan rekan-rekannya dan bahkan Aplikasi Game yang di buat Fadil Dan juga rekannya kini telah booming di kalangan Anak muda, Banyak Anak muda yang menyukai Game yang di buat oleh Fadil.


Fadil menyandarkan tubuhnya ke pintu mobil untuk menunggu Kanza keluar dari Kosannya, Di Hari pertama ini Fadil tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bersikap manis kepada sang kekasih.


Fadil tersenyum ketika melihat Kanza yang berjalan kearah nya ‘’ Mas di sini ‘’ Kata Kanza malu-malu


‘’ Ayok masuk ‘’ Kata Fadil yang langsung membukakan Pintu Mobil Untuk kanza


Dengan senang hati Kanza masuk kedalam Mobil ‘’ Apa Mas sudah lama menunggu? ‘’ Tanya Kanza


‘’ Tidak, baru saja ‘’ Jawab Fadil yang memasangkan sabuk pengaman milik Kanza ‘’ Apa Kamu sudah sarapan?’’


Kanza menggelengkan kepalanya ‘’ Belum karena tadi aku bangun kesiangan ‘’ Jawab Kanza jujur


‘’ Baiklah kalo begitu kita akan makan di  kantin perusahaan saja ‘’ Ucap Fadil yang langsung di balas anggukan oleh Kanza


Fadil tersenyum lalu ia membawa mobil miliknya ke perusahaan. Fadil tidak hanya memegang tanggung jawab perusahaan miliknya saja tapi ia juga salah satu pemegang perusahaan milik Daddy.


Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di perusahaan milik Fadil. Fadil langsung membukakan Pintu mobil untuk Kanza ‘’ Ayok ‘’ Ajak Fadil


Kanza membuang napas nya pelan ia melihat gedung yang berkisaran lima lantai lalu ia langsung mengikuti Fadil kedalam gedung itu ‘’ Apa ini perusahaan Mas? ‘’ Tanya Kanza


‘’ Hm..’’ Jawab Fadil yang langung menekan Tombol Lima. Fadil mendekat Kanza lalu menatap kedua bola mata kanza ‘’ Di perusahaan milikku kebanyakan pria jadi Aku harap kamu bisa  menyesuaikan diri di sana ‘’ Kanza langsung mengangguk Patuh. ‘’ Gadis pintar ‘’ Fadil mengecup bibir milik Kanza


Ting....


Orang-orang yang ada di luar sana langsung melongo ketika melihat atasan mereka yang sedang mengecup seorang gadis ‘’ Boss ‘’ Ucap Liong pelan


Fadil dan Kanza langsung menoleh kearah suara. Kanza benar-benar malu ‘’ Hm.. ‘’ Jawab Fadil yang langsung merangkul Kanza dan keluar dari kotak besi itu


Fadil menghentikan ;langkahnya ‘’ Perhatian semuanya ‘’ Kata Fadil yang meminta anak buahnya untuk menghentikan aktivitas mereka


‘’ Ada Apa? ‘’ Tanya liana. Gadis satu-satunya yang bekerja di tempat ini


‘’ Perkenalkan Ini adalah Calon Istriku nama nya Kanza, dan mulai hari ini Kanza akan bergabung bersama kita jadi saya minta kalian memperlakukannya dengan baik ‘’ Kata Fadil yang langsung di balas sorakan hangat dari para pegawainya


‘’ Halo Kakak ipar, perkenalkan nama saya Liong, ini Lixi dan ini Marlo ‘’ Kata Liong yang langsung menglurkan tangannya


‘’ Kanza ‘’ Kanza langsung membalas uluran tangan Liong


‘’ Oh iya satu lagi, bagian keuangan kita si cantik jelita nama nya Liana ‘’ Kata Liong yang memperkenalkan Liana namun Kanza tidak menerima sikap hangat dari Liana.


‘’ Sudah jangan hiraukan dia ‘’ Kata Liong


Fadil yang melihat Liana bersikap dingin kepada kanza hanya diam lalu ia mengajak Kanza untuk sarapan ‘’ Kanza mari kita sarapan ‘’ Ajak Fadil. Kanza langsung mengangguk lalu mengikuti Fadil dari belakang

__ADS_1


Kanza merasa kagum dengan Kantor yang di miliki oleh Fadil dan bahkan di sini juga di sediakan cemilan dan yang lainnya juga ‘’ Sepertinya Mas sudah mensejahterakan Pekerja Mas ‘’ Kata Kanza yang duduk di kursi meja makan


Fadil tersenyum ‘’ Karena aku tidak ingin menyiksa mereka di saat aku menyuruh mereka lembur ‘’ Jawab Fadil tersenyum tipis lalu ia meminta bagian dapur untuk membuatkan makanan untuk dirinya dan juga kanza


Kanza mengacungkan kedua jempolnya ‘’ Aku tidak bisa menemani mu di sini selama dua belas jam karena Aku harus ke perusahaan milik Daddy ‘’ Fadil mendekatkan kepalanya di telinga Kanza ‘’ Ayah mertua mu ‘’ Bisik Fadil


Kanza langsung menunduk malu ‘’ Boss ini sarapan kalian ‘’ Kata pelayan dapur


‘’ Terimakasih ‘’ Kata Kanza yang langsung di balas anggukan oleh pelayan itu


‘’ Mari makan ‘’ Kata Fadil


Kanza melihat Fadil yang  makan dengan santai dan juga elegan tidak seperti pria lainnya yang selalu makan dengan urakan.


