
" Aku masuk dulu, maaf tadi sempat.. "
Reno menaruh telunjuk di Bibir Lili " Suutt.. tidak apa-apa salah paham Itu wajar kan, Yeng penting lain kali jangan dulu ngambek sebelum tau kebenarannya Biar tidak terjadi seperti kemarin lagi. Paham " Lili langsung mengangguk
" Kalo begitu sana masuk sudah malam Mamah Dan papah Pasti Menunggu kepulangan mu "
" Yaudah kalo begitu aku masuk dulu ya " Ucap Lili " kalo sudah sampai nanti kabarin Aku "
" Iyah Yank " Jawab Reno mengelus kepala Lili
Lili masuk kedalam Rumah dengan membawa paper bag " Assalamualaikum.. Lili pulang " Teriak Nya
" Wa'alaikumsalam.. Mamah di dapur Nak " Teriak Bibi Vina
Lili langsung ke dapur menemui Mamah nya " Loh ko Mamah tumben jam segini masih di dapur biasanya sudah bikin pulau kapuk hihihi "
" Hus.. kamu ini, ke mamah sendiri malah di ledekin "
" Maaf mah " jawab Lili menaruh paper Bag nya
" Ini mamah sedang buatkan Air jahe buat Papah Soalnya papah lagi gak enak badan "
" Papah sakit? "
" Iyah, mungkin karena kelelahan "
" Oh. oh iya ini Ada Risoles pesanan Meisya dan Ada buat Mamah dan papah juga Dari Bunda " Ucap Lili
" Serius? Calon ibu mertua mu baik sekali, Calon mertua idaman "
" Pasti dong " Lili merasa bangga memiliki calon ibu mertua sebaik Bunda
" Kapan-kapan Kenalin dong sama Mamah, Mamah juga pengen kenal sama Bunda nya Reno "
" Iyah Nanti mah, kalo sudah waktunya pasti Lili kenalkan. Lili ke kamar dulu ya mah mau mandi Gerah " Bibi Vina langsung mengangguk
Di kamar Lili langsung mandi ia bersenandung Ria di dalam kamar mandi ( Biasalah kalo anak gadis sedang kasmaran pasti bernyanyi gak jelas Hihihi )
Usai mandi Lili langsung membuka Laptop miliknya dan Mengecek pekerjaan nya
Ting...
Lili langsung membuka Pesan yang masuk ke handphone nya, Senyumnya langsung terangkat ketika siapa yang Mengirim pesan
Calon Imam : Yank aku sudah Samapi ya
Lili. : Iyah Yank. langsung istirahat ya
Calon Imam : Iyah sayank, Ayank juga langsung istirahat ya jangan tidur malam-malam gak baik anak gadis tidur malam-malam Nanti cepat keriput
Lili. : Siap Yankqu, ini aku cuman cek kerjaan dikit, setelah ini langsung tidur ko
Calon Imam. : yaudah kalo begitu Aku tidur duluan ya, Inget langsung tidur jika sudah selesai Love you sayank
Lili. : Love you To ♥️
__ADS_1
Lili menaruh kembali handphone miliknya lalu melanjutkan pekerjaan yang belum usai. Lili emang sedang banyak kerjaan apa lagi dirinya yang ingin memperbesar usaha miliknya Pasti membutuhkan Tenaga ekstra, Lili juga Membuka lowongan di sosial media Ia ingin mencari Asisten Untuk membantu dirinya di Outlet.
~ PAGI HARI
Ting..
Calon imam. : selamat pagi Darling.. Ayo bangun sudah pagi Saatnya untuk berolahraga dan sarapan Jangan tidur terus..
pemilik Handphone sepertinya Masih kelelahan Ia masih meringkuk di bawah selimut tebalnya Karena semalam ia beres jam dua belas malam.
