
Di Korea sepasang pengantin baru yang sedang berbahagia karena baru saja menyelesaikan makan malam mereka dengan begitu romantis
Kanza yang baru pertama kali mendapatkan kejutan romantis dari suaminya merasa tidak menyangka jika suaminya seromantis ini berbalik dengan sipat dinginnya.
" Sayang, Apa kamu bahagia? "
" Tentu, tidak akan ada wanita yang tidak bahagia jika di perlakukan manis seperti itu " Jawab Kanza jujur
" Kalo begitu mulai dari sekarang aku akan terus bersikap seperti itu agar kamu selalu bahagia di sampingku " Fadil memeluk Kanza dari belakang
Mereka berdiri di balkon dengan pemandangan malam yang penuh dengan hamparan salju.
~ KEESOKAN HARINYA
" Sayang, Aku pergi dulu, tapi kamu siap-siap ya soalnya kita akan bertemu dengan salah satu kerabat " Kata Fadil yang langsung di balas anggukan oleh Kanza
" habby hati-hati ya "
" Iyah sayang " Balas Fadil yang langsung pergi meninggalkan sang istri.
Kanza langsung pergi mandi dan ia pun langsung bersiap karena akan bertemu dengan Kerabat " Tapi kerabat yang mana, menangnya Mas Fadil memiliki kerabat di sini? " Gumam Kanza heran namun Kanza langsung menyelesaikan riasannya karena ia juga tidak ingin di lihat jelek di depan kerabat Fadil.
Setelah satu jam Fadil kembali ke Apartemen ia melihat Istrinya yang sudah cantik bahkan sangat Cantik dari biasanya " Kamu cantik sekali sayang " Puji Fadil
" Habby bisa saja "
" Bagaimana jika kita tunda saja untuk keluar dan kita.. "
" Jangan Aneh-aneh Habby, Ayok kita sudah di tunggu oleh Kerabat kita " Ajak Kanza yang berlenggang pergi meninggalkan Fadil
Fadil tersenyum dengan memijat keningnya " Jika Istriku terus seperti ini bisa-bisanya ia akan di sangka masih gadis oleh pria lain " Gumam Fadil menggelengkan kepalanya lalu ia menyusul Istrinya.
Di dalam Mobil Kanza duduk dengan tenang Walaupun suaminya tidak terlihat tenang bahkan jari-jarinya malah bermain-main
" Habby, Apa Habby tidak bisa diam hmm.. " Tegur Kanza sambil melirik kearah Fadil
" Tentu bisa sayang, tapi entah kenapa jari-jari ku ini tidak mau diam, dia malah terus ingin menggoda mu " Balas Fadil
Kanza terkekeh kecil lalu ia menarik jas milik sang suami lalu " Cup " Satu kecupan mendarat di bibir Fadil " Apa itu bisa membuat Habby diam, hmmm.. "
" Tentu " Jawab Fadil senyum manis " Andai saja kita tidak akan bertemu dengan orang penting mungkin Aku akan melahap mu saat ini juga, namun karena aku tidak ingin merusak riasan milikmu maka kamu terselamatkan hehehe... "
Kanza yang mendengar ucapan suaminya itu langsung menggelengkan kepalanya " Habby rumah nya besar sekali seperti istana " Ucap Kanza yang melihat Rumah besar yang begitu indah
" Ini nama nya Mansion Sayang, Bukan rumah " Ralat Fadil
" Oh, beda lagi ya "
" Hehehe.. kamu lucu sekali sayang "
Mobil berhenti pas di depan pintu Utama, Pintu Mobil Fadil langsung di bukakan oleh para pelayan yang sudah berdiri di sana
" Selamat datang, Tuan, Nona " Sapa Para pelayan
__ADS_1
" Hm... Apa Tuan Lee Ada? "
" Beliau sudah menunggu kedatangan anda dan juga Nona Muda " Jawab pelayan itu
Kanza yang mendengar kata Nona muda langsung mengerutkan kening nya " Nona Muda " Gumam Kanza pelan
" Ayok sayang " Ajak Fadil yang langsung merangkul Kanza dengan mesra
Kanza melihat isi rumah yang begitu indah apa lagi lampu-lampu yang bergantung terlihat indah berkilau dan guci yang ukurannya super besar bahkan lebih besar dari Kanza " Mas, ini rumah siapa? " Tanya Kanza
Fadil tersenyum " Nanti kamu akan tau sayang " balas Fadil
Mereka terus berjalan sampai mereka melihat ada seorang kakek tua yang sedang duduk di kursi roda seolah Kakek itu memang menunggu kedatangan mereka.