‘’ Jika kamu menatap aku seperti itu terus, Aku bisa malu ‘’ Kata Fadil yang mengunyah makanannya


‘’ Hehehe.. ‘’


Setelah beres sarapan Kanza di bawa ke ruangan milik Fadil ‘’ Sekarang ruangan ini bukan hanya ruangan kerjaku saja tapi akan menjadi tempat kerja milikmu juga ‘’ Kata Fadil yang duduk di kursi kebesarannya


‘’ Iyah Mas, lalu Apa yang harus aku lakukan? ‘’ Tanya Kanza bingung


Fadil terdiam lalu ia menelpon Marlo ‘’ Masuk keruangan ku ‘’ Panggil Fadil


Tidak butuh waktu lama Marlo datang ‘’ Ada Apa Boss ‘’ Tanya Marlo


Marlo tersenyum ‘’ Oke Boss. Mari Nona ikut dengan saya ‘’ Pinta Marlo dengan ramah


Kanza langsung mengikuti Marlo, Marlo memberikan tugas untuk Kanza dengan l senang hati Kanza menerima tugas yang


di berikan oleh Marlo lalu ia kembali keruangan Fadil. Kanza melihat Jika Fadil


sedang serius dengan pekerjaannya dan ia pun tidak ingin mengganggu Fadil


‘’ Aku harus mulai dari sini dulu ‘’ Gumam Kanza yang langsung mengerjakan tugas nya. Untung saja kanza tidak bodoh-bodoh banget jadi ia bisa mengerjakan tugasnya dengan santai


Fadil melihat Kanza yang sedang sibuk dengan laptop nya ia tersenyum Lalu ia mengambil jas miliknya lalu berjalan kearah Kanza ‘’ Kanza, Aku harus pergi ke perusahaan Daddy. Kamu baik-baik di sini ya jika ada yang kamu perlukan kamu bisa meminta bantu kepada Liong, lixi atau marlo. Dengan senang hati mereka akan membantu kamu ‘’ Kata Fadil


‘’ Iyah Mas, Mas tidak perlu khawatir ‘’ Jawab Kanza sambil tersenyum


Fadil mengecup kening Kanza ‘’ Aku pergi dulu ‘’ Kanza menganggukkan kepalanya


Setelah kepergian Fadil, Kanza langsung melanjutkan kegiatannya untuk memeriksa beberapa Handphone apa sudah bagus apa belum jika di gunakan untuk bermain Game.


Di luar ruangan Fadil, Liana menatap Kanza dengan tatapan yang seperti ingin membunuh


‘’ Sudahlah, jangan seperti ini kamu tau betul bagaimana bos kita ‘’ Kata Lixi kepada Liana

__ADS_1


‘’ Tetap saja, dia tidak pantas berada di ruangan Fadil ‘’ Kata Liana yang langsung pergi meninggalkan Lexi


Lexi menggelengkan kepalanya lalu tersenyum kecil ‘’ Sampai kapan kamu akan bersikap seperti itu Liana ‘’ Gumam Lixi yang langsung pergi untuk mengurus kerjaan.


Jam sudah menunjukan jam dua belas siang Kanza menunggu kepulangan Fadil namun Fadil tidak kunjung datang


Tok.. tok.. tok...


‘’ Masuk ‘’ Kata kanza


‘’ Halo Kakak Ipar ‘’ Sapa Liong


Kanza tersenyum ‘’ Mari makan siang bersama, Boss tidak akan kembali siang ini jadi Kakak Ipar tidak perlu menunggu nya ‘’ Kata Liong


‘’ Baiklah ‘’ Jawab Kanza yang langsung meng ia kan ucapan Liong


Liong membawa Kanza untuk bergabung dengan Marlo, Lixi dan juga Liana ‘’ Halo semuanya ‘’ Sapa Kanza ramah


‘’ Halo kakak Ipar ‘’ Jawab Lixi


Sedangkan Liana ia malah membuang wajahnya kearah lain. Kanza yang menyadari jika Liana tidak menyukainya ia hanya bisa diam dan menikmati makan siang miliknya.


‘’ Oh iya Kakak ipar, Apa kamu kenal dengan adik Bos kita? ‘’ Tanya Marlo


‘’ Mana mungkin dia tau, paling juga Adiknya Fadil tidak menyukainya ‘’ Hardik Liana


Kanza membuang napasnya pelan ‘’ Amira maksud Kakak? ‘’ Tanya Kanza


‘’ Iyah Betul ‘’ Jawab Marlo


‘’ Aku kenal dekat dengan Amira karena kami sudah bersahabat ketika masih sekolah menengah Atas ‘’ Jawan Kanza membuat Liana memutarkan kedua bola matanya


‘’ Benarkah? Berartii... ‘’


‘’ Apa Kakak menyukai Amira? ‘’ Tebak Kanza


Marlo seperti malu-malu ‘’ Amira gadis yang manis dan juga cantik siapa saja pasti akan menyukainya ‘’ Balas Marlo


‘’ Hehehe.. Amira memang manis ‘’ Balas Kanza sambil memakan makanannya


‘’ Kalo begitu, apa boleh kau meminta no telponnya? ‘’ Tanya Marlo


‘’ Kalo soal itu aku harus ijin dulu kepada Amira karena Aku tidak ingin memberikan No  tanpa seijinnya ‘’ Kata Kanza ‘’ Nanti akan aku coba menghubungi Amira, Jika sudah di ijinkan aku Akan langsung memberitahu kakak ‘’ Lanjut Kanza


Marlo tersenyum ‘’ Terima Kasih sebelumnya kanza ‘’ Kata Marlo yang di balas anggukan oleh Kanza


‘’ Aku sudah beres ‘’ Kata Liana yang langsung bangkit dari duduknya.

__ADS_1


__ADS_2