Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
KENYATAAN


__ADS_3

Amira pergi ke sebuah Mol seorang diri karena Aulia harus menemani Ibu Lili ke acara arisan bersama Mommy, Tadi Amira di ajak oleh Mommy namun Amira tolak karena ia tidak ingin berada di tengah-tengah ibu rempong yang pada akhirnya akan menjadi membosankan.


Amira masuk ke satu toko ke toko lain entah apa yang sedang di cari oleh Amira yang jelas ia ingin menghabiskan waktunya di mol ini, Namun ketika Amira sedang berjalan pandangannya langsung beralih kepada sosok pria yang sedang berjalan dengan beberapa anak-anak dengan di ikuti tiga wanita dewasa


" Kak Marlo " Gumam Amira, Karena penasaran Amira pun mengikuti Marlo " Kak Marlo sama siapa tuh, Kalo anaknya tidak mungkin karena anak-anaknya itu seperti bukan asli dari kota ini " Amira terus mengikuti Marlo sampai akhirnya Marlo masuk ke salah satu tempat permainan.


" Ayah, Aku ingin main itu " Kata Anak laki-laki yang mengajak Marlo untuk bermain dengannya


" Oke Boy, kita bermain itu "


Amira menutup mulut yang tidak percaya karena anak itu memanggil Marlo dengan panggilan Ayah " Apa Itu benar-benar anak nya Kak Marlo dari cewek atau istrinya orang luar " Tebak Amira karena Anak laki-laki itu terlihat seperti anak bule apa lagi yang rambutnya pirang


Amira terus mengira-ngira lalu ia tersenyum tipis " Untung aku tidak menjawab cintanya, kalo ia bisa-bisa aku jadi korban selanjutnya " Amira bergidik ngeri lalu ia meninggalkan tempat bermain itu. amira pikir jika Anak-anak itu adalah dari korban yang telah percaya dengan mulut manis Marlo.


" Boy, kalian main dulu ya, Ayah akan tunggu kalian di sini " Kata Marlo yang mengeluarkan handphone miliknya, untung Marlo membawa Baby siter jadi ada yang jagain anak-anak di saat Marlo sedang sibuk dengan handphone miliknya


Marlo membulatkan kedua matanya ketika ia mengecek handphone " Amira " Gumam Marlo yang langsung melihat kearah sekitar dan Mencari keberadaan Amira


Marlo mengusap kepalanya dengan kasar " Sus, saya tinggal dulu sebentar ya " Kata Marlo yang langsung di balas anggukan oleh Suster itu.


Marlo Langsung menuju salon karena ia tadi melihat Amira yang masuk ke dalan salon " Amira " Panggil Marlo


Amira yang sedang duduk menunggu giliran ia langsung menoleh kearah suara " Kak Marlo, Kak Marlo ngapain di sini? " Tanya Amira heran


" Aku tadi Melihat kamu masuk ke sini " Jawab Marlo


" Oh.. lalu? " Tanya Amira dingin tidak seperti biasanya


" Aku.. "


" Tuan, Den Denis, Tuan" Kata Suster ternyata tadi suster itu mengikuti Marlo


" Ada Apa dengan Denis? " Tanya Marlo cemas


" Den Denis gak ada Tuan " Jawab Suster itu


" Kenapa bisa Denis hilang! " Bentak Marlo yang langsung meninggalkan Amira di salon dan langsung mencari keberadaan Denis


Amira duduk kembali namun pikirannya malah kemana-mana " Bagaiman jika Kak Marlo membutuhkan bantuan aku " gumam Amira


" Tapi walaupun aku ikut mencari pun percuma orang aku tidak tau wajah anak nya kak Marlo itu seperti apa " Lajut Amira


Karena tidak bisa berhenti memikirkannya Akhirnya Amira pun langsung keluar dari salon dan ikut mencari keberadaan Denis, dengan modal nekat Amira memanggil-manggil nama Denis


" Denisss " Panggil Amira yang ikut cemas, Amira berjalan kesana kemari mencari keberadaan Denis


Sedangkan Marlo ia langsung meretas CCTV Mol untuk mencari keberadaan Denis " Toilet " Marlo Langsung berjalan kearah Toilet, langkahnya terhenti ketika Denis yang sedang di peluk Oleh Amira " Amira " Panggil Marlo


Amira yang sedang memeluk Denis yang sedang menangis ia langsung menoleh kearah suara " Kakak itu bagaimana sih jaga anak, bisa-bisanya kakak Lalay menjaga anak! " Kesal Amira dengan tatapan tajam