Sedangkan di meja makan Bibi Vina, Paman Ibram, Adam dan serta Meisya sudah duduk di kursi mereka masing-masing Untuk sarapan
" Sepertinya Ada yang kurang " Ucap Paman Ibram
" Putri kita yang belum turun " Jawab Mamah
Paman Ibram Mengerutkan keningnya " Tumben anak perawan itu Bangun Siang, apa semalam dia begadang? "
" Iyah, semalam sebelum Mamah kembali ke kamar Mamah sempat mampir ke kamar nya Untuk memberikan Coklat panas dan Putri kita masih sibuk dengan Laptop miliknya "
" Biarkan saja Paman, Bibi, Lili sedang serius ingin memperbesar Usaha nya. Kemarin Lili mampir ke perusahaan untuk memberikan proposal kepada Adam Ia ingin membuka Boby spa " Kata Adam
" Putri kita memang hebat, di usia nya yang belum Genap dua puluh Lima tahun tapi sudah ingin memiliki Bisnis sendiri Papah Bangga kepada nya Mah "
Paman Ibram tidak menyangka jika Putri kecilnya Kini telah beranjak dewasa bahkan Putrinya itu sudah menolak Uang jajan dari Dirinya, Tidak di sangka Jika Putrinya Bisa Mandiri tanpa Bantuan dari dirinya
" Iya dong, Anak siapa dulu " Ucap Mamah Bangga
" Anak kita " Seru Paman Ibram tidak ingin kalah
" Bibi apa ini Risoles Dari Ibu mertua Lili? " tanya Meisya
" Iyah Sayang, Kata nya khusus untuk kamu " Ucap Bibi Vina " Dan ini untuk kita "
" Emang apa Bedanya? "
" Cobain saja " Kata Meisya sambil tersenyum
Meisya sangat menikmati Risoles Isi Seblak bahan Ia sampai tidak ikut sarapan Karena terlalu kenyang Memakan risoles
" Makan nasi " Tegur Adam
" Aku sudah kenyang Mas " Jawab Nya
" Kamu ini jangan Samapi Lupa makan Nasi ingat sekarang Sedang hamil Kasian Calon anak mu jika Tidak di berikan Gizi yang seimbang " Tegur Bibi Vina
" Hehehe Siap Bibi, Nanti siang Aku Makan Nasi tapi Pengen nya Makan Nasi sama Ikan asin Peda Merah dan Sambel dadak Uh.. pasti Mantep banget " Seru Meisya
" Tidak sekalian sama Jengkol atau Pete nya gitu? " Usul Bibi Vina
" Wah bisa bisa Bibi, Boleh Seperti Akan semakin Nikmat "
" Tidak. Tidak boleh Aku gak mau Anak Aku nantinya Bau Pete " Tolak Adam
" Is kamu ini Adam Mana mungkin Anak kalian Bau Pete karena ibu nya yang makan Pete jangan ngawur "
__ADS_1
" Iyah Bi, Suamiku itu emang gitu orang nya " Lanjut Meisya
" Jangan aneh-aneh Sayang. Pokonya tidak ada yang boleh makan Pete atau pun jengkol, Kalo ikan asin masih Boleh "
Meisya dan bibi Vina saling buang Muka mereka sebal dengan Adam yang tidak setuju menu makan siangnya.
" Sudah aku berangkat dulu, ingat Tidak ada Pete Ataupun Jengkol " Tolak Adam
" Iya iya " Meisya Memanyunkan bibirnya karena Sebal Kepada suaminya itu padahal Dirinya emang sedang ingin Makan itu.
" Aku pergi dulu ya, Baik-baik di rumah dan jaga anak kita " Adam mengecup kening Sang istri
" Iya Mas, mas juga Hati-hati Ya di jalan nya kalo sudah sampai kantor kabarin aku "
" Iyah sayang. Assalamualaikum.. "
" Wa'alaikumsalam.. "
Meisya tidak langsung masuk kedalam rumah ia Duduk di kursi depan rumah
" Loh ko masih di sini " Ucap Bibi yang melihat Meisya duduk di kursi
" Lagi nunggu tukang Baso tahu Bi, Biasanya Jam segini Lewat " jawab Meisya sambil menunjukkan Gigi Putih nya
" Walah Sepertinya Cucu Bibi sudah mulai Banyak mau nya ya "
" Hehehe.. Iya Bi "
" Yasudah kalo begitu Bibi sama Paman mau pergi ke dokter dulu, kamu baik-baik di rumah ya "
" Siap Bi, Bibi dan paman hati-hati ya " Ucap Meisya
" Iyah sayang "
" Ayo mah, Paman Ibram keluar dari Rumah
Setelah kepergian Bibi Vina dan Paman Ibram Anisa langsung masuk ke dalam rumah ia sudah menitip pesan kepada pak Sekuriti jika ada Tukang baso tahu lewat untuk membelikan nya.
Karena bosan di rumah hanya sendiri Meisya pergi ke kamar Lili untuk membangunkan Lili
" Lili bangun, Ini sudah siang Masa ia anak perawan jam segini belum bangun " Keluh Meisya yang membuka Gorden kamar Lili
Lili Terbangun karena silau " Ah kamu ini Aku masih ngantuk " Protes Lili
" Anak perawan tidak baik bangun siang, Kamu mau jika jodoh kamu di ambil Orang "
Mendengar kata Jodoh Lili langsung duduk ia tidak ingin Jodoh nya di ambil Orang apa lagi ia menyayangi Kekasih nya dengan segenap Jiwa " Ia kau ini senang sekali Mengerjai Ku " keluh Lili
" Bangun Aku tidak ada teman, Orang-orang rumah sudah pada pergi " Rengek Nya
" Tumben kamu mengganggu ku biasanya kalo pagi kamu sibuk dengan mamah di Taman " Lili memeluk bantal dengan mata yang belum bangun sempurna
" Bibi pergi ke rumah sakit buat memeriksakan kesehatan Paman " jawab Meisya
" Hem.. "
__ADS_1
Meisya Melihat Lili yang kembali Tertidur dengan posisi duduk " Lili bangun!!!!!! " Terik Meisya