" Tuan Lee " Sapa Fadil
Tuan Lee mengangguk pelan lalu ia melihat Kanza dengan intens, tiba-tiba saja Kakek itu menitihkan air matanya.
Kanza yang melihat Kakek itu nangis ia merasa heran " Mas ada apa dengan beliau? " Bisik kanza
" Sapa lah " Balas Fadil
" Tuan Lee, kenapa anda menangis? " Tanya Kanza lembut
" Cucuku " Lirih Kakek itu
Deg..
Kanza langsung mundur beberapa langkah " Maksud Tuan Lee Apa? " Kanza tidak mengerti dengan ucapan Tuan Lee
" Habby jangan becanda, ini tidak lucu "
" Betul yang di katakan oleh Tuan Fadil, Anda adalah Anak dari mendiang putra Tuan lee " Kali ini yang berbicara adalah orang setia Tuan Lee " Tuan Lee sudah lama mencari Anda Nona namun nihil kami baru menemukan Nona sekarang "
Kanza tersenyum tipis ia masih tidak percaya dengan yang di omongkan Suami dan juga pria baruh baya di depannya
" Habby, ini sungguh tidak lucu "
" Sayang, Ini nyata dan ini kebenaran nya, Kamu adalah Cucu dari mendiang putra Tuan Lee. Aku mengerti jika kamu masih belum paham karena ini cukup mendadak untuk kamu " Kata Fadil
Kanza menitihkan air matanya lalu ia memeluk Tuan Lee " Kakek " Ucap Kanza dengan air mata yang masih berlinang.
~ SAAT ITU
Fadil yang sedang meeting dengan klien di salah satu Hotel tiba-tiba saja di datangi oleh dua pria yang berbaju hitam, Fadil pikir mereka adalah Bodyguard kliennya namun Fadil salah, Fadil di ajak ke salah satu kamar Sweet di sana Ada orang kepercayaan Tuan Lee.
" Siapa anda, dan mau apa anda ingin bertemu dengan saya? " Tanya Fadil yang sudah berdiri di ambang pintu
Pria itu langsung menghampirinya Fadil " Perkenalkan Saya adalah suruhan Tuan Lee, Silahkan duduk " Kata Nya
Fadil langsung duduk di Sofa, Fadil melihat ada amplop coklat di atas meja " Silahkan di buka " Pinta nya
" Apa ini? "
__ADS_1
" Anda akan tau ketika Anda melihatnya"
Fadil Langsung membuka Amplop Coklat itu dan melihat isi yang ada di dalam Amplop " Kanza " Ucap Fadil namun bukan hanya Foto Kanza saja di sana, Di sana Ada Foto wanita dan juga pria tidak hanya itu di sana juga ada Foto keluarga " Ini bukannya, Orang tua calon istriku? Untuk Apa kalian menyelidikinya? " Tanya Fadil dengan suara dingin
" Ini adalah Anak pertama dari Tuan Lee yang bernama Lee jong sok, Kami kehilangan komunikasi setelah Tuan Lee jong sok menikah dengan wanita yang ada di sampingnya " Jelasnya " Awalnya kami tidak mengetahui jika Tuan muda memiliki seorang putri namun ketika kami mencari keberadaan tuan Muda barulah kami tau jika Tuan Muda memiliki seorang putri yang bernama Nona Kanza "
" Jadi?? "
" Betul Tuan, Nona Kanza adalah cucu pertma di keluarga Lee dan Tuan Lee sendiri sudah menunggu kepulangan Nona Muda "
" Lalu dimana Tuan Lee saat ini? "
" Tuan Lee saat ini sedang sakit keras makanya beliau tidak bisa datang sendiri kesini dan di wakilkan oleh saya " Jawab Nya
Fadil tidak percaya begitu saja dengan ucapan pria yang ada di depannya namun setelah melihat DNA barulah Fadil percaya dengan ucapan Pria ini.