" Amira, Aku bisa jelasin" Kata Marlo


Amira memberikan anak laki-laki itu kepada Marlo lalu ia berniat untuk pergi namun langkah Amira terhenti dan melihat ke belakang " Jangan dekati aku lagi, karena aku tidak ingin menjadi wanita perusak rumah tangga orang lain " Kata Amira yang langsung melanjutkan jalannya

__ADS_1


Marlo yakin jika saat ini Amira sedang salah paham kepada dirinya dan pasti Amira akan semakin menjauh darinya " Sus, lain kali jangan sampai lalay lagi, jika kamu lalay lagi maka dengan berat hati saya akan memberhentikan kamu " Kata Marlo yang membawa Denis


Di dalam Mobil Marlo masih memikirkan Amira yang saat ini sedang salah paham kepada dirinya " Aku harus bagaimana " Gumam Marlo bingung


Suster yang ada di belakang ia mendengar ucapan Marlo, ada rasa sesak di dadanya karen ternyata Marlo menyukai wanita lain.


Amira yang sudah sampai di rumah ia langsung pergi kedalam kamar dan membuang tas nya ke sembarang arah " Kak Marlo, aku tidak menyangka jika kamu sungguh jahat kepada wanita " Ucap Amira yang langsung memblokir no Marlo karena ia tidak ingin berhubungan dengan pria yang sudah memiliki anak bahkan tidak hanya satu.


Seusai memblokir No Marlo, Amira mengambil minuman kaleng yang ada di lemari Es yang ia simpan di kamar lalu Amira meminumnya.


Setelah merasa lelah Amira pun memejamkan kedua matanya untuk beristirahat.


Amira turun dari tangga, Amira terlihat segar namun tidak bisa di pungkiri jika Saat ini Amira sedang sedih " Selamat Malam Mom, Daddy " Sapa Amira yang turun dari tangga


" Loh kamu di rumah, Mommy pikir kamu gak ada di rumah sayang " Kata Mommy yang tidak mengetahui jika Putrinya ada di rumah


Amira berjalan ke arah meja makan " Iyah Mom, Tadi aku sempat pergi ke Mol cuman gak lama langsung balik lagi " Jawab Amira dengan lemas dan mengisi piring nya dengan salad sayur


Mommy dan juga Daddy saling pandang tidak biasanya Amira terlihat lemas jika pulang dari Mol " Apa kamu tidak bisa mendapatkan tas impian mu makanya kamu terlihat lemas " Tebak Mommy


Amira memakan Salad dengan sekali Hap " Jangankan untuk membeli melihat nya saja belum " Jawab amira dengan mulut yang penuh Dengan sayuran


Daddy yang melihat itu langsung bisa menebak jika Putrinya seperti ini itu pasti gara-gara Marlo " Makan yang benar, Daddy tidak ingin kamu sakit" Tegur Daddy


" Hmmm.. " Jawab Amira lemas


Mereka makan dengan memperhatikan Amira yang tidak seperti biasanya bahkan kedua matanya terlihat sembab " Terimakasih Mom, Daddy atas makan malam nya, Aku balik ke kamar dulu ya soalnya aku lagi Nonton Drakor " Pamit Amira


" Iyah sayang " Jawab Mommy


Daddy yang membaca balan dari Marlo hanya bisa membuang napasnya pelan " Mom, Aku ke kamar putriku dulu " Kata Daddy


" Tumben Daddy ke kamar Amira? " Tanya Mommy


" Hanya sedang ingin saja, Aku sudah lama tidak membacakan cerita sebelum tidur " Ucap Daddy " Nanti kalo amira sudah tertidur baru Daddy akan nidurin Mommy hehehe... "


" Daddy!! " Tegur Mommy tidak habis pikir kepada suaminya bisa-bisanya suaminya itu ngomong melantur.