" Tuan muda memiliki seorang Adik Laki-laki yang cukup serakah mungkin karena itu juga Tuan Muda meninggal secara mendadak karena Adik dari Tuan muda yang tidak terima jika semua saham di berikan kepada Tuan Muda " Lanjut nya
"Lalu dimana adik Tuan muda kalian? " Tanya Fadil yang penasaran
" Beliau sudah tidak ada karena beliau berkelahi dengan mendiang istrinya, namun beliau meninggal seorang Putri yang saat ini baru berusia dua puluh tahun "
Fadil mencerna ucapan pria yang ada di hadapannya ini " Jika Ayah dari Kanza meninggal karena keserakahan Adiknya lalu bagaimana dengan nasib Kanza nanti, Apa anak dari mendiang adik Tuan muda tidak akan membahayakan Kanza? " Tanya Fadil " Karena yang saya tau, jika watak ayah nya seperti itu maka watak dari anaknya pun tidak akan jauh bahkan mungkin ia tidak akan terima dengan ke munculan Kanza "
" Soal itu kami sudah pikirkan Tuan, Anda tenang saja Nona Muda ke dua tidak seperti Mending ayah nya dan saya jamin itu "
" Oke, tapi jika setelah ini kehidupan Kanza jadi terusik maka kalian akan berhadapan dengan Saya " Ucap Fadil dengan tegas karena Fadil tidak ingin kehidupan Calon Istrinya jadi tidak tenang hanya karena persoalan Harta, Karena Fadil yakini jika istrinya tidak akan membutuhkan Harta milik mendiang Ayah nya.
~ MASA KINI
Kanza tidak henti-hentinya menangis mendengar penjelasan dari Orang kepercayaan Tuan Lee, Ia tidak menyangka jika Ayah nya meninggal gara-gara perebutan harta.
Fadil langsung memeluk kanza, ia juga tidak bisa melihat istrinya menangis tersedu-sedu seperti ini "Sayang, Jangan menangis " Kata Fadil
Tuan Lee yang memang sedang sakit parah bahkan Tuan Lee tidak bisa berkata Apa-apa beliau hanya bisa menitihkan air mata bahagia karena sudah bisa menemukan Cucu pertamanya.
Perasaan Kanza saat ini campur aduk apa harus sedih atau bahagia bisa bertemu dengan keluarganya namun ia juga tidak bisa menutupi kesedihannya karena Ayah nya di bunuh dengan sengaja oleh adiknya sendiri.
Pembicaraan terus berlangsung bahkan Tuan Lee sudah menyiapkan sejumlah harta untuk Kanza, karena bagaimana pun itu sudah milik Kanza cucu pertamanya.
" Opah Aku pulanggg... " Seru seorang gadis dengan pakaian yang cukup minim " Wah siapa mereka? " Tanya nya
" Nona, Tolong sopan karena Wanita yang sedang duduk itu adalah Nona Muda pertama" Tegur Orang kepercayaan Tuan Lee
" Oh, Opah sudah menemukan cucu pertamanya" Balas nya dengan Angkuh
" Nona Muda, sebaiknya sebelum anda naik ke atas, Anda menyapa terlebih dahulu Kakak anda "
" Untuk Apa? Sorry ya saya tidak selevel dengannya " Balas Nona muda ke dua yang langsung berlenggang naik keatas
Tuan Lee yang melihat itu cukup sedih karena Sikap Cucu ke duanya yang selalu seperti itu tidak bisa menghargai orang lain.
" Maafkan Nona muda ke dua, Nona "
__ADS_1
" Tidak Apa-apa lagian itu wajar ia lakukan, pasti ia juga sama seperti ku, sama-sama terkejut hehehe " Balas Kanza
Karena hari semakin Sore Kanza dan Fadil pun langsung pamit untuk kembali ke Apartemen, mungkin nanti sebelum mereka pulang mereka akan menyempatkan untuk menginap beberapa hari di rumah Tuan Lee.