Daddy terkekeh lalu ia pergi ke kamar Amira dan melihat Putrinya, benar saja tembakkan nya jika Amira tidak sedang menonton drakor tapi sedang duduk di balkon dengan minuman kaleng di tangannya


" Daddy sudah pernah bilang jangan suka minum minuman kaleng, itu sangat tidak bagus " Tegur Daddy. Daddy masuk lalu ia duduk di kursi yang kosong dengan menaruh dua gelas yang sudah di isi dengan anggur merah


" Daddy"


Daddy Duduk di kursi yang kosong di samping Amira " Minumlah, ini bagus untuk tidur mu agar nyenyak " Kata Daddy


Amira tersenyum lalu mengambil gelas yang sudah di isi dengan anggur merah " Daddy tau saja jika aku sedang tidak bisa tidur" Amira meminum minumannya


" Ada apa, Sepertinya kamu sedang tidak baik-baik saja? " Tanya Daddy


Amira langsung menggelengkan kepalanya lalu tersenyum " Aku baik-baik saja Dad, lagi menikmati angin sepay sepoy saja " Balas Amira


Daddy membuang napas nya pelan " Nak, Apa kamu tau jika salah satu teman kakak mu itu memiliki Rumah panti? " Tanya Daddy

__ADS_1


Amira mengerutkan keningnya " Aku kurang tau Dad, memangnya kenapa tumben Daddy menanyakan hal itu kepadaku? " Tanya Amira


" Daddy ingin berdonasi tapi Daddy tidak tau siapa nama teman Kakak mu itu, tapi Daddy tau alamatnya " Ucap Daddy " Apa kamu mau membantu Daddy untuk memberikan Donasi kepadanya langsung? " Tanya Daddy


Tidak mungkin kan Daddy terang-terangan bilang kepada Putrinya jika ia putrinya berbaikan dengan Marlo bahkan Tidak ada yang tau jika Daddy sudah bertemu dengan Marlo Langsung.


" Boleh Dad, besok Daddy kirim saja alamatnya nanti Aku langsung ke sana " Jawab Amira Sambil tersenyum


Daddy mengusap rambut sang putri " Baiklah kalo begitu, kamu istirahat ya. Daddy ingin balik ke kamar nanti Mommy mu tidak bisa tidur karena Daddy masih di sini hehehe... "


" Hahaha.. iya Dad, Apa lagi Mommy suka uring-uringan kalo gak di peluk Daddy " Balas Amira yang tau betul bagaimana Mommy nya itu.


" Baiklah kalo begitu, Daddy ke kamar Mommy mu dulu " Daddy mengecup kening Amira lalu menunjukkan amira di balkon.


Pagi ini Amira berdiri di salah satu Rumah yang cukup besar di kawasan Komplek cempaka " Ini alamatnya " Gumam Amira yang langsung berjalan ke arah sekuriti


" Pak, Apa benar ini adalah amat yang ada di kertas ini? " Tanya Amira


" Betul Non, Kalo saya boleh tau Non mau bertemu dengan siap ya? "


" Saya ingin bertemu dengan pemilik panti ini Pak, Apa beliau Ada? " Tanya Amira


" Oh Tuan, Kalo jam segini Tuan sudah berangkat kerja Non, Tapi biasanya sekitar jam Sepuluh pagi Akan balik lagi, lebih baik Non Tunggu di dalam saja " Kata Sekuriti itu


Amira Melihat jam yang melingkar di tangannya " Boleh Pak " Jawab Amira karena dari pada bulan balik mending nunggu sajam


Amira di bawa ke ruang tamu oleh Satpam " Tante " Seru anak laki-laki


" Denis " Ucap Amira yang langsung berjongkok dan memeluk Denis


" Tante, ko tau jika ini rumah Denis " Kata Anak laki-laki


" Oh ini rumah Denis " Jawab Amira, ia benar-benar tidak tau jika ini rumah Denis


" Nona " Sapa Pengasuh yang kemarin


" Anda.. "


Pengasuh itu tersenyum " Silahkan duduk Nona, Saya buatkan Minum dulu " Kata Baby sitter itu


Amira membawa Denis untuk duduk di sofa " Tante, pasti Tante ingin bertemu dengan ayah ya " Tebak Denis


Amira mengacak-acak rambut Denis karena gemas " Apa Boleh? "


" Tentu " Jawab Denis dengan senang hati


" Anak pintar " Ucap Amira yang menyukai Denis


Amira berdiri dan melihat-lihat ke setiap sudut, ia juga melihat anak seusia Denis yang sedang bermain di taman " Denis, Apa itu teman-teman Denis? " Tanya Amira


" Iyah Tante, itu teman Denis sekaligus saudara Denis, Denis punya banyak saudara dan adik bayi hihihi " Ucap Anak itu dengan menunjukkan gigi putih dan rapih nya


" Wah berarti Denis senang dong punya adik dan Saudara banyak "

__ADS_1


" Tentu " Jawab Denis dengan polosnya


Amira menganggukkan kepalanya paham, ia kemarin ternyata salah paham kepada Marlo dan sudah menduh Marlo yang tidak-tidak.


__ADS_2